alexametrics

Pembuatannya Dibakar, Pemasaran sampai Luar Jawa

Wahyu Lukitaningrum, Warga Semarang Sukses Bisnis Bakpia Kering ‘Pia Love’

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Wahyu Lukitaningrum, 57, berinovasi membuat bakpia kering berbentuk hati atau love. Bahkan, kue produksi home made itu kini pemasarannya sudah merambah hingga luar pulau Jawa.

RAFIKA TRI WAHYUNINGTYAS, Radar Semarang

BAGI Anda, bakpia Pathok Jogja mungkin sudah tidak asing. Menu kuliner itu sudah menjadi oleh-oleh khas Kota Gudeg. Nah, terinspirasi dari bakpia Pathok itu, Wahyu Lukitaningrum membuat inovasi versi bakpia kering bernama ‘Pia Love Lulux’.

Ia memproduksi bakpia kering itu secara home made di rumahnya Jalan Lemah Gempal, Semarang Selatan. Meski diadaptasi dari bakpia Pathok Jogja, tentu ada perbedaan dari segi tekstur, bahan, hingga proses produksi.

Wanita yang akrab disapa Luluk itu menjelaskan, bakpia Pathok teksturnya basah, berbeda dengan Pia Love yang kering. Bahan dasar yang dibutuhkan untuk membuat Pia Love terdiri atas tepung terigu, mentega, gula pasir, susu, dan keju. “Pia Love tanpa menggunakan telur. Hal ini membuat Pia Love dapat bertahan lama,” kata Luluk kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Tak Sekadar Taman Baca, Ada Latihan Menari dan Membuat Kerajinan

Selain itu, lanjut dia, dalam membuat adonan, tidak ada cetakan khusus seperti membuat roti kering pada umumnya. Untuk Pia Love, isiannya dicetak terlebih dahulu. Setelah itu dibungkus pakai kulit pia. Baru buletan itu dimasukkan secara manual ke cetakan berbentuk love. Secara langsung, gerakan tangan membentuk love, sehingga membutuhkan waktu lumayan lama.

“Di kemasan meskipun saya tulis expired selama dua bulan, tapi Pia Love ini bisa tahan lebih lama. Cuma demi menjaga cita rasa biar rasanya tidak berubah. Jika ternyata Pia Love bisa tahan lebih dari dua bulan, berarti masih bisa dimakan,” ujarnya.

Ditambahkan, bakpia kering ini tidak dipanggang, melainkan dibakar. Jadi semua bagian Pia Love berwarna cokelat rata saat dibakar menggunakan teflon khusus.

“Saat dibakar, dibolak-balik satu persatu sebanyak tiga kali. Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, setiap dibalik proses membakarnya selama 3 sampai 5 menit tergantung besar kecilnya api,” jelasnya.

Pia Love dijual dalam kemasan toples. Toples besar (1.000 gram) berisi 140 hingga 150 biji Pia Love dengan harga Rp 150 ribu. Toples kecil (500 gram) berisi 70 sampai 75 biji dengan harga Rp 80 ribu. Sedangkan untuk kemasan pouch dengan berat 50 gram berisi 7 biji Pia Love seharga Rp 10 ribu. Khusus untuk kemasan ini, pembelian minimal 10 pouch. Dan kemasan terbaru berukuran seperempat kilo dengan harga Rp 50 ribu. “Yang paling laku kemasan kecil,” akunya.

Baca juga:  Jannat Ilma Rizka, Bisnis Modal Iseng dan Nekad

Untuk pengiriman ke luar kota, tiap paket Pia Love dilapisi dengan buble wrap di bagian luar toples. Dalam toples ditambahkan buble wrap sebanyak tiga lapis pada bagian atas sebelum ditutup. Gunanya untuk mengantisipasi adanya kerusakan pada Pia Love saat terjadi guncangan selama proses ekspedisi pengiriman.

“Setelah itu dimasukkan ke dalam paper bag, kemudian kardus yang diisi dengan buble wrap. Sedangkan pengiriman paket Pia Love ke luar pulau Jawa, pengemasan toplesnya diselipkan buble wrap bagian atas, bawah, dan samping. Semua permukaan toples harus ditutup agar meredam guncangan,” katanya.

Untuk pemasaran, Luluk berpromosi lewat online dan media sosial. Order datang dari kota-kota di Jawa hingga luar Pulau Jawa. Mulai Bali, Batam, Pekanbaru, Kalimantan, Makassar, dan hampir semua pulau kecuali Papua.

Baca juga:  Sempat Terpuruk dan Tutup, Kini Punya Tujuh Cabang

Selain itu, Pia Love bisa dipesan melalui aplikasi Gofood, Grabfood, hingga offline pemesanan dari teman maupun tetangga terdekat. Kebanyakan customer order Pia Love tidak untuk dirinya sendiri. Melainkan sebagai bingkisan untuk diberikan kepada orang tersayang, seperti keluarga, calon suami, pacar, teman, bahkan mantan.

Dhyanara, putri Luluk, ikut membantu mempromosikan usaha milik ibunya. Ia memberikan layanan gratis tulisan surat cinta yang berisi ungkapan hati dari para pemesan Pia Love.

“Mereka yang pesan awalnya cerita ke aku, mau ditulis apa poin pentingnya dan buat siapa bingkisan Pia Love-nya. Jarang juga usaha kayak gini sekaligus dikasih surat, semua customer aku kasih surat tidak melulu tentang cinta,” cetus Dhyanara. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya