alexametrics

Bertahan di Tengah Pandemi, Kini Punya Dua Cabang

Tiga Wirausahawan Muda Semarang Padukan Bakmi dan Katsu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID –Bakmi dengan topping katsu. Inovasi kuliner ini diciptakan oleh Noer Cahyo Santoso, Adry Setyawan, dan Arnold Saputra. Ketiga alumni Universitas Diponegoro (Undip) ini membuka bisnis kuliner dengan nama ‘Baksu’ atau bakmi katsu. Seperti apa?

Warung Baksu bermula di Tembalang, Kota Semarang. Ide membuka warung ini spontan. Awalnya, Nur Cahyo Santoso yang senang berbisnis sejak kuliah ini nongkrong di Parjo Tembalang, warung bubur kacang ijo yang dimanajerinya sejak 2018. Saat itu, ia ngobrol dengan dua teman sekampusnya, Adry Setyawan dan Arnold Saputra.

“Awalnya, kami ingin buka usaha pempek, namun seiring waktu serta trial and error, akhirnya kami ganti konsep dan terbentuklah usaha ini pada 20 Februari 2020,” jelas Cahyo –sapaan akrabnya– kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Kini Diolah Jadi Manisan, Rendang, Risol, hingga Gulali

Ide menyatukan bakmi dan katsu sendiri muncul karena belum adanya pebisnis serupa, khususnya di Kota Semarang. “Kita berusaha cari hal yang berbeda. Topping ayam kan sudah biasa. Kita iseng coba pakai topping katsu, dan kita lakukan branding,” lanjut lulusan Administrasi Bisnis Undip ini.

Cahyo menuturkan, modal awal yang dikeluarkan untuk merintis usaha ini sekitar Rp 120 juta. Dari jumlah itu, 80 persen berasal dari kantong pribadi, sisanya 20 persen dari investor. Dari bisnisnya ini, ia mampu mengantongi omzet Rp 80 juta per bulan. Bahkan, kini ia sudah dapat membuka cabang kedua di Kedungmundu.

Baginya, ada beberapa hal yang menjadi tantangan saat menjalankan usaha, seperti sulitnya mencari SDM yang kompeten, banyaknya trial and error karena usahanya benar-benar baru, termasuk juga tantangan pandemi Covid-19. Meski begitu, usahanya tetap bisa bertahan.

Baca juga:  Inkha Rizqi Taqiyya Amalia, Bermusik sambil Berbisnis Camilan
INOVATIF: Noer Cahyo Santoso, Adry Setyawan, dan Arnold Saputra yang merintis usaha Baksu. (kanan)Baksu yang memadukan bakmi dan katsu. (MUHAMMAD FAZER MILENEO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Baksu yang memadukan bakmi dan katsu. (MUHAMMAD FAZER MILENEO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Kami buka usaha, sebulan langsung pandemi, market kami tiba-tiba turun drastis. Alhamdulillah walaupun usaha masih seumur jagung dan lahir di tengah pandemi, kami bisa bertahan, bahkan ekspansi dengan membuka outlet kedua,” kata pria yang pernah mendapatkan dana dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) pada 2017 silam. ini

Selain menyediakan bakmi yamin katsu yang menjadi andalan, tempat makan ini juga tersedia varian bakmi lain, di antaranya bakmi capcay, bakmi jamur, dan bakmi lada hitam. Ada juga menu kuliner lain, seperti nasi ayam lada hitam dan nasi goreng katsu.

Untuk mempromosikan warungnya, ia mengandalkan beragam cara. Mulai promosi mulut ke mulut, hingga menjadi mitra dengan Gojek dan Grab sembari membuat campaign atau promosi di sana. Di samping itu, dilakukan promosi melalui media sosial, misalnya dengan paid promote.

Baca juga:  Bakso Mbledoss Salatiga, Paling Favorit Lava, Buat Rame-Rame Ya Monster

Ke depannya, Cahyo dan partnernya ingin terus memajukan Baksu dengan melakukan banyak inovasi produk dan peningkatan mutu. Ia juga berpesan bagi mereka yang ingin merintis bisnis harus pandai membaca pasar serta berusaha menciptakan keunikan dari produknya.

“Buatlah bisnis yang produknya dicari banyak orang, marketnya besar, lalu ciptakan keunikan yang menjadi ciri khas produk kamu di situ. Merintis bisnis juga harus sabar dan tekun, seringkali banyak trial and error, jangan lupa juga cari mentor sesama pengusaha di bidang sejenis supaya kamu nggak banyak lakukan kesalahan” pesannya. (mg4/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya