alexametrics

Berawal dari Musibah, Justru Menjadi Berkah

Muhammad Haris, Pelopor Ternak Tawon Lanceng di Kabupaten Magelang

Rekomendasi

Bikin Piring Kayu, Sikat Gigi Kayu, hingga Sedotan Bambu

RADARSEMARANG.ID, Salman Al Farisi, sosok yang merintis bisnis produk ramah lingkungan. Usaha yang dirintis bersama teman-temannya ini memproduksi berbagai...

Manfaatkan Limbah Kayu, Siap Go Internasional

RADARSEMARANG.ID, Di tengah pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jerawood Craft di Magelang ini justru berkembang. Hal...

RADARSEWARANG.ID, Muhammad Haris sukses beternak madu lanceng di Kabupaten Magelang. Selama pandemi Covid-19, madu lanceng banyak dicari warga, karena diyakini bisa menaikkan kekebalan tubuh.
LUQMAN SULISTIYAWAN, Magelang, Radar Semarang

PANTANG MENYERAH: Muhammad Haris menunjukkan madu tawon lanceng yang diproduksi. (kanan) Kebun milik Muhammad Haris yang digunakan untuk beternak tawon lanceng. (FOTO-FOTO:LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Muhammad Haris menunjukkan madu tawon lanceng yang diproduksi. (kanan) Kebun milik Muhammad Haris yang digunakan untuk beternak tawon lanceng. (FOTO-FOTO:LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MASIH memakai sarung dan kaus omblong, pagi itu Muhammad Haris menyambut Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya, Kebonrejo, Candimulyo, Kabupaten Magelang. Tampak di kakinya ada ada lilitan perban seperti ada bekas luka parah. Dengan raut wajah sumringah, ia bercerita, membangun usahanya tersebut bermula dari musibah kecelakaan yang dialami pada 2012. Kecelakaan itu mengakibatkan kakinya nyaris diamputasi, dan membuat istrinya meninggal.

Dikisahkan Haris, saat itu mentalnya drop. Selain karena istri meninggal, ia harus menghadapi kenyataan kakinya mengalami luka parah. Berbagai pengobatan telah dicoba di banyak tempat, mulai dokter maupun alternatif, namun tidak kunjung sembuh. Bahkan membuat harta bendanya habis.

Ia pun pasrah, seakan tidak ada harapan. Sampai suatu ketika seorang dokter di Rumah Sakit Tentara (RST) Magelang menyuruhnya untuk mencoba mengoleskan madu tawon lanceng di lukanya tersebut.
“Awalnya saya kira dokter tersebut hanya bercanda, tetapi saat itu saya tetap mencobanya,” kenang Haris.

Ia mencari tawon lanceng yang saat itu dianggap sebagai hewan tidak berguna, sehingga tidak ada yang memeliharanya. Awalnya, ia memelihara madu lanceng di enam kotak kandang dengan modal Rp 120 ribu. Dengan penuh kesabaran, ia mengikuti saran dokter tersebut. Setiap hari lukanya diolesi madu dari tawon lanceng yang dipelihara. Hingga sebuah keajaiban datang. Luka di kakinya berangsur membaik.

Haris pun semakin serius belajar cara beternak tawon lanceng. Karena berlatar belakang santri, ia bingung bagaimana beternak tawon lanceng yang benar. Ditambah pada 2014, belum ada tutorial ataupun materi beternak tawon lanceng di Indonesia. Meski begitu, Haris tak patah arang. Ia belajar tentang materi ternak tawon lanceng di media sosial memanfaatkan google translate. Karena Haris melihat di Malaysia ternak tawon lanceng cukup bagus.

Hingga suatu ketika di Facebook, ia berkenalan dengan Profesor Abu Hasan Jalil, pakar makrologi lanceng di Malaysia. Tanpa diduga, ia mengajukan dirinya untuk datang ke Indonesia guna mengajari Haris beternak lanceng secara gratis.

“Awalnya saya nolak, karena saya nggak punya uang untuk biaya belajar dan ongkos beliau ke Indonesia. Tapi di luar dugaan, beliau bilang tidak meminta bayaran bahkan ongkos ditanggung sendiri,” cerita Haris.

Selang beberapa waktu, Profesor Abu Hasan Jalil benar datang ke rumah Haris. Ia banyak mengajarkan ilmu kepada Haris. Titik balik pun terjadi. Berkat keuletan dan ketekunan, Haris mulai membuka usaha ternak lanceng yang dinamai “Gubug Lanceng.” Usahanya itu pun terus mengalami perkembangan, bahkan turut mempopulerkan tren beternak lanceng di Indonesia.

Meski telah berhasil, Haris tidak pelit ilmu. Ia sering mengajari orang yang ingin memelihara tawon lanceng, bahkan juga menyebarkannya di Youtube. Kini, Haris sudah memiliki 1.300 kotak kandang lanceng, dengan omzet ratusan juta rupiah. Ia menjual madu lanceng dari harga Rp 75 ribu hingga Rp 400 ribu tergantung ukuran botol. “Alhamdulillah yang beli ada yang datang langsung ke rumah ataupun secara online,” tuturnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjut dia, omzetnya justru naik tiga kali lipat dibandingkan biasanya. Ia bisa menjual madu lanceng sekitar 75 liter. Menurutnya, madu lanceng dicari di masa pandemi karena khasiatnya yang mengandung amino acid, serta kandungan lainnya yang cukup baik untuk kekebalan tubuh. Meski banyak dicari, Haris enggan untuk menaikkan harga. Karena tidak mau memanfaatkan kesulitan orang lain.

Haris juga kerap membagikan madunya tersebut ke rumah sakit di Magelang secara gratis untuk membantu kekebalan tubuh para tenaga medis. Sebagian hasil lancing, juga ia donasikan untuk yatim piatu serta kaum dhuafa. Haris enggan menerima bantuan dari mana pun, karena ia merasa ingin mandiri dan tidak ingin mempunyai mental meminta-minta.

“Dulu Pak Ganjar datang ke sini nawari saya, butuh bantuan apa? Tapi saya jawab butuh bantuan doa saja Pak. Saya nggak mau punya mental untuk meminta-minta, karena semua sudah diatur sama Yang Maha Kuasa,” katanya. (*/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Rusak Parah, Seperti Ini Kondisi Jembatan Bendosari Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Jembatan Bendosari yang menghubungkan antara Kelurahan Sadeng dengan Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Semarang rusak karena diterjang...

Lainnya

Bikin Piring Kayu, Sikat Gigi Kayu, hingga Sedotan Bambu

RADARSEMARANG.ID, Salman Al Farisi, sosok yang merintis bisnis produk ramah lingkungan. Usaha yang dirintis bersama teman-temannya ini memproduksi berbagai...

Manfaatkan Limbah Kayu, Siap Go Internasional

RADARSEMARANG.ID, Di tengah pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jerawood Craft di Magelang ini justru berkembang. Hal...

Paling Cerdas, Pernah Sekolah Penerbangan di New Zealand

RADARSEMARANG.ID, Awalnya, kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tak membuat keluarga cemas. Sebab, Captain Didik Gunardi adalah pilot NAM...

Dapat Sertifikat Barista, Buka Kedai Kopi di Penjara

RADARSEMARANG.ID, Tak kalah handal, 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Semarang atau Lapas Wanit Bulu siap menjadi peracik...

Punya BMT, Usaha Air Minum Isi Ulang hingga Persewaan Gedung

RADARSEMARANG.ID, Masjid An-Nur di Jalan Puspogiwang II No 9 Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat ini bisa menjadi contoh model...

Seperti Ini Kiprah Komunitas Sulbi yang Mengedukasi Anak Disabilitas

Relawan Komunitas Sulbi atau Sahabat Unik Luar Biasa memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap anak-anak penyandang disabilitas. Mereka selalu...

Amir Pernah Ancam Keluarga dengan Golok

RADARSEMARANG.ID, Khuzaeri dan Rokayah adalah mertua Amir, 35, pria yang nekat membakar diri bersama istri dan anaknya. Meski telah...

Jalan Kawasan Hutan jadi Mulus, Tunjang Aktivitas Warga Dua Kabupaten

RADARSEMARANG.ID, PT Semen Gresik Pabrik Rembang mengucurkan anggaran Rp 2,75 miliar untuk pembangunan akses jalan penghubung warga desa sekitar...

Suami Idap TBC, Istri Kena Stroke, Anak Putus Sekolah

RADARSEMARANG.ID, Siang itu di dalam rumah di Dusun Bangunsari RT 2 RW 7 Desa Badran Kecamatan Kranggan, terbaring lemas...

Sabet Emas di Singapura, setiap Hari Latihan Minimal Satu Jam

RADARSEMARANG.ID, Kecil-kecil cabe rawit. Meski masih kecil, prestasi anak-anak ini sudah melejit. Kelompok paduan suara Angelus Voice SD PL...

Permudah Pemasaran UMKM, Radius 500 Meter Gratis Ongkir

RADARSEMARANG.ID - Pandemi bukan berarti hanya berpangku tangan, apalagi hanya menunggu bantuan. Justru saatnya bergerak kreatif dan inovatif untuk...

Tiara Hanum Kembang Joyo, Atlet Renang Disabilitas Asal Kendal

Memiliki kekurangan tak menghalangi Tiara Hanum Kembang Joyo untuk meraih prestasi.  Penyandang disabilitas ini sudah memenangi lima nomor perlombaan...

Menarik

Hanya 10 Buku yang Dipinjam Selama Pandemi

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Meski belum membuka layanan umum, namun perpustakaan daerah memberikan akses kepada masyarakat yang sangat membutuhkan peminjaman...

Kolam Renang Grand Wahid Dibuka Kembali

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Kolam renang umum di Salatiga mulai dibuka. Namun penerapan protokol kesehatannya ekstra ketat. Baru kolam di...

Pastikan Tak Ada Peredaran Cabai yang Dicat

RADARSEMARANG.ID, Kajen - Polisi pastikan tidak ada cabai dicat yang diperjualbelikan di Pasar Induk Kajen. Pedagang berkomitmen akan berhati-hati dan...

356 Personel Amankan Nataru

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Sebanyak 356 personel gabungan dari Polres Magelang Kota, Kodim 0705/Magelang, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan Kota...

Pemerintah Subsidi Iuran JKN-KIS

RADARSEMARANG.ID, Magelang - Pemerintah tetap memberikan bantuan iuran kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Khususnya bagi segmen...

Populer

Kelezatan Pecel Keong Mbak Toen Tersiar hingga Malaysia

RADARSEMARANG.ID – Berbicara tentang nasi pecel, mungkin sudah biasa di telinga kita. Tetapi apa jadinya jika nasi pecel yang...
%d blogger menyukai ini: