alexametrics

Sekarang mulai Jengkel, Alur Ceritanya Bertele-tele

Melongok Geliat para ‘Ikatan Cinta Lovers’ di Banyurojo, Mertoyudan, Magelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Agung Fitria Sari tidak menyangka aksinya menggelar syukuran “Mbak Andin dan Mas Al Balen” bakal viral, Februari lalu. Pasalnya, semua dia lakukan karena ketulusannya menjadi fans sinetron Ikatan Cinta.

RIRI RAHAYUNINGSIH, Mungkid, Radar Semarang

 KAGUMI: Agung Fitria Sari yang menjadi penggemar berat sinetron Ikatan Cinta. (kanan) Agung dan para Ikatan Cinta Lovers saat menggelar syukuran “Mbak Andin dan Mas Al Balen.” (RIRI RAHAYUNINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAGUMI: Agung Fitria Sari yang menjadi penggemar berat sinetron Ikatan Cinta. (kanan) Agung dan para Ikatan Cinta Lovers saat menggelar syukuran “Mbak Andin dan Mas Al Balen.” (RIRI RAHAYUNINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“ITU lho, Mbak, Mas Al. Ganteng banget, apalagi naik mobil apa itu,” ujar Agung ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya, Minggu (23/5) siang. Tangannya memperagakan gerakan menyetir mobil.

Mulanya Agung tidak tahu sinetron Ikatan Cinta. Dia hanya berpura-pura tahu ketika para pelanggan toko online-nya membicarakan sinetron yang dibintangi Arya Saloka dan Amanda Manopo tersebut. Karena penasaran, akhirnya Agung menonton juga.

“Tapi lha kok malah keterusan,” ujar warga Dusun Seneng 2, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang ini sambil tertawa ringan.

Mengajak tetangga sekitar rumah, Agung bahkan sudah dua kali menggelar syukuran. Pertama, makan-makan jenang gempol. Kedua, menggunakan menu klubanan lengkap dengan banner “Syukuran Mas Al dan Mbak Andin Balen” yang berujung viral usai diposting di media sosial.

Baca juga:  Membina Sekolah Tertinggal, Membuka Perpustakaan Desa

Syukuran kedua sudah dia pikirkan sejak seminggu sebelumnya. Dia mengajak para tetangga yang menjadi Ikatan Cinta Lovers untuk berdoa agar Mas Al (Aldebaran) dan Mbak Andin (Andini Kharisma Putri) terkabul. Syukuran pun digelar.
Pukul 09.00 di hari H Agung lantas memesan banner. Ide itu muncul spontan. Begitu di percetakan, banyak yang menertawakan.

Banner jadi sore hari. Langsung diambil dan ditempelkan. Sebelum magrib, acara digelar singkat. Diikuti sekitar 10 orang di rumah Agung. Namun karena masih pandemi Covid-19, acara makan-makan digelar di rumah masing-masing. Di rumah Agung hanya digelar doa bersama dan pembagian makanan.

“Saya tahu sih itu cuma sinetron. Tapi kok bisa begini ya?” Agung bertanya balik ketika ditanya wartawan koran ini ihwal pemahamannya soal cerita fiksi dalam sinetron.

Agung mengatakan, selain menggemari ketampanan Mas Al, dia tertarik dengan alur cerita dalam Ikatan Cinta. Dia pun mengaku baru kali ini menggilai sinetron Indonesia. Bahkan, dia sampai membuat suvenir Ikatan Cinta. Mulai dari membuat topi bertuliskan “Mas Al”, mug, dan mangkuk bertanda “Ikatan Cinta”, serta mencetak stiker. Termasuk mengenakan kalung emas berbandul “Mas Al”. “Saya nggak malu. Toh, saya pakai uang sendiri,” ujarnya.

Baca juga:  Bentuk Komunitas untuk Perkuat Promosi Kesenian Lokal

Di Banyurojo, penggemar Ikatan Cinta tidak hanya dari ibu-ibu. Bapak-bapak juga banyak yang menonton. Salah satunya Sugi.

Pria paro baya ini mengatakan, awalnya hanya ikutan sang istri menonton. Namun, lama-kelamaan dia tertarik. Tidak hanya pada Mbak Andin, tapi juga pada alur ceritanya. Maka, menontonlah ia saban malam ketika tidak ada acara di luar.

Ketika wartawan koran ini datang, Sugi berkumpul bersama warga lain, dan heboh membicarakan Ikatan Cinta. Keunikan-keunikan penggemar Ikatan Cinta juga banyak ditemukan di Banyurojo. Ada yang buru-buru pulang usai salat berjamaah dari musala demi tidak ketinggalan sinetron di RCTI tersebut. Ada juga yang menonton Ikatan Cinta di televisi pada malam hari, lalu mengulang menonton di Youtube saat siang hari.

Baca juga:  Leslar Lovers Indonesia Kerap Meet Up dan Aktif Lakukan Kegiatan Sosial

Kata Agung, Dusun Seneng 2 sepi di jam tayang Ikatan Cinta. Orang-orang sudah mapan di depan televisi. Dia sendiri salat isya lebih awal agar bisa fokus menonton. “Saya kalau nonton tidak diganti-ganti. Iklan tetap saya tonton karena takut ketinggalan,” ucapnya.

Agung bahkan sempat menangis dua jam ketika ada scene Reina ditinggalkan Mbak Andin. Kendati menggilai Ikatan Cinta, para Ikatan Cinta Lovers di Banyurojo tetap objektif menilai alur cerita. Mereka saat ini sedang berada di fase bosan dan jengkel. Sebab, alur ceritanya bertele-tele.

“Ibarat dari Magelang mau ke Jogja tapi lewat Semarang. Kejahatan Elsa dari awal masak belum terbongkar juga,” ujarnya menggebu-gebu.
Para Ikatan Cinta Lovers Banyurojo ini berharap alur cerita kembali seperti episode-episode awal. Ketika ada masalah, penyelesaiannya cepat, dan berganti dengan masalah baru. Menurut mereka, alur yang bertele-tele dan berputar terkesan terlalu dipaksakan karena tidak realistis. “Bikin jengkel dan bosan. Sekarang iklannya juga lama, karena mungkin ratingnya tinggi,” sambung Sugi. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya