alexametrics

Harga Ditentukan Corak Bulu, Ada yang Laku Rp 20 Juta

Septiawan Prasetyo Nugroho, Peternak Musang Pandan Asal Magelang

Rekomendasi

Konsumennya sampai Luar Negeri, Punya 100 Reseller

RADARSEMARANG.ID, Vebrina Hania Cholily masih berstatus mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Namun jiwa bisnisnya sudah sangat menonjol. Bahkan, kini...

Salat Jenazah di Warung, Pelayat Diangkut Truk BPBD

RADARSEMARANG.ID, Banjir di Kelurahan Trimulyo, Genuk, Semarang belum juga surut. Jalan dan permukiman warga masih terendam. Dampaknya, aktivitas warga...

Sudah Terbitkan 70 Buku, Genre Keagamaan Paling Sulit

RADARSEMARANG.ID, Salah satu cara edukasi anak adalah melalui cerita. Siapa sangka di balik cerita yang baik ada seorang penulis...

RADARSEMARANG.ID, Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang terkenal sebagai sentra penghasil ikan tawar. Tak sedikit warga yang bekerja di sektor perikanan. Namun, Septiawan Prasetyo Nugroho memilih jalan berbeda. Alih-alih beternak ikan, dia justru beternak musang pandan.

BAU harum pandan menyeruak ketika Jawa Pos Radar Semarang memasuki area semi terbuka di halaman samping rumah Septiawan Prasetyo Nugroho pada Minggu (21/2) siang. Bau itu bukan berasal dari tanaman pandan, melainkan dari kawanan musang pandan yang diternak Septiawan.

Musang-musang milik Septiawan sebagian besar ditempatkan di kandang kayu dan bambu yang dibikin bersekat. Sebagian lagi di kandang besi. Satu kandang diisi seekor musang. Kecuali musang yang masih bayi, musang dewasa yang sedang dikawinkan, dan indukan dengan anak yang masih menyusu.

Wawan –sapaannya– tertarik pada musang pandan sejak 2008. Awalnya, hanya punya tiga ekor. Hasil membeli dari pemburu. Dia lantas menekuni dan menjadikannya sebagai usaha. Dari tiga ekor itu, kini Wawan memiliki 35 ekor musang pandan.

Ketika koran ini keliling melihat satu per satu hewan ini, mereka tampak tenang. Paling hanya menggerakkan kepala, dan memerlihatkan mata bulat mereka. Bahkan, ada yang tetap tenang dalam posisi tidurnya. Tidak ada yang bersuara. Keberadaan mereka tercium hanya dari baunya yang menyebar.

Wawan lantas mengeluarkan seekor musang pandan yang menurutnya paling jinak. Warnanya hitam, tapi tidak cukup pekat. Bau pandannya harum sekali. Kata Wawan, usianya 9 tahun.

Wawan menggendong hewan lucu itu, dan meletakkannya pada sebuah tiang setinggi kurang lebih 75 cm. Ketika Wawan mengeluarkan sebuah pisang, mulut si musang mangap-mangap. Menampakkan taring-taringnya yang tajam.

Ketika Wawan menggerak-gerakan pisang itu ke udara, si musang turut menggerakkan kepala dan badannya. Namun usai sepersekian detik, Wawan menyuapinya juga. Keduanya tampak bersahabat.

Menurut Wawan, merawat musang pandan sangatlah mudah. Bahkan, lebih mudah ketimbang merawat kucing. Terutama soal pakan.

Musang pandan tergolong pemakan segala. Wawan pun menyiapkan tiga jenis makanan. Untuk pakan sehari-hari, dia memberi nasi dengan campuran pakan anjing sebanyak tiga kali. Sebagai selingan, dia sesekali memberi daging dan buah.

“Buah apa saja doyan, tapi diutamakan yang manis. Minumnya air putih. Kalau dikasih susu bisa mencret. Kecuali yang masih bayi. Sampai usia tiga bulan harus diberi susu formula bayi untuk nutrisi,” kata Wawan kepada Jawa Pos Radar Semarang.

“Asupan tambahannya paling minyak ikan sebulan sekali. Atau obat cacing karena kadang cacingan,” imbuhnya.

Dengan asupan campuran nasi dan pakan anjing, dalam sehari Wawan hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu untuk semua musang pandan miliknya. Suatu nominal yang murah, dan tidak merepotkan. Padahal, harga jual musang pandan cukup menjanjikan.

Seekor musang pandan normal bisa laku hingga Rp 700 ribu. Sementara musang pandan dengan kelainan gen bisa terjual belasan hingga puluhan juta rupiah. Harga jual sefantastis itu tidak tergantung ukuran maupun usia. Namun lebih tergantung corak bulunya.

“Kalau yang punya corak warna putih bersih, bisa laku Rp 8 juta. Ada juga yang Rp 15 juta. Kalau yang ini Rp 8 juta,” ujar Wawan sembari menunjuk musang yang kaki belakangnya memiliki corak putih.

“Selain corak bulunya, harga jualnya bisa tinggi karena karakter dan anatomi tubuhnya. Ini kan ada kontesnya. Saya punya musang yang ditawar orang Rp 20 juta tapi belum saya kasih,” kata Wawan sambil nyengir.

Dalam setahun, Wawan bisa menjual hingga 10 ekor musang. Pelanggannya paling banyak dari Jakarta. Dia memasarkannya melalui grup pecinta musang di Facebook. Melihat prospeknya menjanjikan, Wawan bertekad mengembangkan peternakannya. (*/aro)

Terbaru

BRI Kembali Turunkan Suku Bunga Kredit, Simak Rinciannya!

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Pada pertengahan Februari lalu Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar...

Lainnya

Konsumennya sampai Luar Negeri, Punya 100 Reseller

RADARSEMARANG.ID, Vebrina Hania Cholily masih berstatus mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Namun jiwa bisnisnya sudah sangat menonjol. Bahkan, kini...

Diekspor sampai Jerman, Sekilo Laku Rp 500 Ribu

RADARSEMARANG.ID, Sejak pandemi Covid-19, bunga telang banyak diburu masyarakat. Bunga ini diklaim punya banyak khasiat. Melihat peluang ini, Ratmi...

Salat Jenazah di Warung, Pelayat Diangkut Truk BPBD

RADARSEMARANG.ID, Banjir di Kelurahan Trimulyo, Genuk, Semarang belum juga surut. Jalan dan permukiman warga masih terendam. Dampaknya, aktivitas warga...

Sudah Terbitkan 70 Buku, Genre Keagamaan Paling Sulit

RADARSEMARANG.ID, Salah satu cara edukasi anak adalah melalui cerita. Siapa sangka di balik cerita yang baik ada seorang penulis...

Semakin Asam Buah, Hasilkan Listrik Lebih Besar

RADARSEMARANG.ID,  Buah yang membusuk biasanya dibuang begitu saja. Namun di tangan empat mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip), limbah...

Jaga Mata Air, Tanam Pohon, dan Bangun Water Brotherhood

RADARSEMARANG.ID - Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang pada akhir Oktober lalu dianugerahi penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Utama oleh...

Film “Tanggal Tuo” Ceritakan Indahnya Berbagi di Situasi Sulit

RADARSEMARANG.ID, Berawal dari tugas kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), membulatkan tekad Arya Sandhi Nuzulal, untuk...

Belajar lewat Radio, Upacara di Depan Cermin

RADARSEMARANG.ID - Setiap pagi, Puja Pramudya Marta tetap berseragam sekolah. Celana biru, baju putih dengan tanda lokasi SMP Negeri...

Menarik

00:02:38

Tolak Omnibus Law, Buruh Datangi Gedung DPRD

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan buruh di Jawa Tengah dengan tegas menolak RUU Omnibus Law. Dengan membawa berbagai poster mereka...

Nasib Kotak Kosong di Tangan PPP

RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Seluruh calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan diperintahkan mendaftar di hari pertama, Jumat (4/9/2020). Khusus...

Registrasi, Skrining dan Pencatatan Vaksinasi Gunakan Aplikasi P-Care

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Petugas vaksinator Covid-19 diuntungkan dengan kehadiran Aplikasi Primary Care (P-Care) Vaksinasi. Aplikasi ini dirancang oleh Badan...

Paralayang Jateng Optimistis Bawa Pulang Tiga Emas PON Papua

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pengprov Paralayang Jateng terus melakukan persiapan untuk ajang PON Papua 2021. Setidaknya, Jateng bakal mengirimkan enam...

Pembelajaran Program Linear Seru dengan TPS

RADARSEMARANG.ID, BANYAK siswa di SMA Negeri 1 Kradenan yang beranggapan bahwa matematika itu pelajaran yang tidak menyenangkan, materi sulit...

Populer

Sembilan PTS di Jateng Direkomendasi Ditutup, Ini Penyebabnya

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Jateng direkomendasikan ditutup. Selain itu, sebagian lagi ada yang dimerger...

Tahanan Bisa Ikut Sumbang Kas Negara

RADARSEMARANG.ID, Batang - Kegiatan bimbingan kerja di Rutan Kelas IIB Rowobelang Batang ikut menyumbang pendapatan negara. Senin (1/3/2021) pagi,...

Pembebasan Lahan Jalan Tol Demak-Semarang Deadlock

RADARSEMARANG.ID, Demak - Pembebasan jalan tol Demak-Semarang belum tuntas. Audiensi lanjutan antara warga dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) di...

Masa Percobaan Selesai, Pria Ini Kembali Berulah Rusak Pot Bunga

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Indra W, 45, warga Kota Makassar kembali bikin ulah. Akhir Desember 2020, ia dinyatakan bersalah telah merusak...

Khawatir Digusur, Warga Karangjangkang Minta Perlindungan Wali Kota

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tak dapat menunjukkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), warga Karangjangkang, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, mendapat...