alexametrics

Beternak Harus dengan Hati, Jangan Hanya Fokus Profit

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Bergelar sarjana teknik, Sochif Sulistyawan, warga Desa Tempursari, Kecamatan Candimulyo, Magelang, memilih menjadi peternak domba. Dia merintis usahanya sejak 2014. Mulanya berkolaborasi bersama kawan. Lama-lama mapan sendirian.

Pada 2015, domba peliharaan Sochif baru sekitar 80 ekor. Sementara kapasitas kandangnya 500 ekor. Usahanya terus berkembang. Kini, dia memiliki kandang berukuran 28 m x 16 m. Dengan kapasitas 1.200 ekor domba.

Sochif beternak domba dengan fokus pada penggemukan. Sochif menggunakan serat dan konsentrat sebagai pakan. Setidaknya butuh waktu dua hingga tiga bulan untuk penggemukan. Domba-domba yang berhasil digemukkan lantas disuplai ke sesama peternak maupun pengusaha kuliner.

Ketika koran ini berkunjung ke kandang Minggu (25/4/2021) siang, di sana baru ada 130-an ekor domba. Namun, baru sekitar dua bulan lalu dia menjual 1200-an ekor. Kambing usia lima hingga enam bulan dengan mulai dari Rp 850.000 hingga Rp 900.000.

Baca juga:  Belajar dari Internet, Sudah Membuat 400 Unit

Selama ini, dalam sebulan Sochif bisa menjual 200 sampai 300 ekor. Namun pada saat-saat tertentu, penjualannya bisa naik. Apalagi jika mendekati hari raya Idul Adha.

Seiring berjalannya waktu, lulusan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Jakarta (STTJ) ini melebarkan sayap ke bisnis kuliner. Sudah dua tahun Sochif membuka bisnis aqiqah dan kuliner sate.“Cita-cita saya memang punya usaha dari hulu ke hilir. Bukan ingin meraup semuanya, tapi di lini peternakan kita harus pandai melihat peluang,”tegasnya.

Warung sate miliknya tak jauh dari kandang. Kira-kira berjarak 100 meter. Warung dengan konsep kayu dan bambu sederhana itu berada di dalam perkampungan jauh dari jalan raya. Sochif memasarkan usaha kulinernya dari Facebook dan Instagram.

Baca juga:  Senang Tampil Santai dengan Gaya Tomboy

Dia memiliki konsumen dari berbagai kota. Mulai dari Kota Magelang, Pekalongan, Jakarta, hingga Mojokerto.  Dalam sehari, warungnya bisa menghabiskan satu ekor kambing. Sementara bisnis aqiqah sebulan memotong 40 sampai 45 ekor kambing.

“Paling nggak omzet aqiqah sebulan bisa Rp 50 sampai Rp 60 juta. Kalau dengan sate ya bisa di atas Rp 70 juta,” tuturnya.

Meski omzetnya menjanjikan, Sochif menegaskan, dalam beternak dan berbisnis kuliner tidak boleh hanya berfokus pada profit. Beternak domba harus dengan hati. Sebab, menurutnya hewan juga memiliki perasaan.

Punya niat kuat, keyakinan, konsistensi, dan tahan banting, menjadi syarat melakoni bisnis ini. Pasalnya, beternak bukan perkara mudah. Domba bisa sakit dan berujung kematian. Begitupun dengan bisnis kuliner yang bisa jadi dalam sehari nihil pelanggan.

Baca juga:  Manto, Montir Dokar di Kabupaten Magelang yang Masih Bertahan

“Bisnis sate kalau sehari belum ada yang beli, ya kudu tetap dilakoni. Kalau dapat pelanggan dan rasanya cocok, kan bisa dibaleni,” tutur Sochif. (rhy/lis)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya