alexametrics

Targetkan Dua Kali Khatam Alquran, Wajib Salat Jamaah Tarawih

Melongok Kegiatan Ramadan Narapidana Rutan Demak

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Awal puasa Ramadan disambut gembira umat muslim di Kota Wali. Termasuk, para narapidana dan tahanan yang menempati sel Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Demak. Mereka antusias mengikuti kegiatan posonan di ruang tahanan.

Suasana religius tampak di Rutan Demak sejak memasuki bulan Ramadan. Selama puasa Ramadan, banyak kegiatan keagamaan digelar. Mulai khataman Alquran, wajib salat berjamaah, termasuk salat tarawih, serta digelar gema salawat, dan tadarusan.

Selama Ramadan, warga binaan yang kebagian membaca Alquran ditargetkan dapat khatam dua kali dalam sebulan. Mereka bersama-sama menyimak dan membaca kita suci umat Islam tersebut dengan penuh suka cita. Ramadan memberikan nuansa yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Fajar mengungkapkan, selama Ramadan ini kegiatan rutin yang dijalankan, antara lain tadarus Alquran mulai pukul 08.30 hingga 11.00. Kemudian, dilanjutkan kegiatan malam hari berupa salat tarawih dan tadarus Alquran lagi.

“Pokoknya banyak kegiatan religi yang dapat diikuti para napi maupun tahanan selama Ramadan ini,”ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, untuk mengaji Alquran banyak yang mengikuti. Karena itu, dilakukan pembagian sesuai napi yang ikut mengaji tersebut. “Karena memang tidak semua napi ikut mengaji,”katanya.

Untuk kegiatan buka dan sahur, pihak Rutan tetap menyediakan makanan dan minuman sesuai porsi yang ada, ditambah extra fooding untuk berbuka puasa. Protokol kesehatan (prokes) diterapkan dalam setiap kegiatan.

Kepala Rutan Demak Riski Burhanuddin menambahkan, puasa Ramadan memberikan secercah harapan bagi para napi dan tahanan. Mereka dapat memanfaatkan momentum Ramadan tersebut untuk menguatkan nilai-nilai ibadah melalui kegiatan kerohanian yang ada dalam rutan. “Kita ciptakan suasana yang kondusif dan religius dalam Ramadan ini,”ujar pria kelahiran Tegal, 19 November 1980 ini.

SUASANA RAMADAN: Para napi dan tahanan Rutan Demak sedang tadarus Alquran, dan salat tarawih berjamaah di awal Ramadan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Para napi dan tahanan Rutan Demak sedang tadarus Alquran, dan salat tarawih berjamaah di awal Ramadan. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

 

Dia menambahkan, pengelolaan Rutan Demak terus ditingkatkan. Termasuk bagaimana membangkitkan semangat para napi dan tahanan agar kembali menemukan jati dirinya menuju jalan yang benar.

Bagi Riski, rumah tahanan dianggap sebagai sebuah “Pesantren Kehidupan”. Sebab, di tempat itulah, para napi dan tahanan sehari-hari menjalani kehidupannya selama masa -masa penahanan atau selama menjalani pidana kurungan.

Di pesantren kehidupan itupula, lanjut dia, para napi digembleng dan dibekali dengan berbagai macam kegiatan, termasuk ilmu keagamaan, yang di dalamnya sekaligus menjadi sarana perbaikan diri maupun kesiapan mereka untuk kembali hidup di masyarakat, utamanya setelah mereka keluar dari Rutan nanti.

Selain menggalakkan saat berjamaah, pada hari-hari biasa, Rutan yang dihuni sebanyak 197 orang ini juga menjadwalkan kegiatan pembangunan mental spiritual. Di antaranya dengan cara mengaji Alquran bersama secara rutin dengan mendatangkan atau melibatkan para pembimbing (penyuluh) atau ustadz dari luar, utamanya dari Kementerian Agama setempat.

Ada pula ceramah keagamaan yang menyegarkan dan memotivasi dalam menjalani kehidupan. “Musala di Rutan tidak pernah sepi. Selalu ada salat jamaah dan mengaji. Apalagi saat Ramadan seperti ini. Kita semarakkan dengan kegiatan religi. Kita kembalikan image Rutan agar lebih baik lagi,”kata Riski. (hib/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer