alexametrics

Tahu Pojok Langganan Presiden Dulu Dikenal dengan Warung Seng

Kuliner-Kuliner Legendaris Kota Magelang yang Tetap Eksis (2/bersambung)

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebelum Indonesia merdeka, tepatnya tahun 1942, kupat tahu Pojok Magelang sudah melayani pembeli. Menjadi salah satu loka wisata kuliner yang pantang dilewatkan kalau berkunjung ke Kota Magelang.

JAGA RASA : Warung tahu pojok Magelang berdiri sejak 1942. (ROFIK SYARIF G P/jawa pos RADAR MAGELANG)
JAGA RASA : Warung tahu pojok Magelang berdiri sejak 1942. (ROFIK SYARIF G P/jawa pos RADAR MAGELANG)

Kupat tahu racikan Setu Ahmad Danuri tidak lagi dijajakan dengan dipikul di pojokan Alun-Alun Kota Magelang. Sekitar tahun 1950, ia membuka kios di Jalan Tentara Pelajar nomor 14, Kota Magelang. “Dulu sebelum tahu pojok Magelang, di sini dikenal dengan warung seng atau ngesengan,” ucap pemilik tahu Pojok Magelang Kuntari anak pertama Setu Ahmad Danuri saat ditemui di warung Kamis (27/5).
Kuntari menceritakan awal mula dikenal dengan warung seng. Karena dulu sebelum direnovasi seperti sekarang, warung ini masih sederhana. Atapnya menggunakan seng. Jadi dulu dikenal ngesengan.

Baca juga:  Generasi Kedua, Bangga Menjadi Agen Koran

Dengan berjalannya waktu, pemerintah daerah memberikan perhatian dengan melakukan renovasi semua warung di sepanjang Jalan Tentara Pelajar nomor 14. “Salah satunya warung kami ini,” ujar Kuntari.
Sudah hampir 80 tahun berdiri. Kupat tahu ini masih tetap ramai pengunjung. “Saat saya posting foto kupat tahu dan dishare ke Facebook dan WhatsApp, banyak komentar yang kangen. Ingin makan lagi kupat tahu di sini,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Saat melangkah masuk ke warung ini, perhatian tersita ke dinding yang dipenuhi foto berpigura. Foto-foto itu menampilkan sosok artis, jenderal, pejabat, hingga presiden yang pernah makan di kedai tersebut.

Sebut saja mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono bersama istrinya, lalu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan saat menjadi Menteri Pendidikan. Artis Christine Hakim, hingga Indro Warkop DKI, Katon Bagaskara, Bella Saphira dan masih banyak sosok terkenal lain.

Baca juga:  Eksis Sejak 1970-an, Sanggar Kesenian Warangan Merbabu Sudah Pentas Keliling Indonesia

Kupat tahu Pojok Magelang ini juga pernah menjadi menu di Istana Presiden. Kuntari menjelaskan saat itu zamannya Presiden Soeharto. Warung tahu Pojok dipesan untuk menu makan dalam peringatan 50 tahun Indonesia emas, 51 kemerdekaan, dan 52 kemerdekaan.

“Jadi saat 17 Agustus, kami dipesan untuk masak di Istana Negara selama tiga tahun berturut-turut,” jelas Kuntari.

Warung tahu Pojok tetap bertahan kini, menurut Kuntari, karena konsisten menjaga rasa. Ia selalu memilih bahan baku yang berkualitas. Seperti bahan pokok utama tahu, kemudian kacang, sampai sayur-sayurannya.

“Bahan baku diambil dari tempat-tempat yang sejak dulu telah jadi langganan kami,” jelasnya.

Selain itu, bumbunya dibuat sendiri dengan resep turun-temurun. Untuk menjaga rasa yang konsisten, Kuntari tidak mau kompromi. Bumbu dan kecap, dia buat sendiri. Hal ini telah menjadi warisan keluarga yang terus dilakukan hingga kini.

Baca juga:  Kuni Muftihatun Nadhifah, Telaten dan Nggak Baperan

“Mutu dalam pembuatan (bumbu dan kecap) benar-benar kami jaga agar selalu enak,” ucapnya. (rfk/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya