alexametrics

Desain Baju Batik Disesuaikan Daya Beli Masyarakat

UMKM Wastra Batik Semarang Bertahan di Tengah Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membuat semua sektor ekonomi merugi. Termasuk UMKM. Berbagai upaya dilakukan agar bisnis tetap bertahan. Seperti yang dilakukan UMKM Wastra Batik Semarang.

UMKM memang menjadi andalan bangsa Indonesia. Sektor tersebut bahkan terbukti mampu bertahan menghadapi krisis ekonomi 1998 yang hampir memporak porandakan sektor usaha kala itu. Namun ketangguhan tersebut kembali diuji. Ketika menghadapi pandemi Covid-19. Dan secara tidak terduga, ketahanan UMKM tidak sekuat dulu ketika menghadapi krisis masa lalu. Hal inilah yang dirasakan Wastra Batik Semarang.

Owner Wastra Batik Olif Kinanthi mengakui, pandemi banyak berdampak pada UMKM. Terutama bidang fashion seperti yang digelutinya. Masyarakat yang lebih mementingkan pangan, memilih mengurangi belanja baju atau batik. Alhasil, penjualan menjadi turun drastis. “Bahkan pada tiga atau empat bulan pertama covid masuk ke Jateng, penjualan benar-benar sepi sekali,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021: Targetkan Business Matching Senilai US$65 Juta

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya pembatasan sosial. Tidak boleh adanya kerumunan membuat dirinya tidak bisa menggelar fashion show dan pameran. Padahal cara tersebut ampuh untuk mengenalkan desainnya kepada masyarakat. Selain itu, adanya refocusing anggaran pemerintah juga berdampak ke bisnisnya. Di mana anggaran yang terbatas membuat pesanan batik seragam para pegawai saat ini berkurang.

“Saking sepinya kita sempat mengurangi jumlah karyawan juga,” ujarnya.

Meskipun di tengah kondisi serba susah, Olif tetap memikirkan tanggung jawabnya sebagai pengusaha. Banyak karyawan dan keluarganya yang mengantungkan hidup pada usahanya. Didorong hal tersebut mau tidak mau dirinya harus bangkit. Dan mengambil tantangan untuk mulai berinovasi agar bisnis tetap dapat dilanjutkan. “Lagipula bukan hanya saya saja yang terdampak pandemi. Temannya banyak. Dari situ saya yakin Insya’ Allah ada jalan lagi untuk usaha saya,” katanya.

Baca juga:  Seleksi Ketat, Diampu Mantan Paspampres

Dirinya pun mulai menggagas desain baru fashion-nya. Dari semula hanya desain baju, dirinya mulai beranjak mendesain masker batik. Mengingat item tersebut banyak dicari saat pandemi. Selain itu, ia juga membuat batik dengan harga yang lebih terjangkau. Pasalnya, daya beli masyarakat hingga kini masih rendah. Karena dampak ekonomi akibat Covid-19.

“Kami harus menyesuaikan diri kalau mau bangkit. Sebab, kondisi sebelum pandemi tidak akan bisa terulang kembali,”ujarnya.

Hingga saat ini Olif mengaku masih terus berusaha sekuat tenaga untuk tetap bangkit. Ia optimistis dengan vaksinasi yang telah dilakukan, perlahan ekonomi dapat mulai pulih. Meskipun secara perlahan. Dirinya juga berharap semakin banyak perhatian pemerintah yang dapat membantu UMKM seperti dirinya untuk bisa bertahan dan bangkit dari pandemi Covid-19.

Baca juga:  200 UMKM Meriahkan Bazar Candisari

“Dan tentu saja semoga dengan situasi yang perlahan pulih, daya beli masyarakat juga bisa mulai bergairah,” harapnya.

Sementara itu, untuk menggairahkan kembali UMKM Jateng, Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono meminta pemerintah untuk tetap mempertahankan bantuan permodalan bagi para pelaku UMKM. Tujuannya, agar mereka tetap bisa mengembangkan usaha dan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Sehingga angka pengangguran dan ditekan. “UMKM belum leluasa bergerak karena keterbatasan modal. Makanya kita minta pemerintah tetap memertahankan bantuan permodalan,” ujar Ferry. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya