alexametrics

Tata Kota Harus Diperhatikan, Fasilitas Perlu Dibenahi

Mengikuti Acara Wilujengan Hari Jadi Kota Ungaran ke-37

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Tepat 20 Desember 2020 kemarin, Pemerintah Kabupaten Semarang merayakan Hari Jadi Kota Ungaran sebagai Ibukota Kabupaten Semarang ke-37. Tidak ada perayaan besar, hanya doa bersama guna mengucapkan syukur.

Perayaan Hari Jadi Kota Ungaran digelar sederhana tadi malam (20/12/2021). Pesertanya terbatas. Hanya 50 orang, karena memang masih suasana pandemi Covid-19. Bupati Semarang Mundjirin dan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Morutohening didaulat memotong tumpeng. Gelar doa bersama dan malam wilujengan itu digelar di Rumah Dinas Bupati Semarang.

Bupati Mundjirin mengatakan, pada hakekatnya hari jadi merupakan awal terbentuknya suatu daerah yang tidak dapat dipindahkan dari sejarah lokal. Tak hanya itu, cerminan kondisi kultural dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme, handarbeni dan memperkokoh kesadaran jatidiri berbangsa Indonesia juga menjadi pedoman.

Baca juga:  Impikan Desain Tata Kota Jakarta

Dikatakan, penetapan hari jadi harus menggugah dan menggelorakan semangat bagi warga Kabupaten Semarang. “Tentu perlu diperingati untuk merefleksikan atau merepresentasikan peristiwa-peristiwa bagi kepentingan pembangunan dalam era globalisasi ini,”ungkapnya.

Menurut Mundjirin, Kota Ungaran sebagai Ibukota Kabupaten Semarang dinilai telah banyak prestasi yang diraih. Namun pihaknya menegaskan masih banyak yang perlu diselesaikan. Ia mengungkapkan meskipun masih di usia muda. Kota Ungaran mempunyai fasilitas kota yang representatif dan memadai.

“Dapat kita lihat, tumbuhnya permukiman baru, semakin majunya fasilitas perekonomian dan perdagangan berupa sarana ataupun prasarana pertokoan. Apalagi banyaknya objek wisata,” katanya.

Saat ini, ia menekankan pada peningkatan pelayanan masyarakat, terutama pada pelayanan yang lebih murah, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tak hanya itu, orang nomor satu di Kabupaten Semarang pun menegaskan fungsi pemerintah, bukan sebagai pelaku pembangunan, namun sebagai fasilitator pembangunan.

Baca juga:  Dibuat Gantungan Kunci, Dompet, Tas hingga Lukisan

Hal senada diungkapkan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Suko Mardiono. Pihaknya memastikan seluruh dinas siap melayani masyarakat, termasuk jika memang harus jemput bola. “Kami akan terus meningkatkan pelayanan untuk masyarakat. Dan tentu kebijakan Bupati Semarang harus kami jalankan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Morutohening mengingatkan pemkab untuk terus menata Kota Ungaran. Terutama di persoalan tata kota. Semakin bertambahnya penduduknya, tentu pemkab harus lebih jeli saat pembangunan.

Dikatakan, Ungaran Barat sudah tidak bisa lagi diadakan pembangunan, karena memang sebagai lahan hijau. Pengembangan pembangunan sendiri bisa dilakukan di Ungaran sisi timur. “Harapannya bisa lebih tertata lagi. Fasilitas yang belum memadai ya dilengkapi. Suasana pun juga harus kondusif,” katanya.

Baca juga:  Saking Jujurnya, sampai Tak Punya Rumah dan Tanah

Wakil DPRD Kabupaten Semarang Nurul Huda menambahkan, ke depan Kota Ungaran dituntut untuk menjadi lebih baik dan maju. Di Ungaran, kata dia, semua infrastruktur yang ada harus menjadi inspirasi kecamatan lain yang ada di Kabupaten Semarang. “Harus menjadi spirit,” tegasnya. (ria/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya