alexametrics

Paling Cerdas, Pernah Sekolah Penerbangan di New Zealand

Captain Didik Gunardi, Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Mata Keluarga di Pekalongan

Rekomendasi

Manfaatkan Limbah Kayu, Siap Go Internasional

RADARSEMARANG.ID, Di tengah pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jerawood Craft di Magelang ini justru berkembang. Hal...

Berawal dari Musibah, Justru Menjadi Berkah

RADARSEWARANG.ID, Muhammad Haris sukses beternak madu lanceng di Kabupaten Magelang. Selama pandemi Covid-19, madu lanceng banyak dicari warga, karena...

Bikin Piring Kayu, Sikat Gigi Kayu, hingga Sedotan Bambu

RADARSEMARANG.ID, Salman Al Farisi, sosok yang merintis bisnis produk ramah lingkungan. Usaha yang dirintis bersama teman-temannya ini memproduksi berbagai...

RADARSEMARANG.ID, Awalnya, kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tak membuat keluarga cemas. Sebab, Captain Didik Gunardi adalah pilot NAM Air, anak perusahaan Sriwijaya Air. Ternyata Captain Didik ada di dalam SJ182 sebagai penumpang.

NANANG RENDI AHMAD, Pekalongan, Radar Semarang

RUMAH asal Captain Didik Gunardi di kampung halamannya Dukuh Besimahan, Desa Srinahan RT 11 RW 04, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan tengah ramai kunjungan orang. Tiba di sana, Minggu (10/1) siang, Jawa Pos Radar Semarang disambut Riyani, kakak ipar Didik. Katanya, Kepala Desa Srinahan Keswanto baru saja dari sana.

“Kami sedang bersiap-siap akan ke Bekasi. Ke tempat tinggal adik kami Didik Gunardi,” kata Riyani siang itu.

Jawa Pos Radar Semarang kemudian dipertemukan dengan Inda Gunawan, 58, suami Riyani atau kakak kandung Didik. Gunawan yang tengah menjamu tamu, segera menemui koran ini.

“Ya, Captain Didik Gunardi adik saya. Kami mendapat kabar, dia jadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182,” jelasnya.

Gunawan menceritakan, keluarga Pekalongan kali pertama mendapat kabar dari istri Didik di Bekasi, Ari Kartini. Captain Didik menjadi salah satu penumpang SJ182 dari Jakarta menuju ke Pontianak untuk mengambil pesawat.

Didik adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Sementara Inda Gunawan anak sulung. Mereka lahir dari pasangan Ruslani-Genduk Suherni. Ruslani merupakan mantan Kepala Desa Srinahan dua periode.

“Adik saya Didik Gunardi itu sosok paling cerdas di antara empat saudara kandungnya,” kenang Gunawan.

Masa kecil Didik dihabiskan di Desa Srinahan. Desa ini cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan, Kajen. Kurang lebih 12 kilometer ke arah barat dari Kajen.

Didik pernah bersekolah di SD Negeri 01 Kesesi, SMP Negeri 1 Kesesi, dan SMA Negeri 1 Pemalang. Selepas SMA, Didik sempat mendaftar Akademi Militer (Akmil). Namun tak ia teruskan. Ia memilih kuliah di Institut Sains dan Teknologi Akprind (IST Akprind) Jogjakarta. Namun hanya berjalan satu semester.

“Karena mendapat beasiswa dari Merpati Airlines untuk sekolah penerbangan di New Zealand. Dia memang membanggakan,” sambung Gunawan.

Setelah menyelesaikan pendidikan di New Zealand, Didik ditarik Merpati Airlines sebagai Co-Pilot. Didik kemudian menikah dengan Ari Kartini yang merupakan mantan pramugari Pelita Air.

Didik lama di Merpati Airlines hingga termasuk angkatan senior dan pangkatnya naik menjadi captain pilot.

Menurut Gunawan, Didik orang yang sangat loyal. Ketika banyak rekan-rekannya pindah ke maskapai lain karena Merpati tarancam kolaps dan tak terbang, Didik memilih tetap bertahan. Meskipun hanya bekerja di kantor.

“Pernah cerita kepada saya, alasannya karena dia merasa sudah disekolahkan oleh Merpati,” kata Gunawan.

Selain cerdas, lanjut Gunawan, masa remaja Didik penuh prestasi. Baik akademis maupun non-akademis. “Waktu SMP atau SMA dulu pernah terpilih di kesebelasan tim sepakbola sekolahnya,” ungkapnya.

Hingga sore kemarin, keluarga belum mengetahui kabar terbaru Didik. Namun, kata Gunawan, yang pasti Didik ada di dalam SJ182. “Namanya tercatat di dalam manifes penumpang,” jelasnya.

Didik lahir di Kabupaten Pekalongan pada 9 Mei 1972. Menikah dengan Ari Kartini, Didik dikaruniai lima anak. Yakni, Prisilia, 23, Berilnahda, 18, Meysya (SMP kelas 1), Nafiza Gunardi (SD kelas 2), dan Saka Gunardi, 2. (*/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Saling Berbagi Bersama Anak

RADARSEMARANG.ID - Begitu divonis positif Covid-19, saya langsung memutuskan isolasi mandiri. Berarti dua kali saya menjalaninya. Yang pertama, 28 Maret...

Lainnya

Bikin Piring Kayu, Sikat Gigi Kayu, hingga Sedotan Bambu

RADARSEMARANG.ID, Salman Al Farisi, sosok yang merintis bisnis produk ramah lingkungan. Usaha yang dirintis bersama teman-temannya ini memproduksi berbagai...

Manfaatkan Limbah Kayu, Siap Go Internasional

RADARSEMARANG.ID, Di tengah pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jerawood Craft di Magelang ini justru berkembang. Hal...

Berawal dari Musibah, Justru Menjadi Berkah

RADARSEWARANG.ID, Muhammad Haris sukses beternak madu lanceng di Kabupaten Magelang. Selama pandemi Covid-19, madu lanceng banyak dicari warga, karena...

Dapat Sertifikat Barista, Buka Kedai Kopi di Penjara

RADARSEMARANG.ID, Tak kalah handal, 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Semarang atau Lapas Wanit Bulu siap menjadi peracik...

Lepas Jabatan Direktur saat Menyusun Tesis

RADARSEMARANG.ID, Fandilla Susanti belum lama lalu dinobatkan sebagai wisudawati terbaik dalam wisuda secara daring pertama yang digelar Universitas Negeri...

Frandi Charisma, Angkat Kembali Tembakau Temanggung ke Pasaran

RADARSEMARANG.ID, Hidup dan dibesarkan di lingkungan petani tembakau, membuat Frandi Charisma ingin berbuat sesuatu untuk mereka. Lewat produk tembakau...

Hamil dengan Warga Tegal, Anak Nyaris Dijual Mertua

RADARSEMARANG.ID - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang saat ini masih menampung 12 deteni atau orang asing penghuni Rudenim. Dua di...

Perbanyak Porsi Latihan, Tiru Gaya Pidato Ayah

RADARSEMARANG.ID - Dua siswa SMP Islam Terpadu (IT) Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) yakni Agil Syafiq Al Mansur (kelas...

Sultan Trenggono Sempat Kirim Utusan Khatib Dayan Untuk Mengislamkan Sultan Suriansyah

RADARSEMARANG.ID-Kasultanan Demak Bintoro memilki hubungan erat dari sisi historis dengan Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Ini tak lepas dari perjuangan...

Titik Beratkan Karya Film yang Produktif dan Solutif

RADARSEMARANG.ID, Berawal dari tugas kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), membulatkan tekad Arya Sandhi Nuzulal, untuk...

Ajak Lansia tetap Bahagia dengan Kegiatan Positif

RADARSEMARANG.ID, Bagi Ester Karsini S.Th, hari tua harus tetap bermanfaat bagi orang lain. Anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI)...

Produksi 200 Liter per Pekan, Pemasaran sampai Jatim-Jabar

RADARSEMARANG.ID, Hand sanitizer menjadi barang mahal di tengah pandemi virus Covid-19. Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang (Upgris) Birizki...

Menarik

78.489 KK Terima Bansos Selama Tiga Bulan

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) telah menyalurkan bantuan sosial bagi...

Kado untuk HUT Kota Semarang dan Ultah Mbak Ita

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan wakilnya Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambut hangat tim Jawa Pos Radar...

Budayakan Bersalawat Setiap Hari dan Setiap Saat

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW digelar oleh seluruh pimpinan dan karyawan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (5/11/2020)....

Ribuan Santri Mulai Mondok di Ponpes Askhabul Kahfi, Kiai: Nangis Keno, Muleh Ora Keno

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Suasana khidmat mewarnai acara pemasrahan santri dari wali santri kepada pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Askhabul Kahfi...

Gelar Swab Test Gratis, Targetkan 144 Orang per Hari

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan segera menyediakan layanan swab test gratis di Rumah Sakit Umum Daerah...

Populer

Kelezatan Pecel Keong Mbak Toen Tersiar hingga Malaysia

RADARSEMARANG.ID – Berbicara tentang nasi pecel, mungkin sudah biasa di telinga kita. Tetapi apa jadinya jika nasi pecel yang...
%d blogger menyukai ini: