alexametrics

Pasien Kudus dan Pati Banjiri Rumah Sakit Semarang

Kasus Positif Covid-19 di Daerah Meledak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kasus positif Covid-19 di beberapa daerah meledak. Seperti di Kudus, Pati, Demak, Jepara, dan Kabupaten Semarang. Imbasnya, sejak tiga hari ini rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Semarang dibanjiri pasien dari luar kota.
Sejumlah rumah sakit pun membuka dan kembali ruang isolasi untuk mengantisipasi naiknya pasien dari luar Semarang. Data yang diambil dari siaga corona Kota Semarang, Minggu (30/5), malam, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Semarang mencapai 468 pasien, sebanyak 153 pasien di antaranya berasal dari luar Semarang.
RS KRMT Wongsonegoro (RSWN) menjadi salah satu rumah sakit rujukan yang paling sibuk. RS pelat merah milik Pemkot Semarang ini menerima pasien dari luar Semarang, seperti Kudus, Pati, Jepara, Demak, dan sekitarnya.

“Total ada 54 pasien dari luar Semarang. Mayoritas dari Pati dan Kudus. Jumlahnya dari Jumat lalu, terus mengalami kenaikan,” kata Direktur RSWN Susi Herawati kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (30/5) malam.

Baca juga:  Saling Memotivasi dan Menyemangati, Kini Sudah Hasilkan 36 Buku

Susi menjelaskan, total pasien Covid-19 yang dirawat di RSWN saat ini mencapai 112 orang. Pasien rujukan dari luar Semarang, kata dia, mayoritas masuk dalam kondisi sakit berat, sedang, hingga kritis.

“Karena banyak yang kami terima berat-berat, kami juga menjemput pasien dari sana untuk dirawat di RSWN. Pasien yang masuk juga memiliki penyakit penyerta,” tambahnya.

Ia memprediksi, kenaikan jumlah pasien dari luar Semarang akan terus naik, terutama yang memiliki gejala. Untuk pasien tanpa gejala, lanjut Susi, dirawat di rumah sakit terpusat yang ada di Kudus.

Untuk ketersediaan ruangan isolasi, Susi mengaku memiliki 123 tempat tidur ruang isolasi, ICU Isolasi 38 tempat tidur, dan di IGD isolasi sebanyak 17 tempat tidur. Total 180 tempat tidur untuk pasien Covid-19 dari luar Semarang.

“Dulu kita sempat buka sampai 257 tempat tidur, karena turun ya banyak yang kita tutup sampai terakhir 81 tempat tidur. Nah ini kita buka lagi, karena menerima pasien dari luar Semarang,”tuturnya.

Baca juga:  Hibur Diri dengan Tik Tokan, Banyak Baca Salawat

Kepala Seksi Keperawatan RSWN Philip Purwo Rahyono mengatakan, pihak RS mulai menjemput pasien dari Kudus sejak Jumat (28/5) lalu, dan saat ini jumlahnya terus bertambah, bahkan ada yang dirawat di ICU.

“Untuk oksigen pasien yang sudah turun, kita rawat di ICU, sebelumnya ada 24 tempat tidur namun jumlahnya kita tambah menjadi 38 tempat tidur,” bebernya.

Ruangan ICU bagi mereka yang bergejala berat, dilengkapi dengan peralatan standar ICU. Seperti HNFC dan ventilator untuk membantu pasien yang sudah mengalami kesulitan pernafasan. “Kebanyakan pasien Covid-19 itu mengalami gagal nafas, sehingga perlu dibantu dengan alat ventilator,” tandasnya.

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng menyebutkan, lima wilayah di Jateng yang kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan per Minggu (30/5) yakni Kabupaten Kudus, Kabupaten Tegal, Banyumas, Brebes, dan Cilacap. Jumlah global pasien asal Kabupaten Kudus yang tengah dirawat di rumah sakit mencapai 1.179 orang. Disusul Kabupaten Tegal dengan 524 orang, Banyumas sebanyak 484 pasien, Brebes sebanyak 380 pasien, dan Cilacap sebanyak 376 pasien.

Baca juga:  Es Semanggi, Warna Sirup Menentukan Rasanya

Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo mengatakan, tingginya jumlah pasien Covid-19 tersebut merupakan imbas libur lebaran. “Beberapa dari mereka tertular oleh pemudik yang nekat pulang ke kampung halaman,” ujar Yulianto, Minggu (30/5).

Khusus di Kabupaten Kudus, lanjut dia, saat ini statusnya sudah menjadi zona merah. Rumah sakit pemerintah yang ada di sana pun sampai tidak mampu menampung jumlah pasien Covid-19 yang membludak pasca libur lebaran.

Pemprov Jateng meminta kepada Pemkab Kudus supaya merujuk pasien yang tidak tertampung di rumah sakit setempat ke daerah lain. Seperti Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kaupaten Pati. “Daerah yang menjadi pilihan rujukan pasien Covid-19 dari Kudus, sementara ini yang banyak ke Kota Semarang,” katanya. (den/ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya