alexametrics

Kuncinya Banyak Minum, Mau Makan, dan Konsumsi Vitamin

Cerita Sekda Demak dr Singgih Setyono Sembuh dari Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Demak pasca Idul Fitri mengalami kenaikan tajam hingga kini. Di antara yang sempat terkena virus korona adalah Sekda Demak dr Singgih Setyono. Setelah dirawat sekitar dua minggu di ruang ICU RSUP dr Kariadi Semarang, kini ia telah sembuh dan beraktivitas kembali.

WAHIB PRIBADI, Demak, Radar Semarang.

Dokter Singgih Setyono tidak menyangka dirinya terjangkit Covid-19. Ia tidak tahu virus tersebut datang dari mana. Sebab, dari sisi protokol kesehatan (prokes), Singgih mengaku sangat disiplin. Selalu pakai masker dobel, jaga jarak, dan cuci tangan setiap habis berkegiatan. Dimungkinkan virus korona tersebut menular saat melayani pasien yang sedang berobat.

“Saya tidak tahu asal virusnya. Mungkin dari pasien. Setahu saya pasien tidak ada yang positif. Kan, aneh,” ujar dr Singgih saat diwawancarai wartawan di Pendopo Kabupaten Jalan Kiai Singkil, Kota Demak.

Baca juga:  Bertemu Kembali dengan Mainan Jadul

Seperti diketahui, sebagai dokter, Singgih juga melayani pasien yang berobat di klinik tempat praktiknya.

Gejala awal terserang yang dirasakan mirip terkena flu tulang. Saat dites suhu badannya tiba-tiba sudah 38 derajat Celsius. Terasa demam. “Di badan terasa sakit semua. Saya sempat beranggapan apa yang saya alami sebagai flu biasa,”katanya.
Untuk meredakan flu yang diderita itu, ia pun kemudian meminum obat-obatan sebagaimana biasa kena flu. Namun dalam perkembangannya, rasa sakit di badannya tak kunjung hilang. “Saya masih ingat, ketika itu terakhir salat Jumat, saya pun tidak kuat lagi,”ungkap dia.

>Dokter Singgih pun dilarikan ke rumah sakit terdekat, yang kemudian dirujuk ke RSUP dr Kariadi, Semarang. Di RSUP Kariadi, Singgih langsung dirawat di bagian ICU hingga beberapa hari.

“Saat masuk ICU, Alhamdulillah dapat pelayanan bagus. Perawatan bisa selesai. Total perawatan 14 hari atau dua minggu,”ujarnya.
Saat perawatan, ia sempat mendapatkan donor darah plasma konvalesen sebagai bagian dari upaya penyembuhan Covid-19 yang dialaminya.

Baca juga:  Kenalkan Bertanam Sayur Organik kepada Siswa sejak Dini

Dokter Singgih pun hingga kini masih bertanya-tanya terkait dengan Covid-19 yang menjangkiti tubuhnya tersebut. “Kalau boleh dibilang, saya ini termasuk disiplin prokes, tapi ya itu tadi masih bisa terkena Covid-19. Vaksinasi juga sudah dua kali. Tidak ada jaminan,”tegasnya.

Karena itu, kata dia, yang mesti dilakukan efektif memang tetap pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

“Selama sakit, saya pakai masker terus. Alhamdulillah, orang di sekitar saya (keluarga) tidak ikut kena,”imbuhnya.
Dokter Singgih menambahkan, ia termasuk terkena virus Covid-19 varian lama. Berbeda dengan varian baru (Delta) sebagaimana yang cepat menyebar di Kudus. Dia juga menceritakan betapa tidak enaknya menjadi pasien Covid-19. “Terasa stres luar biasa. Maka kita dapat memahami pasien lain juga begitu,”katanya.

Baca juga:  Ukuran Kecil pun Ditangkap, Hiu dan Pari Terancam Punah

Ia menyampaikan pengalaman menjadi pasien Covid-19, hal yang paling dibutuhkan adalah banyak minum air. Sebab, 70 persen tubuh memang terdiri atas air. “Banyak minum air sangat membantu proses penyembuhan, termasuk tentunya obat-obatan lain yang standar,”jelasnya.

Konsumsi vitamin dengan dosis minimal 500 ml juga sangat diperlukan tubuh saat sakit korona. Dan, yang tak boleh dilupakan adalah makan yang cukup. “Hanya saja, saat saya sakit, justru terasa sulit makan. Mau makan sulit masuk, dan sulit tidur,”ceritanya.

Kebetulan Covid-19 yang dialaminya tersebut tidak sampai membuat nafasnya sesak. Saturasi atau kadar oksigen dalam darahnya termasuk bagus. Yaitu, 99/100. Meski begitu, kondisi sakit yang demikian, kata dia, memang perlu penanganan intensif, dan masuk ruang ICU agar penanganan bisa lebih fokus. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya