alexametrics

Pasien Menginap Gratis, Disediakan Mobil Antar-Jemput

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tanggal 4 Februari ini diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Tidak melihat usia dan status sosial. Keberadaan rumah singgah sangat penting bagi penderita kanker. Rumah singgah ini cukup membantu selama pengobatan pasien kanker.

Bagi pasien kanker di Jateng, keberadaan Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia Semarang sangat membantu. Sebab, mereka bisa menginap gratis di rumah singgah yang berada di Kompleks Puri Anjasmoro Blok O. 1 No 12A-15, Semarang ini selama menjalani kemoterapi atau pengobatan yang harus dilakukan cukup lama. Praktis, pasien kanker dari luar Semarang bisa tenang, dan tak perlu mengeluarkan biaya tempat tinggal.

Rumah singgah ini hanya menyediakan 10 kamar. Saat ini, masih dalam tahap renovasi untuk menambah fasilitas bagi pasien kanker. “Ada 10 kamar. Satu kamar untuk satu pasien dan keluarga pendampingnya satu orang,” jelas Pengelola Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia Semarang, Dian Indrasari kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengatakan, sebenarnya banyak pasien kanker yang ingin tinggal di sini. Tetapi karena kondisi yang terbatas, membuat tidak semua bisa masuk. Rumah singgah ini memprioritaskan pasien dewasa kanker mandiri, dan berasal dari luar Kota Semarang. Rumah singgah ini berfungsi menampung orang dengan kriteria seperti sedang perawatan rumah sakit yang tidak terlalu gawat, dan butuh tempat tinggal. “Rumah singgah Yayasan Kanker Indonesia Semarang ini diresmikan awal 2020, tapi baru resmi difungsikan Desember lalu,” ujarnya.

Dian menambahkan, untuk pasien yang menginap di rumah singgah tak perlu membayar. Pihaknya menyediakan mobil khusus untuk antar-jemput pasien dari RSUP dr Kariadi ke rumah singgah. Hal itu sebagai upaya untuk memudahkan pasien agar bisa fokus menjalani pengobatan. Selain itu, fasilitas di rumah singgah juga sangat memadai dan mengutamakan ketenangan dan kenyamanan pasien. “Kami kan hanya rumah singgah, jadi hanya untuk menginap saat pasien menjalani pengobatan atau kemoterapi rutin di rumah sakit,” katanya.

Baca juga:  Kabupaten Batang Tiadakan Apel, Ganti Pengecekan Kesehatan

Sejak dibuka Desember 2020, setidaknya sudah tujuh pasien kanker yang memanfaatkan rumah singgah ini. Mereka berasal dari Temanggung, Blora dan Grobogan. Para pasien kanker ini mengetahui keberadaan rumah singgah dari dokter rujukan atau lainnya. “Kami terbuka siapa saja pasien khusus kanker yang mau menginap boleh. Tapi memang terbatas, jadi tak semua bisa tertampung,” ujarnya.

Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Semarang ini juga mewanti-wanti agar masyarakat sadar kesehatan. Dalam banyak kasus, penderita kanker rata-rata kurang tanggap. Misalnya, jika terjadi pendarahan berhari-hari dibiarkan. Begitu diperiksakan sudah stadium berat.

“Sekecil apapun jika ada keluhan atau kondisi tak normal segera periksa. Kanker itu bisa disembuhkan, makanya deteksi dini agar bisa ditangani secepat mungkin,” katanya.

Keluarga pasien kanker, Suprapti, merasa terbantu dengan adanya Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia Semarang. Ia bisa lebih tenang karena tak harus mengeluarkan biaya menginap selama mengobati ibundanya, Sudariyah, yang menderita kanker servik. Selama hampir satu bulan, ia menginap di rumah singgah tersebut. “Ya, Alhamdulillah ada tempat menginap gratis. Nyaman karena fasilitas bagus, dan satu kamar hanya satu pasien,” ungkapnya.

Warga Parakan, Temanggung ini mendapatkan rujukan dari RS PKU Temanggung. Sang ibu yang menderita kanker servik harus rutin kemoterapi dan sinar di RSUP dr Kariadi Semarang. Selain gratis, ternyata selama tinggal di rumah singgah sangat nyaman. Pihak pengelola kerap mengajak bercengkrama dan memberikan motivasi agar selalu optimistis. “Sudah satu kali kemoterapi, dan 23 menjalani sinar. Sesuai jadwal 25 kali sinar, semoga ibu bisa segera sembuh,” harapnya.

Rumah singgah penderita kanker lainnya di Kota Semarang di bawah naungan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKi) Semarang. Rumah singgah ini terletak di Kompeks PJKA Jalan Kedung Jati No.4-6 RT1 RW.7, Randusari, Kota Semarang.

Baca juga:  Rika Sri Fadila, Srikandi Satpol Penegak Prokes

Kepala Cabang YKAKi Semarang Vita Mahaswari mengungkapkan, jika rumah singgah yang dipimpinnya itu tidak hanya berdiri di Kota Lunpia saja. Namun juga ada di Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Makassar, Riau, dan Manado. “Diinisiasi awalnya untuk para penderita kanker khusus anak,” ujar Vita kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Munculnya rumah singgah tersebut juga berawal dari kurangnya fasilitas penunjang bagi anak penderita kanker, dan keluarga mereka. Baik dalam proses rawat inap maupun rawat jalan. “Terutama bagi keluarga prasejahtera,” katanya.

Anak penderita kanker akan mengalami kondisi rentan, sehingga butuh penanganan yang tepat. Saat ini di YKAKi Semarang ada sembilan anak yang ditangani. Tiga dari mereka dirawat rumah sakit, dan enam sisanya berada di rumah singgah dalam perawatan YKAKi Semarang. Sebagian besar dari sembilan anak yang ditangani di rumah singgah itu mengidap kanker darah atau leukemia. “Sebagian besar memang leukemia,” ujarnya.

Mereka berasal dari Jawa Tengah bagian barat, salah-satunya dari Tegal. “Anak-anak yang kami tangani kebanyakan berusia SD,” terangnya.

Masing-masing anak dan keluarga yang menemani disediakan kamar sendiri-sendiri. Keluarga juga harus bertanggungjawab atas kebersihan dari tempat tidur mereka. Selain fasilitas kamar, di rumah singgah ini, anak-anak juga disediakan wahana permainan. Meski sederhana, namun mereka tampak senang.

Dikatakan, sebagian besar anak penderita kanker yang ditangani saat ini berawal dari pola makan yang kurang sehat. Banyak mengonsumsi makanan instan semakin mempercepat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh mereka.

“Karena pada dasarnya, setiap anak itu memiliki sel kanker, namun apakah berkembang atau tidak itu tergantung apa yang dimakan,” tuturnya.

Adapula dari mereka yang mengidap kanker karena faktor keturunan. “Misalnya, dari orangtua atau kakeknya ada yang mengidap kanker,” katanya.

Baca juga:  Belajar Otodidak, Paling Suka Tembang Jawa ”Lela Ledhung”

Makanan, lanjutnya, sangat menpengaruhi kondisi kesehatan seseorang, tidak terkecuali pada anak.

Menurut Vita, jumlah kasus baru skala nasional dan kematian anak yang mengidap kanker selalu meningkat. Seiring dengan banyaknya anak yang mengonsumsi makanan instan. Menurutnya, kematian pada anak penderita kanker bisa ditekan. Antara lain menggunakan metode makanan sehat, pengobatan yang baik, dan tentunya self healing.

Proses penyembuhan, lanjutnya, memang memakan waktu yang relatif lama. Sehingga akan berdampak kepada aktivitas mereka sehari-hari, salah satunya yakni sekolah. Di YKAKi Semarang, anak-anak tersebut juga mendapatkan fasilitas pendidikan dari pihak yayasan. Sehingga disamping proses penyembuhan berjalan, anak-anak tetap bisa dimunculkan kreativitas dan kemampuan mereka di dalam dunia pendidikan.

“Di dalam yayasan juga ada program ‘sekolah-ku’ yang menjalin komunikasi dengan sekolah asal anak dalam proses pembelajaran yang kami berikan,” bebernya.

Program tersebut diberikan secara gratis kepada anak yang ditangani yayasan tersebut. Anak-anak yang berada di rumah singgah juga harus didampingi orang tuanya. “Setiap hari, keluarga anak yang ada di rumah singgah hanya kami bebani pembayaran Rp 5.000 saja,” terangnya.

Adapun perbedaan penanganan dengan rumah sakit, yakni yayasan tersebut fokus terhadap pemulihan mental serta membangun self healing pada anak. “Jika di rumah sakit penanganan secara medis, kami dari sisi lain seperti self healing dan pendidikan,” katanya.

Menurutnya, penyembuhan kanker pada anak harus dilakukan dengan metode berbagai sisi. Sisi medis dan sisi mental. Pada masa pandemi seperti saat ini, tentu sangat riskan bagi anak pengidap kanker untuk beraktivitas di luar. Karena mereka memiliki komorbid atau penyakit bawaan tentu mereka rentan tertular Covid – 19. “Di dalam rumah singgah pun kita sangat membatasi keluarga dari anak yang mau menjenguk sebagai penerapan protokol kesehatan,” terangnya. (fth/ewb/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya