alexametrics

Suaranya Dipuji Ayu Ting-Ting Mirip Rita Sugiarto

Siska Turniawati, Warga Magelang Lolos Audisi Rising Star Dangdut Indonesia

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Nama Siska Turniawati sedang menjadi perbincangan hangat masyarakat Kota Magelang. Warga Kampung Karet RT 04 RW 07, Jurangombo Selatan, Magelang Selatan ini lolos audisi Rising Star Dangdut Indonesia (RSID) yang disiarkan di MNC TV.

PUPUT PUSPITASARI, Magelang, Radar Semarang

REZEKI memang datang dari banyak jalan. Ini berkat kejelian Siska Turniawati memilih teman. Ia terhindar dari toxic friend. Teman yang memberi efek negatif dalam kehidupan. Temannya justru meminta dirinya ikut audisi penyanyi dangdut nasional. “Audisi itu secara online,” kata perempuan 33 tahun yang akrab disapa Siska ini.

Ia mencoba peruntungan di situ. Lolos! Siska mendapat kesempatan audisi secara langsung di hadapan para juri expert. Pasha Ungu, Ayu Ting-ting, Iyeth Bustami, dan Ivan Gunawan. Ia terbang ke Jakarta. Menyanyikan dua lagu, berjudul “Pacar Dunia Akhirat” dan “Egois” untuk meyakinkan juri, soal kualitas suaranya. Dalam penampilannya yang diunggah di kanal Youtube RSID, Siska mendapat sanjungan dari para juri. Ayu Ting-ting misalnya, memuji ada Rita Sugiarto dalam diri Siska.

“Kebetulan saya sangat mengidolakan Rita Sugiarto,” ujarnya yang tampak anggun dengan balutan dress brokat kombinasi satin berwarna biru cerah itu.

Baca juga:  Mudik sebelum Penyekatan, Langsung Lapor ke Posko PPKM Mikro

Di Kota Mertropolitan itu, ia bertarung dengan 124 peserta lainnya. Ia kembali masuk dalam daftar 73 nama yang akan kembali diadu bakat bernyanyinya. “Persiapan saya sangat banyak, selain fisik, tentunya vokal,” ujar perempuan kelahiran Magelang, 10 Agustus 1988 itu.

Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Menjadi penyanyi hebat adalah mimpinya sejak dulu. Zaman sekolah, ia sudah senang dengan dunia tarik suara. Ibunya juga seorang penyanyi dangdut. Tapi pengalaman pertama, ia justru bergabung dengan grub rebana di SMA. Dari situ, ia mengembangkan kemampuan olah vokal. Menguasai teknik menyanyikan lagu pop, keroncong, campursari, dan dangdut.

“Saya senang sekali waktu itu, rasanya haus terus, ingin belajar nyanyi ini dan itu,” tuturnya bersemangat.

Soal nyanyi, ia otodidak. Mempelajari sendiri. Tapi setelah lolos audisi RSID, ia serius berlatih dengan arahan guru vokal. Ia lakukan untuk bisa menampilkan yang terbaik di depan juri. “Saya ingin bisa membawa nama Kota Magelang, dan kebetulan di ajang ini, peserta yang lolos suaranya bagus-bagus. Mereka sudah kerap juara di ajang bergengsi,” ungkapnya.

Siska selalu rendah diri. Meskipun dia juga pernah menjuarai lomba menyanyi lagu keroncong se-Magelang beberapa waktu lalu. Saat kuliah, ia menyabet juara II kategori Penyanyi Dangdut Putri di tingkat provinsi dalam rangka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida). Lalu saat bertarung lagi di acara Peksemida tingkat nasional untuk mahasiswa kampus Muhammadiyah se-Indonesia, dia meraih juara favorit. Acara tersebut berlangsung di Makassar.

Baca juga:  Belajar Gymnastics di Youtube, Raih Juara II di Malaysia

Berada di posisi saat ini, istri Hariyanto ini banyak bersyukur. Ada hikmah yang bisa dia dapatkan. Tambahan ilmu dunia entertaiment. Banyak teman dari Sabang sampai Merauke.

Ibunda Siska, Sriyani, 53, mengaku bangga dengan putrinya itu. Dia berharap, Siska bisa tampil maksimal, dan lolos dalam setiap tahapan audisi. “Saya juga selalu pesan ke dia, jaga kesehatan, jaga vokal. Tapi yang paling utama, jangan lupa salat lima waktu. Sering-sering berdoa, mendekat kepada Allah supaya hatinya tenang,” pesannya.

Dukungan untuk Siska mengalir dari banyak pihak. Salah satunya istri Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz. Ya, Niken Ichtiaty Muchamad Nur Aziz mengundang secara khusus Siska untuk berkunjung ke rumah dinas wali kota. Dia harap, putra daerah itu bisa membawa nama Kota Magelang melejit ke kancah nasional, dalam kemajuan di bidang seni. “Saya bangga banget sama dia,” ucapnya.

Baca juga:  Merry Chrisita Ningsih, Tebar Bahagia lewat Menyanyi

Ia mencari tahu, Siska salah satu dari empat warga Jawa Tengah yang lolos audisi. Tapi ia yakin, Siska satu-satunya perwakilan di eks Karesidenan Kedu. “Maka harus didukung tidak hanya warga Kota Magelang saja, tapi semua warga se-eks Karesidenan Kedu,” harapnya.

Niken—sapaan akrabnya—yakin karir Siska makin bersinar. Selain didukung penampilan yang menarik, ia menilai suara Siska sangat oke. Ia sampai merinding ketika mendeggar Siska bernyanyi. “Kota Magelang dikenal sebagai Kota Militer, tapi sekarang, Alhamdulillah Siska ini menambah pelangi keindahan Kota Magelang,” tuturnya sambil tersenyum.

Dia terus mendorong munculnya Siska-Siska yang lain. Yang punya kemampuan di bidang kesenian. Tentunya, Pemkot Magelang akan mendorong tumbuh, dan berkembangnya seni di Kota Getuk. “Saat HUT ke-1115 Kota Magelang, bapak (Wali Kota Magelang dr Muchamad Nur Aziz, Red) membuat ajang untuk kaum milenial, tapi itu pop. Yang dangdut, ke depan kita bisa kembangkan lagi untuk mengapresiasi karya anak-anak milenial di Kota Magelang,” katanya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya