alexametrics

Berbahan Resin, Konsumen sampai Luar Pulau Jawa

Hermawan Setiadi, Warga Magelang Sukses Bisnis Minifigure saat Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Namanya Hermawan Setiadi. Dia sukses membaca peluang bisnis minifigure yang cocok dijalankan saat pandemi Covid-19. Tidak mustahil jika ke depan menjadi lebih besar. Setelah ekonomi masyarakat pulih. Sehingga orang-orang tak lagi pelit merogoh kocek untuk memuaskan hobi.

PUPUT PUSPITASARI, Magelang, Radar Semarang

 KREATIF: Hermawan Setiadi sedang mewarnai miniatur tokoh film, pesanan dari konsumennya. (kanan) Minifigure karya Hermawan Setiadi dijual dalam satu set. (FOTO-FOTO: PUPUT PUSPITASARI/RADAR SEMARANG)

KREATIF: Hermawan Setiadi sedang mewarnai miniatur tokoh film, pesanan dari konsumennya. (kanan) Minifigure karya Hermawan Setiadi dijual dalam satu set. (FOTO-FOTO: PUPUT PUSPITASARI/RADAR SEMARANG)

BERAWAL dari kesepian. Handphone tak lagi berbunyi. Baik dari dering panggilan telepon, maupun pesan whatsapp konsumen hot wheels. Usaha jual beli miniatur mobil berbahan metal mandeg. Begitu juga dengan modifikasi hot wheels. Sama-sama sepi. Itu terjadi saat pandemi Covid-19. Yang membuat situasi jadi serbasulit. Padahal, sudah jatuh tempo membayar kontrakan kios.

Apa yang diceritakan, beda dengan kondisi sekarang. Saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, dia sumringah. Sedang sibuk mengerjakan pesanan. Ditemani sahabatnya yang sedang main di tempat usahanya. “Akhirnya saya beralih ke minifigure,” kata Hermawan, kemarin.

Lagi pula, sudah banyak pemain baru. Menjual, maupun menawarkan jasa modifikasi hot wheels. Pesaing makin banyak. Beda ketika dia membuat minifigure. Di Magelang mungkin jarang. Atau bahkan belum ada. “Sekarang enak jalanin usaha ini,” imbuhnya.

Baca juga:  Melatih Ilmu Kewirausahaan, Hilangkan Kecanduan Gadget

Pemuda 29 tahun ini menghubungi temannya yang punya mesin printer 3D. Ia memesan bahan resin. Sekaligus ia minta mencetakkan beberapa figur berskala 1:64, seperti yang dia inginkan. Kira-kira tingginya 3 sentimeter. Modal pertama hanya Rp 2 juta. Bisa untuk membuat sekitar 300 karakter. “Baru deh saya cat sendiri pakai cat akrilik tamiya, dan finishing disemprot clear,” aku pria kelahiran Mei itu.

Warga Potrobangsan, Magelang Utara, Kota Magelang itu mulai mengunggah beberapa karyanya di media sosial. Tak disangka. Respon pasar luar biasa. “Pasarnya gandhem. Benar-benar menggembirakan,” ucapnya.

Ia banjir pesanan. Sampai kewalahan. Maklum, semua ia tangani sendiri. Konsumen juga harus mengantre untuk mendapatkan barang yang ia beri merek HSBE Garage itu. Karena mengerjakannya butuh ketelitian. Dalam sehari, hanya mampu mengecat 12 karakter. Kalau sepeda motor, hanya 5. Ia menyebut, detailnya lebih ngeri. “Alhamdulillah, semua konsumen saya percaya. Bahkan kalau ada barang yang rusak, saya ganti 100 persen,” ujarnya.

Pernah miniatur sepeda motor yang dikirim ke Sidoarjo rusak. Dia tidak tahu penyebabnya. Karena selalu memastikan keamanan pengemasan barang, yang akan dikirim melalui jasa ekspedisi. “Sampai sana, stangnya patah. Saya ganti langsung. Pengalaman itu baru sekali,” ungkapnya.

Baca juga:  Curhat Sulit Magang Kerja, Langsung Ditarik Ganjar ke Pemprov Jateng

Pria yang beken dengan nama Mas Be itu mematok harga terjangkau. Ramah dikantong bagi pemula sekalipun. Ia menjual per set dengan kemasan boks seharga Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu khusus untuk minifigure pendaki. “Satu set isinya ada yang 4-5 figur, tergantung karakternya,” ucapnya.

Lalu harga sepeda motor Rp 100 ribu per item. Di luar, banyak yang menjual Rp 95 ribu- Rp 110 ribu per figur.

Sebenarnya, usaha ini tidak didukung oleh sang ibu, Salimah. Dirinya pun menahan tawa sebelum membagikan cerita. Setelah diceritakan, alasannya lumrah. Sang ibu geleng-geleng kepala, karena Hermawan menumpuk koleksi hot wheels di rumah. Ibunya ketakutan, kalau-kalau, anaknya itu membuang-buang uang. “Sebenarnya koleksinya nggak banyak,” akunya dengan yakin.

Wartawan koran ini pun menimpali pertanyaan. Berapa jumlah pastinya? Jawabannya bikin kaget. “Cuma dua almari, hahaha,” tuturnya sambil terpingkal-pingkal.

Benar saja ibunya melarang. Karena Hermawan membeli hot wheels mulai dari ukuran kecil, sedang, sampai besar. Jumlahnya mencapai ratusan. Barang-barang itu dikoleksi sejak 2014. Harganya di kisaran Rp 250 ribu, sampai Rp 350 ribuan. “Ibu tahunya saya jual paket data, dan handphone, hehehe,” ucap pemilik konter HP di kawasan Bandongan, Kabupaten Magelang itu. Sehari-hari, pengerjaan minifigure di sana. Di konternya.

Baca juga:  Dari Warung Sederhana, Kini Punya Lima Cabang

Hermawan sudah punya pelanggan. Dari perbankan, dan perbengkelan. Mereka memesan minifigure untuk kebutuhan diorama. Pelanggan berdatangan dari para pecinta hot wheels, dan penggila fotografi miniatur. Pemesan datang dari berbagai penjuru nusantara.

“Saya kirim ke Kalimantan, ke Papua, ada juga pesanan dari Malaysia, tapi kalau ke luar negeri saya masih agak bingung,” tutur pria yang juga bendahara Komunitas Forum Pecinta Diecast dan Miniatur (Forpimda) Magelang itu.

Sejauh ini, ia belum menemui kendala berarti. Terkadang, stok resin terbatas. Membuat pengerjaan pesanan mundur. Ia dan konsumen, harus sama-sama sabar. Hermawan juga merasa beruntung, jalan memulai bisnis minifigure dipermudah. Bahkan orang yang ia idolakan mendukung. Namanya Reinaldo Sanchez Kouthoofd. Orang Surabaya yang sudah pro membuat minifigure. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya