alexametrics


Getuk Trio, Dipuji Sangat Enak oleh Ratu Sirikit

Kuliner-Kuliner Legendaris Kota Magelang yang Tetap Eksis (7/bersambung)

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Getuk Trio menjadi salah satu ikon Kota Magelang. Tiga lapis warna getuk terkandung sejarah panjang sebuah ikhtiar. Dari makanan kelas bawah, getuk menjadi kuliner semua lapisan masyarakat.

TOKO OLEH –OLEH : Getuk Trio menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Magelang. (ROFIK SYARIF G P/RADARSEMARANG.ID)
TOKO OLEH –OLEH : Getuk Trio menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Magelang.
(ROFIK SYARIF G P/RADARSEMARANG.ID)

Saat wartawan koran ini berkunjung ke toko makanan dan oleh-oleh Getuk Trio di Jalan Mataram no. 47, Kota Magelang disambut pemiliknya, Herry Wiyanto. Ia anak pasangan Hendra Samadhana dan Setiawati.

Wartawan ini diajak ke ruangannya, di belakang toko. Herry bercerita getuk ini sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang sekitar tahun 1940. Waktu itu getuk sudah menjadi makanan khas Magelang.

Salah satu jenis getuk yang banyak didapati di pasar-pasar dan tepi jalan kala itu adalah getuk wungkal. Yakni getuk yang memiliki bentuk dan warna seperti batu wungkal untuk mengasah pisau. ”Bentuk getuk wungkal itu kotak, warnanya hitam, dan rasanya tawar,” ujar Herry.

Getuk wungkal ini kerap dijadikan makanan pengganti nasi, terutama oleh masyarakat kelas bawah. Agar rasanya lebih nikmat, getuk wungkal biasanya dimakan bersama gula atau parutan kelapa.
Lantas, orang tua Herry mempunyai ide untuk mengembangkan jajanan getuk agar bisa dinikmati masyarakat menengah ke atas. Herry mengenang, kedua orangtuanya pertama kali memproduksi getuk pada 1958. Untuk menumbuk singkong, Hendra memakai mesin rakitan sendiri sehingga lebih lembut.
“Apalagi waktu itu ayah saya mempunyai bengkel. Memanfaatkan hal ini, ayah memodifikasi mesin yang dapat digunakan untuk menggiling getuk menjadi halus,” cerita Herry.

Awalnya, menawarkan getuk tersebut di kalangan orangtua teman-teman sekolah anaknya. Mendapat respons bagus, Setiawati langsung menitipkan getuk ke sejumlah toko roti di Magelang.

Kebetulan, salah satu toko roti itu menjalin kerja sama dengan Akademi Militer (Akmil). Herry mengatakan kalau Akmil ada acara, pasti ambil makanan kecil dari toko roti itu. Pada 1960, ada kunjungan Ratu Sirikit dari Thailand ke Akmil.

“Untuk menyambut kunjungan dari Ratu Thailand, toko roti itu menawarkan getuk kami sebagai salah satu snack yang dihidangkan,” ucap pecinta fotografi ini.

Singkat cerita, getuk buatan Hendra dan Setiawati akhirnya disuguhkan kepada Ratu Sirikit. Waktu itu, menurut Ratu Sirikit getuk sangat enak. Setelah itu, popularitasnya meningkat pesat. Merek Getuk Trio baru digunakan pada 1963. Nama Trio dipilih karena saat itu keluarga Hendra memiliki toko kelontong bernama Toko Trio. Selain itu, kakak Hendra juga memiliki bengkel vulkanisasi ban dengan nama Trio. Nama Trio yang berarti tiga, dipilih karena getuk buatan Hendra dan Setiawati memiliki tiga warna, merah muda, putih, dan coklat. Selain itu, mereka juga memiliki tiga anak.
Setelah kemunculan dan popularitas Getuk Trio, getuk Magelang pun naik status. Tidak lagi identik makanan kelas bawah. Sejak itu, bermunculan getuk beraneka merek. Herry berkomitmen menjaga kualitas produk dengan beragam cara. Singkong yang digunakan umurnya harus 11 sampai 12 bulan. “Kurang dari itu enggak bisa dan setelah umur satu tahun juga enggak bisa,” ujar ayah dua anak itu.

Jenis singkong juga sangat menentukan kualitas getuk. Getuk Trio hanya menggunakan singkong kinanti. ”Singkong kinanti yang digunakan yang tumbuh di tanah lempung berpasir. Kalau tumbuh di tanah dengan kondisi berbeda, enggak bisa dibuat getuk. Walau jenisnya sama seperti di Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.,” ujar Herry.

Getuk Trio diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet agar tidak memicu gangguan kesehatan bagi konsumen. Getuk tanpa pengawet itu hanya bisa bertahan maksimal dua sampai tiga hari sejak dibuat.

Sehingga tak bisa dikirimkan ke luar kota atau luar negeri dengan jasa ekspedisi lebih dari dua hari. Menurut Jimmy Himawan salah satu pelanggan, Getuk Trio berbeda dengan merek lainnya. Getuknya empuk, lembut dan tidak lengket di mulut. “Pokoknya sangat pas untuk oleh-oleh,” ucapnya saat ditemui setelah membeli Getuk Trio. (rfk/lis)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer