alexametrics

Banyak Manfaat Bagi Kesehatan, Sudah Dikirim hingga Jepang

Ibu-Ibu Warga Jrobang, Ngesrep, Semarang Produksi Teh Daun Kelor

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Daun kelor adalah daun yang istimewa. Di dunia, daun kelor dikenal sebagai miracle tree. Karena kandungan gizinya luar biasa. Tapi di Indonesia, kelor masih dilekati dengan citra sebagai semak penghalau setan.

WHO telah menobatkan kelor sebagai tanaman ajaib. Kandungan nutrisi yang cukup tinggi menjadikan daun kelor memiliki sifat fungsional bagi kesehatan serta mengatasi kekurangan nutrisi.

Hal ini dimanfaatkan oleh ibu-ibu di Kampung Jrobang RW 8, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik dengan menyulap daun kelor menjadi teh. Mereka tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sayuri.

Awalnya, pada 2012 di Kampung Jrobang banyak tanah kapling untuk investasi. Tapi pada waktu itu tidak terawat oleh pemiliknya dan dibiarkan mangkrak, sehingga banyak ilalang tumbuh subur dan lebat.

“Jika ilalang sudah tumbuh lebat, warga kerja bakti untuk membersihkannya agar binatang liar seperti ular tidak berkembang biak,” ujar E. Uli Setiandari, Ketua KWT Sayuri Kampung Jrobang.

Baca juga:  Arliza Aprilia Ningtyas, Keluar dari Zona Nyaman

Kemudian pada 2015, ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Sayuri mengusulkan penanaman daun kelor di wilayah Jrobang. Alasan memilih daun kelor, lantaran tanaman ini banyak manfaatnya, sementara proses penanamannya relatif mudah dan bisa hidup di daerah tropis.

Produk yang dibuat oleh warga Jrobang yakni teh daun kelor. Ada tiga jenis teh daun kelor yang dibuat, yakni kelor celup, kelor kepyur dan bubuk kelor. Teh daun kelor produksi warga ini dikemas cantik. Mereka juga sudah menjualnya ke masyarakat.

Harga teh daun kelor cukup terjangkau, mulai Rp 20 ribu hingga Rp 45 ribu. “Untuk teh kelor celup kami hargai Rp 20 ribu, teh kelor kepyur 20 gram harga Rp 17 ribu, dan untuk teh kelor bubuk 50 gram harga Rp 45 ribu,” bebernya.

Baca juga:  30 Pegawai Dinkes Ikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana

Uli menjelaskan, banyak manfaat teh daun kelor. Mulai memperlancar pencernaan, menurunkan kolesterol, menyehatkan jantung, antidiabetes, menjaga berat badan, antikanker hingga menjaga kesehatan tulang.

“Teh daun kelor memiliki kandungan protein 2x lebih banyak dari pada kedelai, 6x lebih banyak dari vitamin C pada jeruk, 4x lebih banyak dari kalsium pada susu dan masih banyak lagi kandungannya,” jelasnya.

Untuk proses pembuatan teh daun kelor, dari memetik daun sampai pengeringan butuh waktu sampai tiga sampai empat hari. Ia mengaku sudah pernah menerima pesanan teh daun kelor dari Jakarta, Lampung, dan Jogja. Bahkan sebuah kafe di Jepang pernah minta dikirimi produk teh daun kelor Sayuri.

Baca juga:  Tak Sesuai Target, Puskesmas Bugangan Mangkrak

Uli mengatakan, sekarang dengan sudah banyaknya bangunan di Jrobang, penanaman dan budidaya kelor memanfaatkan lahan kosong di halaman rumah milik warga RW 8.

“Banyak warga RW 8 yang mengizinkan halamannya untuk ditanami tanaman kelor. Terutama ibu-ibu yang tergabung di KWT Sayuri,” ucapnya

Jumlah anggota KWT Sayuri saat ini 10 orang yang diketuai oleh E Uli Setiandari. Ke depannya, ia ingin mengembangkan produk daun kelor agar lebih maju. Misalnya, dibuat kue brownis atau makanan dari daun kelor. Sehingga ini dapat membantu menjadi lebih berkembang dengan penambahan variasi produk baru.
“Saya berharap apa yang dilakukan KWT Sayuri bisa menjadi contoh pengembangan ekonomi warga di Kota Semarang,” harapnya. (cr1/aro)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya