alexametrics


Korban Memaafkan, Kasusnya Diselesaikan melalui Keadilan Restoratif

Kisah Dua Siswa SD di Karangayu, Semarang Barat Curi Motor

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang dilakukan dua siswa kelas 6 SD di Karangayu, Semarang Barat membuat prihatin banyak pihak. Kasus yang sempat viral di media sosial ini akhirnya diselesaikan melalui restorative justice, dan tidak sampai dipidana.

M HARIYANTO, Radar Semarang

Dua siswa SD kelas 6 itu berinisial NDW, 14, dan SR, 12, warga Semarang Barat. Keduanya nekat mencuri motor Honda Beat warna putih strip biru bernopol K 3989 ALF M Yupiter, 25, warga Ngambon, Kabupaten Bojonegoro. Motor tersebut dicuri saat diparkir di depan barbershop Dapper Jalan Kenconowungu Tengah, Karangayu, Semarang Barat, Minggu (30/5) sekitar pukul 03.00 lalu.

“Kasusnya sudah ditutup melalui restorative justice (keadilan restoratif). Pertimbangannya, pelaku masih anak-anak, dan pemilik motor memaafkan, serta tidak berharap kasus ini diproses hukum,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, kemarin.

Pihaknya menyampaikan, upaya restorative justice ini dipimpin oleh Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novita Sari dengan menghadirkan korban M Yupiter, serta kedua tersangka dan keluarganya. “Pihak tersangka, dan keluarga mengakui perbuatannya, serta telah meminta maaf,” katanya.

Irwan menambahkan, dalam upaya restorative justice juga disepakati bahwa kedua tersangka didampingi kedua orangtuanya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Dina Novita Sari menjelaskan, saat beraksi, kedua bocil berbagi peran. “Satu tersangka berjaga-jaga di luar. Sedangkan tersangka satunya ambil kunci di barbershop. Kemudian motor langsung dibawa (dicuri),” kata Dina Novita Sari.

Dijelaskan, aksi pencurian itu dilakukan saat para karyawan tertidur pulas. Seorang tersangka masuk lewat pintu barbershop yang tidak terkunci, lalu mengambil kunci sepeda motor yang diletakkan di meja.

“Setelah berhasil mencuri, motor dibawa muter-muter lalu disimpan di taman. Keesokan harinya diambil lagi, dan dibuat untuk keliling lagi,” lanjutnya.

Korban sadar motornya dicuri pada Minggu pukul 10.00 saat akan membuka barbershop. Kemudian pada Senin (31/5) pagi, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Semarang.

Dina mengungkapkan, motif kedua tersangka melakukan pencurian lantaran hanya ingin mengendarai motor untuk keliling, seperti halnya anak-anak lainnya. Kedua tersangka sudah berkeliling menggunakan motor hasil curianya sampai ke kawasan Kota Lama.

“Tersangka cuma pingin naik motor keliling-keliling. Mungkin di rumah tidak ada motor. Ya, mungkin ada, cuma dipakai orang tuanya,” pungkasnya. (*/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer