alexametrics

Selesaikan 12 Juz, Butuh Waktu Sepuluh Tahun

Nur Hidayat Siba, Perajin Alquran Batu Marmer di Masjid Al-Muhtaram Kajen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Motivasinya hanya ingin berdedikasi untuk agama. Nur Hidayat Siba sedang mencicil menciptakan Alquran berbahan batu marmer. Sejak 2011, karya seninya itu baru rampung 12 juz.

NANANG RENDI AHMAD, Pekalongan, Radar Semarang

 KARYA SENI TINGGI: Nur Hidayat Siba menunjukkan Alquran batu marmer buatannya di Masjid Al Muhtaram, Kajen, Kabupaten Pekalongan. (kanan) Jamaah melihat-lihat Alquran batu marmer.  (FOTO-FOTO: NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KARYA SENI TINGGI: Nur Hidayat Siba menunjukkan Alquran batu marmer buatannya di Masjid Al Muhtaram, Kajen, Kabupaten Pekalongan. (kanan) Jamaah melihat-lihat Alquran batu marmer.
(FOTO-FOTO: NANANG RENDI AHMAD/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATU marmer bertuliskan ayat-ayat Alquran itu terpajang di serambi utara Masjid Al Muhtaram, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Bentuknya menyerupai lembaran-lembaran Alquran. Berukuran 60 x 90 sentimeter. Tebal 2 sentimeter.

Batu marmer itu dipajang sejajar memanjang. Ada yang ditata dengan gaya lain. Cukup menyita perhatian jamaah Masjid Al Muhtaram. Rabu (14/4), beberapa orang tengah memandangi Alquran batu marmer itu dari dekat.

Pembuat Alquran batu marmer itu adalah Nur Hidayat Siba. Pria ini juga pengurus takmir Masjid Al Muhtaram Kajen. Sehari-hari, ia bermatapencaharian sebagai perajin prasasti. Menerima jasa pembuatan prasasti pahatan untuk berbagai keperluan.

Baca juga:  Nasida Ria, Penampilan Ketiga di Jerman, dan Umur Panjang Kesuksesan

“Saya mulai membuatnya sejak 2011,” kata pria jebolan Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta ini.

Dengan obsesi tinggi, Hidayat membuat kerajinan itu dari bahan batu marmer alami. Ia merasa senang, karena ia sering melihat kerajinan itu dibaca-baca oleh jamaah dan anak-anak TPQ. “Ya, meski baru ada 12 juz,” ucap pria berjenggot ini.

Hidayat mengakui, lamanya merampungkan kerajinan itu karena berbagai kendala. Selain karena hal-hal teknis, juga karena masalah mood dan dana. Namun ia bertekad akan merampungkan membuat hingga 30 juz.

Awalnya, pembuatan kerajinan itu menggunakan dana pribadi. Lama-kelamaan, ada donasi dari banyak pihak. Hal itu yang membuat Hidayat makin semangat menuntaskan obsesinya.

Baca juga:  Tak Sekadar Taman Baca, Ada Latihan Menari dan Membuat Kerajinan

Untuk per lembarnya, kata Hidayat, butuh biaya Rp 1,7 juta. Itu jika menggunakan batu marmer dari Tulungagung. Jika marmer impor dari Italia, per lembarnya mencapai Rp 2,1 juta. “Jadi kalau 30 juz, bisa habis Rp 1 miliar,” katanya.

Awalnya, Hidayat butuh waktu sembilan hari untuk merampungkan satu lembar. Karena menggunakan alat yang masih tergolong manual. Tetapi beberapa tahun lalu, sejak mendapat bantuan alat cutting sticker, satu lembar hanya butuh waktu satu sampai dua hari.

Meski demikian, kesulitan tetap menghadang. Terutama, kata dia, masih saja ada huruf atau tanda baca yang kurang. “Kadang sudah dirasa kelar. Ketika diteliti lagi, ternyata ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Baca juga:  Gerakkan Pojok Baca, Setiap Pukul 06.00 Menulis di Blog

Jika selesai 30 juz, kata Hidayat, akan ada 620 lembar batu marmer. Maka berat total semua marmer ditaksir mencapai 14 ton. “Ya, Bismillah, doakan saja saya bisa merampungkannya,” harap dia.

Alquran dari batu marmer bikinan Hidayat itu mendapat apresiasi dari banyak orang. Salah satunya dari Eka Wahyu Prabowo. ASN Pemkab Pekalongan yang biasa salat di Masjid Al-Muhataram itu mengaku kagum dengan karya Hidayat. Ia bahkan berharap karya seni itu bisa menjadi ikon di Kabupaten Pekalongan.

“Ini luar biasa. Sepertinya pertama di Kabupaten Pekalongan,” pujinya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya