alexametrics


Pecahkan Rekor MURI Getuk Terpanjang

Kuliner-Kuliner Legendaris Kota Magelang yang Tetap Eksis (9/habis)

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Menjadi sentra kuliner gethuk, Kota Magelang memiliki banyak merek yang menjual makanan khas ini. Salah satunya getuk Marem. Cita rasanya tak kalah dengan yang lain.

Getuk Marem pernah memecahkan rekor MURI sebagai getuk terpanjang tepat pada ulang tahun Kota Magelang pada 2013. Harga getuk ini lebih murah dibanding merek lain. “Tujuan kami memberi harga yang lebih murah, agar semua kalangan masyarakat bisa mencicipi jajanan yang terbuat dari singkong ini,” ucap Rulli Handriyani penerus usaha Getuk Marem.

 AGAR MAREM : Toko Getuk Marem yang juga menyuguhkan berbagai oleh-oleh.  Tahun 2013, getuk ini memecahkan MURI.(ROFIK SYARIF G P/RADAR MAGELANG)

AGAR MAREM : Toko Getuk Marem yang juga menyuguhkan berbagai oleh-oleh. Tahun 2013, getuk ini memecahkan MURI.(ROFIK SYARIF G P/RADAR MAGELANG)

Wartawan koran ini diajak melihat-lihat tempat pembuatan getuk di Jalan Beringin II Tidar Krajan, Magelang. Berada satu kompleks dengan tokonya. Terlihat dua orang sedang menaruh singkong segar dari perkebunan di alat timbang. Ternyata keduanya ialah petani dari Candimulyo yang langsung menyuplai singkongnya.

Rulli menjelaskan setiap hari semua petani mitranya mengantar dan menimbang sendiri hasil kebunnya. Ia memprioritaskan petani mitranya di Candimulyo. Selain kualitas singkongnya, sejak zaman generasi pertama singkongnya berasal dari sana.

Ia menceritakan getuk Marem didirikan oleh kakeknya pada tahun 1986. Ia menambahkan sebelum getuk Marem berdiri, kakeknys sudah membuat getuk terlebih dahulu. Namun belum memiliki merek. “Sekitar tahun 1951 kalau tidak salah, kakek sudah membuat getuk dengan manual pakai tenaga manusia,” ucapnya.

Cerita dia, sang kakek memakai kata marem dengan harapan pembeli bisa puas dengan produknya. Apalagi dalam bahasa Jawa kata marem itu artinya puas. “Jadi filosofinya agar pelanggan puas. Baik itu dalam hal rasa, harga dan pelayanan,” ujar Rulli.

Rulli mengaku tidak pernah mengubah resep yang sudah diturunkan dari kakeknya hingga saat ini. Hal ini untuk menjaga rasa yang sudah menjadi ciri khas getuk ini. Yang dikenal lembut dan juga wangi. “Ini menjadi kunci kami mempertahankan getuk Marem sampai sekarang,” tandasnya.

Rully menyarankan getuknya dapat menjadi teman minum kopi ataupun teh di pagi dan sore hari. Menurut Lilis pengunjung setia toko Getuk Marem, saat mencoba pertama kali, tekstur getuk begitu lembut dan kenyal. Aroma dari rasa stroberi, coklat, dan susunya pun menyatu di mulut saat dilahap. “Apalagi untuk manisnya itu sangat pas,” ujarnya saat ditemui setelah membeli sepuluh kotak Getuk Marem. (rfk/lis)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer