alexametrics

Bikin Piring Kayu, Sikat Gigi Kayu, hingga Sedotan Bambu

Salman Al Farisi, Bisnis sekaligus Edukasi Produk Ramah Lingkungan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Salman Al Farisi, sosok yang merintis bisnis produk ramah lingkungan. Usaha yang dirintis bersama teman-temannya ini memproduksi berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Ia mengusung nama brand Ecostar. Seperti apa?

Sejak kuliah di Universitas Diponegoro (Undip), Salman Al Farisi memang sudah aktif menyuarakan isu-isu lingkungan. Karena itulah, ia tercetus untuk merintis bisnis berbagai produk yang ramah lingkungan. Mulai produk pembersih seperti sabun dan hand sanitizer, hingga peralatan rumah tangga, seperti piring kayu, sikat gigi kayu, sedotan bambu, serta spons organik (loofah). Ia menggunakan nama brand Ecostar dalam bisnisnya.

“Bisnis ini saya rintis Februari 2020 lalu. Jadi, sudah hampir satu tahun,” kata Salman kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Ayu Sufitazzakiyah, Bisnis Sempolan

Salman mengakui, saat awal berbisnis, ia mengalami sejumlah kendala. Khususnya, kendala dalam pemasaran. Pasalnya, pangsa pasar produknya masih belum luas. Terbatas pada kalangan tertentu yang memang sudah memiliki edukasi terkait gaya hidup berkelanjutan.

“Masih rendah dibanding pangsa pasar lainnya. Ya, ini karena minim edukasi, serta ketertarikan dari masyarakat. Namun setidaknya minat masyarakat kini sudah bergerak ke arah yang lebih baik,” ujar alumnus Ilmu Pemerintahan FISIP Undip ini.

Tak hanya menjual produk, pihaknya juga gencar melakukan kampanye dan edukasi terkait isu lingkungan, gaya hidup keberlanjutan, ataupun cara-cara untuk membuat barang pembersih, seperti sabun atau sampo, dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan dari Ecostar dari toko yang menjual produk serupa.

Baca juga:  Retno Asmawati Pilih Bisnis Soto
 CINTA LINGKUNGAN: Salman Al Farisi. (kanan) Produk kebutuhan rumah tangga yang ramah lingkungan.(DOKUMEN PRIBADI)

Salman Al Farisi. (DOKUMEN PRIBADI)

“Selain memproduksi berbagai produk, kami juga melakukan kegiatan edukasi secara daring melalui forum meskipun skalanya masih kecil,” katanya.

Selain melakukan edukasi, untuk menjangkau konsumen secara lebih luas, ia juga berusaha menjalin hubungan dengan pelaku usaha serupa agar dapat membantu satu sama lain.

“Kami juga diperkuat dengan jejaring komunitas. Sehingga produk kami punya value, tidak hanya untuk berjualan. Namun untuk konteks berjejaring, dengan toko lain, kami juga membangun komunikasi, sehingga dengan sesama pelaku usaha ramah lingkungan kami bisa sedikit menguatkan,” bebernya.

Untuk membeli produk Ecostar, konsumen bisa memesannya via Tokopedia atau kontak langsung via WhatsApp yang tersedia pada Instagram @Ecostar_id.

Ke depannya, lanjut Salman, Ecostar akan mengembangkan produk baru serta program workshop lain. Ia berharap baik Ecostar ataupun bisnis lain yang serupa tetap bertahan, serta terus mengedukasi masyarakat agar beralih ke produk yang ramah lingkungan. “Semoga tetap survive, serta tidak berhenti dan lelah untuk mengedukasi masyarakat,” harapnya. (*/aro)

Baca juga:  Di saat Sakit Stroke, Gagasan dan Ide Seninya tetap Bergejolak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya