alexametrics

Kuliner Berbasis Oat, Dijalankan di Sela Kuliah Daring

Pandemic Covid-19, Maula Nadia dan Novita Nurmaningdiyah Bisnis Makanan Sehat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pandemi Covid-19 bukan halangan untuk memulai bisnis. Seperti yang dilakukan Maula Nadia dan Novita Nurmaningdiyah. Dua mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) ini merintis bisnis kuliner sehat bernama Siduri. Seperti apa?

Sudah hampir setahun pandemi Covid-19 berlangsung. Selama itu, justru banyak orang yang membuka usaha kuliner untuk menambah penghasilan. Termasuk yang dilakukan Maula Nadia dan Novita Nurmaningdiyah. Sejak Juni 2020, keduanya merintis bisnis makanan sehat berbasis oat. Mereka memberi nama produknya itu Siduri atau Sumerian God of Happiness. Bisnis itu dijalankan di sela kuliah sistem daring.

Novita menjelaskan, awalnya bisnis Siduri dijalankan tiga orang. Namun ada seorang yang mundur. Praktis, bisnis ini tinggal dijalankan Maula Nadia dan dirinya.
Dikatakan mahasiswi jurusan Kesehatan Masyarakat Undip ini, Siduri itu akronim dari Sumerian God of Happiness atau dewi kebahagiaan sumeria, yang artinya untuk menyebarkan kebahagiaan lewat makanan sehat. Ia dan Nadia merintis bisnis Siduri dari rumah kos keduanya di Jalan Bukit Sari Raya Nomor 136 Sumurboto, Banyumanik.

Baca juga:  Warung Legendaris Omah Mie Batang, 51 Tahun Bertahan, jadi Langganan Pejabat
KREATIF: Maula Nadia dan Novita Nurmaningdiyah, serta produk Siduri yang siap dikirim ke konsumennya. (DOKUMEN PRIBADI)
Maula Nadia dan Novita Nurmaningdiyah, serta produk Siduri yang siap dikirim ke konsumennya. (DOKUMEN PRIBADI)

“Awalnya kami mau bikin bisnis makanan, tapi cari yang lagi dibutuhin sekarang, yaitu healthy food atau makanan sehat. Dari situ kita pingin aja cari yang beda, yang pakai bahan dasar oat, dan benefit buat kesehatan juga banyak sekali. Hingga akhirnya dipilih oat based healthy foods business ini,” jelas Novita kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (16/1)

Novita dan Nadia berkreasi membuat oat jadi lebih menarik, dan tetap sehat. Cocok dengan kondisi sekarang, pandemi Covid-19, di mana warga harus menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat.

Nadia menambahkan, benefit makan oat bagi kesehatan juga banyak, di antaranya sebagai sumber vitamin, mineral, serat, antioksidan, dapat menurunkan gula darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko penyakit jantung. “Selain itu, oat mengenyangkan, dan dapat membantu mengurangi berat badan, serta bagus untuk pencernaan juga,” beber mahasiswi jurusan Ilmu Kelautan Undip ini.

Baca juga:  Uang Hasil Jualan Stiker, Diserahkan ke Gubernur

Untuk semua oat yang dibuat, Novita dan Nadioa sama sekali tidak menambahkan gula atau pemanis tambahan. Semua serba alami. “Oat ini merupakan makanan yang mungkin sedikit asing di Semarang. Jadi, awalnya sedikit sulit untuk memperkenalkan hal baru ini, namun lama-lama warga mulai paham, kami juga melakukan edukasi,” katanya.

Untuk mempromosikan produk Siduri, saat ini keduanya masih mengandalkan media sosial Instagram. Selain itu, juga lewat getok tular alias dari mulut ke mulut.

Menu Siduri ada berbagai varian, antara lain OatMe dan OatBar. Oatme disajikan dalam jar 300ml dengan kreasi berbagai rasa buah dengan topping beragam sebagai gizi tambahannya. Variannya ada enam macam, yaitu Peanut Butter & Jelly, Strawberry Yoghurt, Choco Banana, Tropical Mango, Blueberry Cheescake dan Apple Cinnamon.
Sedangkan varian OatBar ada enam, yaitu Original, Very Berry, Dark Chocolate, dan Choconut. Harga OatMe Rp 32 ribu dan OatBar Rp 22 ribu. “Oatme awet disimpan di kulkas hingga tiga harian,” ujarnya.

Baca juga:  Generasi Kedua, Sehari Bisa Habis 40 Ekor

Untuk pemesanan oat, lanjut dia, sementara hanya membuka sistem pre order. Setiap hari open, tapi hanya membuka jasa delivery pada Selasa dan Sabtu. Selain itu, oat ini juga tersedia di beberapa kafe di kawasan Tembalang. Seperti Kafe Kopi Susu Bu Lurah dan Kafe Warga Lokal. “Penjualan Siduri sebulan bisa 50 sampai 100 jar,” akunya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya