alexametrics

Sebulan Sekali Mendaki, Sudah Sambangi Semua Gunung di Jateng

Lebih Dekat dengan Komunitas Pendaki Gunung Marger Kota Magelang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID –  Sejumlah pemuda yang hobi mendaki gunung di Kota Magelang tergabung dalam Komunitas Mager. Komunitas yang berdiri tiga tahun lalu ini pernah menyambangi hampir semua gunung di Jateng.

Mendaki gunung hobi yang menyenangkan. Dengan mendaki gunung, kita bisa menikmati keindahan alam. Itulah yang dirasakan Micko Aditya, pendiri komunitas pendaki gunung Mager Kota Magelang.

Micko Aditya sebagai ketua sekaligus pendiri komunitas ini menjelaskan, nama Mager diambil dari kota asal para anggota tinggal, yakni Magelang. Lalu ditambah dengan kata ‘hikers’ yang memiliki makna sebagai pejalan kaki yang mungkin pas dengan cara mendaki gunung.

“Sekarang anggota Mager ada 30 orang. Tidak menutup kemungkinan bisa bertambah anggota. Khususnya bagi warga Magelang yang mempunyai hobi naik gunung, tapi selalu sendiri dan butuh teman bisa bergabung dengan kami,” kata Micko kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca juga:  Dijuluki Prabu Luqman, Mendongeng Sembuhkan Trauma

Di Komunitas Mager, untuk sementara kegiatannya hanya mendaki. Untuk kegiatan yang lain, seperti bakti sosial belum ada.

“Sebenarnya kami ingin mengadakan, tapi berhubung anggota yang aktif cuma sedikit, maka sering tertunda terus. Selain itu, dikarenakan faktor pekerjaan juga menjadi kendala. Tapi, dalam pendakian, siapapun orang yang sekiranya perlu atau butuh bantuan dan kami mampu, maka kami akan langsung bantu tanpa disuruh,” tegasnya.

Micko menjelaskan, Mager sangat terbuka dengan siapapun. Jika ada yang berminat bergabung ke Mager, bisa langsung datang ke basecamp. “Basecamp kami berada di Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.”

Ia mengakui, bersama Komunitas Mager, sudah pernah menyambangi hampir semua gunung di Jawa Tengah. “Kami juga ada keinginan untuk mencoba naik gunung di luar Jawa Tengah. Tapi karena kondisi belum memungkinkan, hal ini kami tunda terlebih dahulu,” ujarnya

Baca juga:  Manfaatkan Sepeda Bekas, Jadi Sarana Transportasi saat Rob Melanda

Selama pandemi, kegiatan mendaki dikurangi terlebih dahulu. Sebab, kondisi yang tidak memungkinkan dan masih terlalu rawan. “Padahal dulu sebelum ada pandemi, sebulan sekali ada agenda naik gunung,” ucapnya.

Dikatakan, tujuan adanya Komunitas Mager agar bisa menjadi wadah para pecinta naik gunung, khususnya di Kota Magelang. Dengan mendaki gunung bisa mempererat persaudaraan antarpecinta naik gunung.

“Menurut kami mendaki gunung tidak hanya untuk mencapai puncak. Tapi, bagaimana caranya bisa menikmati perjalanan. Dan mendaki gunung itu, harus saling menghormati dan menghargai kepada sesama pendaki maupun dengan alam sekitar,” jelas Micko saat menceritakan pengalaman mendaki gunung.

Micko berharap, ke depannya Komunitas Mager semakin solid, tambah kompak, tidak lepas dari persaudaraan. Sebagai sebuah komunitas yang baru tiga tahun berdiri, ia berharap Mager tetap mengedepankan kepedulian terhadap sesama. Semakin tambah besar dan semoga bisa menjalin hubungan baik antarkomunitas pendaki yang lain. (cr1/aro)

Baca juga:  Kapten Timnas Boking Tukang Bakso dan Gerobaknya

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya