alexametrics

Manfaatkan Limbah Kayu, Siap Go Internasional

Jerawood Craft, UMKM di Magelang yang Justru Berkembang di Tengah Pandemi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Di tengah pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jerawood Craft di Magelang ini justru berkembang. Hal ini berkat inovasi pemiliknya, Erga Anggoro.

NAMANYA Alterga Edi Tri Anggoro. Namun ia biasa dipanggil Erga Anggoro. Dialah pemilik usaha Jerawood Craft. UMKM ini berdiri sejak 2019. Jerawood Craft merupakan usaha aneka kerajinan limbah kayu yang disulap menjadi produk bernilai jual tinggi. Ada speaker aktif, jam dinding, jam tangan, jam digital, kacamata, houseware, dan kitchenware berupa talenan yang semua produk berasal dari limbah kayu.

Setelah enam bulan belajar, pada 2020 Erga mulai serius merintis usaha Jerawood Craft. Meski begitu, ia mengaku sempat mengurungkan niatnya memasarkan produknya ketika pandemi Covid-19 kali pertama menyerang pada Maret 2020.

Baca juga:  Sejak Masuk SMA, Kantongi 14 Medali Emas dan 3 Perak

“Bulan Maret kami siap merilis produk, ternyata terhantam pandemi Covid-19, dan ada beberapa karyawan dirumahkan. Tapi, kami tetap mencoba memasarkan produk,” ucap pria yang tinggal di Kramat Selatan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang ini.

Dengan niat yang kuat, ia mencoba memasarkan produk speaker aktif dan jam dinding. Ternyata, banyak warga yang menanyakan, dan tertarik dengan produk dari Jerawood Craft.

KREATIF: Alterga Edi Tri Anggoro, pemilik Jerawood Craft saat menerima kunjungan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (kanan) Alterga Edi Tri Anggoro menunjukkan produk speaker aktif. (DOKUMENTASI)
Alterga Edi Tri Anggoro, pemilik Jerawood Craft saat menerima kunjungan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.(DOKUMENTASI)

“Pada awal pandemi, ternyata banyak warga yang membeli speaker. Mungkin sudah rezekinya, dan mungkin saat itu masyarakat sangat membutuhkan speaker untuk menemani hari-harinya saat WFH,” terangnya.

Untuk menambah basis pelanggan, ia mencoba memasarkan produknya melalui marketplace sembari mengamalkan ilmunya sebagai web developer internet marketing. Kini, produk Jerawood Craft sudah tersedia di tiga e-commerce dan di workshop gallery-nya. Untuk produk Jerawood Craft saat ini sudah tersedia galeri UKM Pasar Kotagede dan Bandara YIA, Kulonprogo.

Baca juga:  UMKM Go Internasional, Why Not?

“Alhamdulillah untuk omzet di kisaran Rp 15 juta-Rp 20 juta per bulan,” ucapnya.

Dalam membuat produk Jerawood Craft, alat produksi yang digunakan merupakan rakitannya sendiri. Dengan kecintaanya dalam merakit barang, membuat Erga merakit sendiri mesin produksinya. Selain lebih hemat biaya dibanding mengimpor mesin dari Tiongkok, penggunaan mesin ini mampu secara otomatis proses pembuatan produk jadi lebih presisi.

Mesin yang digunakan adalah mesin CNC atau Computer Numeric Control, yakni CNC laser engraver, CNC router, dan CNC 3D printer.
Selama hampir 11 bulan berjalan, banyak tawaran dari luar negeri seperti Texas, Malaysia dan Amerika. Ia berharap pada 2021 ini, produknya bisa mencapai pasar internasional. Agar produk lokal bisa berjaya sampai ke dunia.

Baca juga:  Bersih-Bersih sejak Subuh, Aksinya Menarik Perhatian Wali Kota

“Semoga saja bisa go international, serta bisa bersaing dengan pasar global,” harapnya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya