alexametrics

Habiskan 70 Meter Galvalum, Berkali-kali Tangan Tersayat

Sujono, Seniman Magelang Membuat 101 Wayang dari Galvalum

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sujono, seniman asal Dusun Keron, Desa Krogowanan, Sawangan, Kabupaten Magelang membuat wayang unik. Bukan dari kertas kardus atau kulit sapi, tapi dari media galvalum. Ia membuat 100 tokoh wayang dan 1 gunungan dari bahan atap rumah ini.

Membuat wayang dari bahan logam, tentu tidak mudah. Mulai memotong hingga mengukir, termasuk saat mewarnai butuh kesabaran tinggi, dan ekstra hati-hati.

Ya, seniman asal Sawangan, Magelang ini memang membuat wayang dari bahan yang tidak biasa. Jika pada umumnya wayang dibuat dari kulit sapi atau kardus, Sujono justru membuatnya dari galvalum.
Saat ditemui di rumahnya, Sujono menceritakan, ide membuat wayang dari galvalum muncul secara sepintas. Ia mendapat pesanan dari temannya yang akan membuka wisata outdoor berkonsep budaya di Salaman, Magelang.

“Teman saya pesan untuk dibuatkan wayang yang bahannya kalau dipasang di outdoor kuat. Saya langsung terpikir membuatnya dari galvalum, karena selain kuat, juga antikarat” ujar pria 51 tahun ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Mulai Action, 50 Seniman Tampil di Omah Alas

Galvalum yang biasanya digunakan sebagai atap rumah disulap menjadi barang bernilai seni tinggi. Kata dia, selama membuat wayang dari galvalum tidak mengalami kendala. Meskipun baru kali pertama. Hanya saja tangannya sering terluka akibat sayatan galvalum yang lumayan tajam. Sehingga ia sangat hati-hati saat memotong maupun mengukir galvalum.

Untuk mengukir galvalum, Sujono memesan alat tatah ukir yang tingkat bajanya tinggi agar kuat. Untuk membuat 101 tokoh wayang dan gunungan, ia menghabiskan 70 meter galvalum yang memiliki ketebalan 0,3 milimeter. Sujono mendapatkan bahan tersebut di toko bahan bangunan di Magelang.

“Sistemnya borongan, teman saya bayar Rp 50 juta sudah terima beres, termasuk bahan saya yang cari,” jelas bapak dua anak ini.

Baca juga:  Budaya, Hindarkan dari Radikalisme

Sujono mengatakan, untuk pewarnaan wayang galvalum yang dibuat tidaklah sembarangan. Ia menggunakan cat mobil agar hasilnya bagus dan awet.
Ditambahkan, 100 tokoh wayang yang dibuat adalah tokoh dalam cerita Mahabarata. Karena beberapa karakter wayang yang hampir mirip, ia harus jeli. Agar karakter wayang yang dibuatnya mirip dengan aslinya, ia meminjam buku pewayangan dari kakaknya.

“Kebetulan kakak saya dalang wayang kulit. Saya pinjam buku tentang tokoh wayang Mahabarata serta meminta sarannya. Selain itu, agar bisa persis juga diperlukan feeling seorang seniman,” katanya.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (20/1/2021) lalu, ia mengaku telah menyelesaikan 75 tokoh wayang dan satu gunungan. Sujono mengerjakannya sejak November 2020. Selama membuat wayang galvalum itu, Sujono dibantu istri dan dua anaknya. Terutama dalam mewarnai wayang.

Baca juga:  Sering Dikira Sakit Jiwa, Manfaatkan Koper Kuno sebagai Media

Ia menargetkan akhir Januari ini wayang buatannya kelar. Sehingga bisa segera dipasang di lokasi wisata. Untuk penataan di lokasi wisata, Sujono nantinya akan mengonsep.
“Sebelum dipasang, rencananya akan ada kirab masal dengan membawa wayang galvalum ini ke lokasi wisata,” beber Sujono sambil tersenyum.

Berkat ide kreatifnya itu, Sujono pun menjadi buah bibir di media sosial. Bahkan sebuah pabrik galvalum di Surabaya mengontak dirinya untuk menawarkan kerja sama membuat galeri kesenian dari galvalum maupun tempat wisata dari galvalum. Ini untuk menunjukkan bahwa galvalum tidak sekadar bahan untuk atap rumah saja, tapi bisa menjadi barang seni.
“Kemarin sudah meeting lewat Zoom dengan pabrik galvalum di Surabaya. Mereka sudah setuju dengan ide galeri galvalum maupun tempat wisata galvalum. Tinggal menunggu kabar lanjutan dari mereka saja,” katanya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya