alexametrics

Dilukis dengan Kuas, Pernah Dipamerkan di Arab Saudi

Kaji Habeb, Warga Magelang Kembangkan Batik Rajah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Berawal dari karya lukis yang pernah dibuat, Kaji Habeb mulai mengembangkan menjadi batik di selembar kain. Batik lukis itu dikenal sebagai batik rajah. Seperti apa?

Batik Rajah dibuat dengan cara dilukis secara langsung menggunakan kuas lukis. Biasanya disebut batik fine art.

Owner Batik Rajah Magelang Kaji Habeb mengatakan, inspirasi motif batik rajah berasal dari kekayaan di Kota Magelang, seperti alam, fauna, flora, termasuk seni dan budaya.

“Dengan dilihat dari sisi spiritual,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dengan motif yang ia buat dengan unsur spiritual, muncul nama Batik Rajah. Ia menjelaskan, nama rajah sendiri memiliki makna simbol.

“Kalau orang Jawa bilang, rajah itu jimat. Tapi menurut saya, rajah itu seperti simbol kebudayaan yang memiliki nilai seni dan artistik cukup tinggi,” ucapnya.

Baca juga:  “Kado Istimewa” Bagi UMKM Rembang, Angkat Produk Lokal

Motif batik rajah yang dibuat berasal dari pemikiran, inspirasi, dan ekspresinya. Ia mulai merintis bisnis batik rajah sejak 2015. Sebelumnya, ia sering membantu mendesain batik.

“Dulu waktu di Jogja sebelum punya bisnis sendiri, saya sering membantu bisnis batik teman untuk membuatkan desain batik. Apalagi keahlian saya seorang pelukis,” ujarnya saat ditemui di rumahnya Perum Bimasakti Regency, Magelang Utara.

Dengan desain motif batik rajah yang bersifat spiritual universal, ia berharap batik rajah dapat diterima tidak hanya di Magelang saja, tapi di luar Magelang hingga dunia internasional. Harga selembar batik rajah mulai Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah.

“Alhamdulillah, batik rajah pernah ikut pameran di mana-mana. Dan yang paling jauh pameran di Riyadh, Arab Saudi,” ucapnya.

Baca juga:  Tsaqiva Kinasih Gusti, Seniman Multitalenta

Untuk pembuatan motif batik rajah di selembar kain, biasanya memakan waktu sampai satu minggu. “Itu pun dengan tingkat kerumitan motif yang cukup tinggi. Sedangkan untuk motif yang biasa dan tidak cukup rumit, biasanya lima hari sudah selesai,” ujarnya.

Untuk membuat batik rajah, sebenarnya sama dengan proses pembuatan batik konvensional pada umumnya. Tapi yang membedakan di sini, untuk proses pembuatan motif dan pemberian warna menggunakan kuas lukis. “Bisa dibilang seperti orang nglukis, tapi di kain,” jelasnya sambil tersenyum.

Dalam pembuatan motif batik rajah, Kaji Habeb selalu melukis kainnya sendiri. Karyawan hanya memberikan warna. Karena ia sangat memprioritaskan kualitas dan motif yang dibuat akan selalu berbeda alias eksklusif.

Baca juga:  Rajin Pameran, Karyanya Banyak Raih Penghargaan

“Jadi, kalau mau mencari motif batik rajah yang sama itu tidak ada. Bisa dibilang batik rajah ini adalah batik yang limited edition. Karena tiap sekali membuat, hanya ada dua sampai tiga motif batik yang saya buat sama,” jelasnya.

Selain menjalankan bisnis batik rajah, Kaji Habeb masih aktif mengikuti pameran lukisan. Rencananya, pada Maret mendatang ia akan mengikuti pameran lukisan di Jogja. “Saya akan ikut pameran lukisan selama seminggu di Jogja,” ungkapnya. (rfk/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya