alexametrics

Hasilkan Delapan Buku Cerpen, Dirikan Rumah Baca Mc Ganz

Amarylisse Magnifizia CG, Siswi SMAN 1 Magelang Penerima AKI 2020

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Pelajar asal Kota Magelang, Amarylisse Magnifizia Cesare Ganz, baru saja menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2020. Ia mendapat pin emas dan hadiah uang tunai Rp 35 juta.

Kiprah Rere —sapaan akrab Amarylisse Magnifizia Cesare Ganz—sebagai penulis diakui tingkat nasional. Sejak masih duduk di bangku SD, ia menjuarai kompetisi menulis cerita pendek. Acara ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namanya masuk dalam daftar 30 pemenang karya sastra terbaik dalam acara Penganugerahan Apresiasi Sastra Siswa Sekolah Dasar tahun 2016.

Saat ini, remaja kelahiran 7 Januari 2005 ini sudah berstatus sebagai siswi SMA Negeri 1 Kota Magelang. Meski disibukkan dengan kegiatan sekolah, Rere konsisten menulis. Sampai sekarang sudah punya delapan buku kumpulan cerpen. Dia juga mendirikan Rumah Baca Mc Ganz di rumahnya—Kampung Ngembik Kidul, Magelang Utara, Kota Magelang sejak 2014. Di sinilah, Rere mengajak anak-anak di lingkungan sekitar untuk belajar literasi.

Baca juga:  Selalu Disemangati Tetangga dan Tenaga Kesehatan

Inilah yang melatarbelakangi Rere mendapat Anugerah Kebudayaan Indonesia 2020 dari Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kategori penulis anak dan remaja.

Rere termasuk dari 33 nama penerima dari delapan kategori yang ada. Di antaranya, gelar tanda kehormatan dari Presiden RI terdiri atas kategori Maha Putera Bintang Budaya Paramadharma, dan Satyalencana Kebudayaan. Kemudian penghargaan dari Mendikbud RI meliputi kategori pencipta, pelopor, dan pembaru; pelestari, anak dan remaja; komunitas; maestro seni tradisional, dan perorangan asing.

Rere tidak menyangka, mendapatkan kesempatan ini. Dirinya sulit menggambarkan perasaannya. “Senang dan bahagia banget, sekaligus jadi cambuk bagi saya untuk melakukan lebih dari ini, dan berbagi dengan sesama,” tutur Rere usai menerima penghargaan di Aula Disdikbud Kota Magelang, Rabu, (2/12).

Dia mengatakan, uang pembinaan yang diterima akan ditabung. Selebihnya akan digunakan untuk mengembangkan rumah bacanya. “Karena di rumah baca, teman-teman yang bergabung tidak hanya melulu membaca. Ada kegiatan di luar ruangan untuk mengembangkan literasi, supaya punya banyak ide untuk menuangkannya dalam tulisan,” tuturnya.

Baca juga:  Bantu Warga Terdampak Covid sekaligus Ramaikan Kafe

Putri pasangan Agus By dan Wien Irawati ini akan terus mencintai literasi. Ia tidak tertarik menikmati masa mudanya dengan banyak bermain, seperti anak muda pada umumnya.

“Saat masih bisa berpikir kritis dan punya banyak waktu, kenapa nggak berbuat sesuatu yang lebih dan bermanfaat untuk tua nanti,” ujar penulis buku berjudul Gadis Cilik di Kursi Roda ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Agus Sujito turut bangga atas prestasi Rere. Di mata Agus, Rere merupakan generasi emas yang harus didukung. Peran Rere dalam menumbuhkan budaya literasi di Kota Magelang sangat besar. Rere bisa menjadi contoh anak muda lainnya. “Anak-anak sekarang banyak yang malas membaca, kita butuh anak-anak seperti Rere ini agar bisa mengajak teman-temannya mencintai literasi,” ungkapnya.

Baca juga:  Tujuh Tahun Cuci Darah, Stres Berat saat Positif Covid

Koordinator AKI 2020 yang juga Pamong Budaya Ahli Muda Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Dwiana Hercahyani menyebut Rere layak mendapat AKI. Sejak usia 5 tahun, Rere dianggap konsisten dalam dunia literasi.

Dikatakan, sebenarnya banyak penulis cilik dan remaja di Indonesia. Namun tahun ini hanya lima penulis anak dan remaja di Indonesia yang mendapatkan penghargaan ini. Yakni Kota Magelang, Sukoharjo, Jogjakarta, Lombok, dan Banjarmasin. Dia berharap kepada pemerintah daerah setempat untuk mendampingi dan mengawal prestasi para aset bangsa tersebut.

“Kita ada banyak anak seperti Rere ini yang bisa lebih berkembang lagi. Harapan kita Rere jadi inspirasi di Kota Magelang,” ungkapnya.

Menurut Dwi, salah satu penentu majunya kebudayaan adalah dari literasi. Untuk itu, harus menjadi perhatian bersama. (put/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya