alexametrics


Diikuti Pencintanya dari Berbagai Kota di Jawa

Sepeda Penny Farthing Padati Kota Lama

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Puluhan sepeda jenis Penny Farthing berkumpul di Kawasan Kota Lama Semarang. Tentu saja, sepeda kuno dengan diameter ban yang cukup besar ini kian memperkuat kesan jadul kota tua ini.

ADENNYAR WYCAKSONO, Radar Semarang

WUJUD sepeda Penny Farthing ini berbeda dari yang lain. Dengan roda berukuran besar, tentu saja menjadi pusat perhatian pengunjung saat ada yang mengendarainya. Apalagi suara bel sepeda terdengar nyaring ketika memecah keheningan pagi di Semarang. Tepatnya saat event Onthel Study Tour 3, Minggu pagi (6/6) kemarin.

Event ini ternyata menarik perhatian dari berbagai kota. Terbukti, kegiatan ini diikuti pencinta sepeda Penny Farthing dari luar Semarang, seperti Purbalingga, Jogjakarta, Bandung, Jakarta, Bogor, dan daerah lainnya di Pulau Jawa. Rombongan mengitari Kota Semarang mulai dari Taman Sri Gunting, Tugu Muda, dan kembali ke Kota Lama.

“Kegiatan ini adalah bentuk silaturahim yang rutin. Kegiatan ini berpindah kota setiap tahun,” kata peserta berasal dari Paguyuban Onthel Djogjakarta (Pojok), Sunaryo.

Sepeda Penny Farthing terbilang unik. Memiliki roda berukuran besar atau roda tinggi di bawah sadelnya, dan roda belakang yang jauh lebih kecil. Ini sepeda yang ngetrend di tahun 1860-an. Warga Semarang, yakni Alm. Daronjin menjadi salah satu perajin sepeda jenis ini di Semarang.
“Ini juga menjadi salah satu penghargaan bagi Almarhum Daronjin, perajin sepeda asal Semarang. Dirinya juga yang mengusulkan Fanny Farthing ikut dalam acara Onthel Study Tour 3,” tutur peserta lainnya.

Anak Alm. Daronjin, Ardian Dimas Pratama mengaku akan melanjutkan usaha pembuatan Penny Farthing warisan ayahnya. Selama ini, sepeda hasil karya dari Alm. Daronjin telah dipesan sejumlah konsumen, antara lain dari Perancis, Malaysia, dan enam negara Asia lainnya. “Saya akan coba membuat sepeda seperti ini. Selain ayah saya, ada dua perajin lainnya di Purbalingga dan satu lagi dari Jawa Timur,” tambahnya. (*/ida)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer