alexametrics

Pompa Ngadat Tersumbat Sampah, Bersihkan sambil Menyelam

Suka Duka Petugas Rumah Pompa saat Banjir Melanda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Saat banjir melanda Kota Semarang, keberadaan rumah pompa menjadi sorotan. Mesin penyedot air di rumah pompa ini bekerja 24 jam tanpa henti. Para operator di rumah pompa ini pun harus bekerja tak mengenal lelah.

Minggu (7/2/2021) siang, banjir di kawasan Kaligawe dan sekitarnya masih tinggi. Untuk mempercepat surutnya banjir, enam mesin di Rumah Pompa Kali Tenggang dihidupkan. Suara mesin menderu-deru. Namun tiba-tiba saja, satu mesin pompa ngadat. Slamet Yulianto, Koordinator Lapangan Rumah Pompa Air Kali Tenggang segera mengeceknya. Ternyata, mesin pompa tersebut ngadat lantaran tersumbat sampah. Saat itu, ia langsung memerintahkan anak buahnya turun ke air untuk membersihkan sampah yang menyumbat mesin pompa penyedot air.

“Yang menjadi kendala kami adalah sampah yang menyumbat saluran yang menuju mesin pompa. Ketika sampah itu masuk, petugas kami langsung turun ke air untuk membersihkannya. Kadang-kadang harus menyelam,” ujar Slamet kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakui, saat banjir besar Sabtu hingga kemarin, pihaknya harus kerja ekstra keras. Enam mesin pompa terus dinyalakan. Meski demikian, ternyata debit air terus naik. Apalagi hujan deras terus mengguyur. “Kami sudah berusaha maksimal, memang banjir masih terjadi. Karena kadang kala air yang kita sedot, kembali lagi ke jalan,” katanya.

Baca juga:  Kolonel Harry Setyawan Dikenal Pintar dan Penyayang

Slamet berharap, agar kerja mesin pompa bisa maksimal, ia meminta warga tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. “Kadang ada sampah kasur bekas, lemari, dan sebagainya. Yang paling banyak sampah plastik,” ujarnya

 KERJA KERAS: Dua petugas membersihkan sampah yang menyumbat mesin penyedot di rumah pompa Semarang Indah. (kanan) Rumah pompa Kali Tenggang beroperasi 24 jam. Inzet: Slamet Yulianto. (FAZER/ROSITA/AMELIA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dua petugas membersihkan sampah yang menyumbat mesin penyedot di rumah pompa Semarang Indah. (kanan) Rumah pompa Kali Tenggang beroperasi 24 jam. Inzet: Slamet Yulianto. (FAZER/ROSITA/AMELIA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Hal ini juga diakui oleh salah satu operator yang bekerja untuk membersihkan sampah, Wahyu Indrajati. “Kami kewalahan karena sampah-sampah ini” keluhnya.

Dikatakan, pada hari biasa, paling hanya satu pompa yang dinyalakan. Namun karena banjir besar, enam mesin di rumah pompa ini dinyalakan sekaligus.
“Sampah yang berbahaya kalau masuk ke saluran pompa adalah sampah kain, sampah kawat dan sampah kimia. Karena itu, bisa merusakkan,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, Rumah Pompa Kali Tenggang memiliki cakupan yang membentang dari wilayah Semarang Utara, Semarang Timur, Gayamsari, Pedurungan, hingga Pucanggading, Demak. Dalam satu jam, operasional rumah pompa ini memperlukan BBM hingga 40 liter, dengan debit air 2000 liter per detik.

Baca juga:  Hamil dengan Warga Tegal, Anak Nyaris Dijual Mertua

Para operator bekerja secara bergantian selama 24 jam dengan sistem sif. Mereka dibagi dua sif, pagi dan malam. “Ada tiga petugas saat sif pagi, dan empat petugas saat sif malam,” katanya.

Slamet mengakui, banjir pada Sabtu lalu merupakan banjir terparah sejak beberapa tahun terakhir. “Bila dibandingkan dengan banjir besar yang pernah terjadi sebelumnya, ini paling parah. Bahkan lebih besar dibandingkan dengan banjir tahun 2017,” ujarnya.

Ia mengeluhkan warga yang seringkali menyalahkan pengelola rumah pompa saat terjadi banjir. Padahal sebenarnya penyebab utama banjir adalah sampah yang dibuang sembarangan oleh warga. “Masyarakat sering menyalahkan, padahal tim kami sudah berusaha untuk membuat kondisi lebih baik,” keluh Slamet.

Selama banjir kemarin, operator Rumah Pompa di Semarang Indah juga bekerja ekstra. Empat mesin pompa dinyalakan semua untuk menyedot banjir kiriman dari sungai-sungai di Kota Semarang.

Abdul Chamid, petugas stasiun pompa pengendali banjir di Rumah Pompa Semarang Indah menuturkan, empat mesin pompa itu, tiga di antaranya berkapasitas besar, dan satu pompa kecil. Selama 24 jam dioperasikan, keempat mesin pompa diharapkan bisa menyurutkan genangan banjir di sejumlah titik di wilayah Semarang Barat. “Pompa di sini setiap hari diaktifkan untuk mencegah banjir kiriman yang lebih besar. Di sini terdapat tiga pompa yang bekerja selama 24 jam. Kapasitas serapanya 10 ribu liter per detik,” tuturnya

Baca juga:  Toko Plastik Terbakar, Pemilik Tewas Terjebak Kobaran Api di Bawah Tangga

Kendala yang dihadapi sama, yakni sampah yang menyumbat saringan pompa. “Permasalahan utama hanya sampah rumah tangga, saking banyaknya sampai menumpuk dan menutupi saringan pompa air, makanya air jadi lambat untuk dipompa karena saringannya kesumbat sampah rumah tangga,” ujar Abdul Chamid.

Karenanya, Stasiun Pompa Semarang Indah terus berkoordinasi dengan warga sekitar untuk melakukan pembersihan sampah yang menyumbat saluran air. “Saya berharap ke depannya semoga masyarakat jadi lebih peduli dan tidak membuang sampah ke sungai. Contohnya sekarang, saking banyaknya sampah, ketika hujan deras, pompa jadi tersumbat,” katanya. (mg1/mg2/mg4/den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya