alexametrics

Orang Tua Tak Setuju, Main Bola Sembunyi-Sembunyi

Dwi Purwanti, Penggerak Sepak Bola Perempuan Magelang

Rekomendasi

Durian Kreyo sudah Dipesan sejak di Pohon

RADARSEMARANG.ID -Musim durian telah datang. Waktunya para pecinta berburu buah beraroma harum ini. Di Jateng, banyak varietas durian unggul...

Habiskan 70 Meter Galvalum, Berkali-kali Tangan Tersayat

RADARSEMARANG.ID, Sujono, seniman asal Dusun Keron, Desa Krogowanan, Sawangan, Kabupaten Magelang membuat wayang unik. Bukan dari kertas kardus atau...

Tak Pernah Marah, Selalu Sempatkan Waktu untuk Anak

RADARSEMARANG.ID, Jenazah Kapten Didik Gunardi, pilot NAM Air, penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami kecelakaan, kemarin dimakamkan di...

RADARSEMARANG.ID – Gadis ini melalui masa kecil dengan bermain sepak bola. Kenangan bola plastik, sepasang sandal penanda gawang, serta kumandang azan magrib tanda berakhirnya permainan masih lekat di ingatannya. Dialah Dwi Purwanti, perempuan Magelang yang begitu menggilai sepak bola.

Ketika kompetisi sepak bola masih berjalan, ia sesekali menonton pertandingan PSIS di Stadion Moch. Soebroto Magelang. Tidak jarang, ia menyaksikan sepak bola sampai Jogjakarta. Menonton PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, maupun PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida.

Dwi bukan suporter klub tertentu. Dwi hanya suka sepak bola. Ia menikmati permainan di lapangan. Kadang menjadi penonton, kadang menjadi pemain. Meskipun masih amatir.

Cerita bermula ketika Dwi masih SMP. Pada suatu gelaran class meeting, ia memprotes ketua OSIS karena pertandingan sepak bola hanya untuk sepak bola putra. Ia pun mendorong sepak bola putri turut dikompetisikan.

Usianya kini 25 tahun. Namun, tentang sepak bola, tidak ada yang berubah darinya. Dwi masih mencintai si kulit bundar. Hobi bermain sepak bola masih ia lanjutkan. Bahkan, ia menjadi salah satu penggerak sepak bola perempuan di wilayah Magelang.

“Sering nribun tho, Mbak. Nah, penonton atau suporter di tribun itu kan kadang maki-maki pemain di lapangan kalau mainnya jelek. Dari situ saya penasaran, gimana kalau saya ada di posisi pemain. Itu salah satu alasan saya ingin main bola. Saya suka tantangan,” kata Dwi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/11) petang.

Gadis yang kini menjadi pegawai Tata Usaha (TU) SMP Negeri 8 Magelang itu bahkan mendirikan klub sepak bola perempuan pada 2018 lalu. Namanya Ratu Kota FC. Tim sepak bola perempuan ini tidak hanya mewakili Magelang. Namun, meliputi wilayah Kedu, seperti Purworejo dan Temanggung.

Dwi melakukan ini karena hobi. Selain itu, ia ingin menghidupkan sepak bola di Magelang. Terutama sepak bola perempuan. Menurut Dwi, sudah saatnya sepak bola perempuan berani tampil.

Akan tetapi, perjalanan Dwi dalam menikmati sepak bola tidak mudah. Beberapa kali diremehkan. Menurutnya, masih banyak orang beranggapan perempuan tidak bisa bermain sepak bola. Bahkan, orang tuanya tidak seratus persen setuju dengan jalan yang ia tempuh. Hingga kini, terkadang Dwi masih bermain sepak bola secara sembunyi-sembunyi.
“Dulu pernah cedera engkel. Gara-gara itu, sepatu sepak bola diumpetin.Tapi saya nggak kapok. Tetap main bola, usaha minjam sepatu ke teman,” kenangnya.

“Sampai sekarang orang tua nggak mau nonton saya main. Ibu nggak mau lihat saya jatuh di lapangan. Kadang ingin ditonton keluarga seperti teman-teman. Tapi ya sudah lah. Nanti kalau saya dilanggar njuk ibu nonton dan marah ke pemain lawan kan malah repot,” katanya lantas tertawa.

Dwi bermain sepak bola dari lapangan ke lapangan. Antarkota antarkabupaten. Ia sering ikut kompetisi antarkampung (tarkam). Posisinya adalah center back. Pemain bertahan.
“Yang paling berkesan adalah ketika Ratu Kota juara 3 di Piala Pertiwi Jawa Tengah 2019,” kenangnya.

Bagi Dwi, sepak bola memberi banyak nilai positif. Terutama soal kebersamaan dan kerja sama tim. Ia pun belum berpikir berhenti dari dunia ini. Malah, ia sedang bersiap-siap mengikuti lisensi wasit pada Desember mendatang.(mg3/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Tekanan Darah Tinggi, Wali Kota Salatiga Batal Divaksin Pertama

RADARSEMARANG.ID, Salatiga -  Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat menjadi orang pertama di kota Salatiga yang di suntik vaksin sinovac. Seharusnya...

Lainnya

Durian Kreyo sudah Dipesan sejak di Pohon

RADARSEMARANG.ID -Musim durian telah datang. Waktunya para pecinta berburu buah beraroma harum ini. Di Jateng, banyak varietas durian unggul...

Habiskan 70 Meter Galvalum, Berkali-kali Tangan Tersayat

RADARSEMARANG.ID, Sujono, seniman asal Dusun Keron, Desa Krogowanan, Sawangan, Kabupaten Magelang membuat wayang unik. Bukan dari kertas kardus atau...

Tak Pernah Marah, Selalu Sempatkan Waktu untuk Anak

RADARSEMARANG.ID, Jenazah Kapten Didik Gunardi, pilot NAM Air, penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami kecelakaan, kemarin dimakamkan di...

Bikin Piring Kayu, Sikat Gigi Kayu, hingga Sedotan Bambu

RADARSEMARANG.ID, Salman Al Farisi, sosok yang merintis bisnis produk ramah lingkungan. Usaha yang dirintis bersama teman-temannya ini memproduksi berbagai...

Bersepeda Cara Ampuh Usir Stres

RADARSEMARANG.ID, Bersepeda identik dengan busana ketat dan menggunakan sepatu SPD (Shimano Pedaling Dynamics). Namun hal tersebut tidak dijumpai pada...

Atap Serambi Bisa Dibuka, Dilengkapi Replika Hajar Aswad

RADARSEMARANG.ID, Kampung Warna-Warni di Tidar Campur RT 01 RW 01, Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang miliki ikon baru. Yakni,...

Usung Tagline Hari-Hari Penuh Berkah, Satu Jam Ludes

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi Covid-19, kepedulian sosial warga cenderung meningkat. Warga saling bantu, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Ini ditunjukkan...

Tetap Santun dan Rajin Beribadah di Sela Latihan Mandiri

RADARSEMARANG.ID, Bagi penggemar PSIS pasti familliar dengan Muhammad Ridwan. Penyerang muda ini memang langsung menyedot perhatian dan memiliki basis...

Uang Pensiunan Rp 2,4 Juta, Kini Jadi Ojek Online

RADARSEMARANG.ID - Hari ini, 5 Oktober, sebagai Hari Tentara Nasional (TNI). Saat HUT ke-75 ini, rupanya tak sedikit purnawiran TNI...

Sebulan Sekali Mendaki, Sudah Sambangi Semua Gunung di Jateng

RADARSEMARANG.ID -  Sejumlah pemuda yang hobi mendaki gunung di Kota Magelang tergabung dalam Komunitas Mager. Komunitas yang berdiri tiga...

Selalu Disemangati Tetangga dan Tenaga Kesehatan

RADARSEMARANG.ID - Budi Siswanto, 67, pasien positif Covid-19 asal Kota Magelang membagikan pengalamannya berjuang sembuh melawan virus mematikan itu....

Bantaran dan Tempat Sampah Disulap Jadi Kebun Sayur

RADARSEMARANG.ID - Pertanian perkotaan (urban farming) menjamur di sejumlah tempat. Bertani tak sudah menjadi gaya hidup. Alternatif lumbung pangan...

Menarik

Wisatawan Butuh Plesiran yang Aman

RADARSEMARANG.ID, Mungkid – Gairah destinasi wisata di Jawa Tengah terus dibangkitkan. Namun harus memenuhi kriteria bersih, indah, sehat dan aman...

Tebing 50 Meter Longsor, Tiga Hektare Lahan Bawang Terdampak

RADARSEMARANG.ID, Batang - Bencana longsor dan banjir bandang terjadi di Dukuh Pranten Desa Pranten Kecamatan Bawang, Jumat (17/4/2020). Usai...

Sering Diomeli Mertua, Suami Ditinggalkan

RADARSEMARANG.ID,- Menikah harusnya bisa menyatukan dua pemikiran. Namun sifat egois menjadi alasan biduk rumah tangga ambyar. Begitulah nasib Lady...

Enni Eko Wiyanti, Resign dari Bank, Bisnis Kuliner

RADARSEMARANG.ID - Tekad yang kuat mengantarkan Enni Eko Wiyanti menjadi pengusaha kuliner. Meski orang tuanya menginginkan dirinya menjadi PNS,...

Terapkan Sidang Online, Tersangka Video Call di Ruang Khusus

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kebijakan siding secara daring kembali diperlakukan terhadap perkara tindak pidana umum (Tipidum), mulai tahap II atau...

Populer

Kisah Pilu Dewi Firdauz, Ibu yang Digugat Anaknya Gara-Gara Toyota Fortuner

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kasus anak menggugat ibu kandung yang dialami Dewi Firdauz, 50, menimbulkan banyak simpati dari masyarakat. Dukungan...
%d blogger menyukai ini: