alexametrics

Rutin Berbagi Setiap Jumat Sore melalui Program Centelan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Warga RW 2 Kelurahan Gayamsari punya cara tersendiri untuk membantu sesama di masa pandemi ini. Mereka rutin berbagi sembako melalui program centelan.

Woro Budi Setyaki atau biasa dipanggil Bu Win, pengurus Kagama sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan Cantelan berbagi ini mengatakan, cantelan berbagi berdiri sejak 19 Juli lalu. Program ini merupakan inisiasi dari Kagama (Keluarga Alumni Gajah Mada).

Konsepnya sederhana. Yang mampu silahkan membantu seikhlasnya dan dicentelkan pada paku yang disediakan. Sedangkan warga kurang mampu yang terdampak Covid-19, silahkan mengambil bantuan sesuai yang mereka butuhkan.

Awalnya program ini berjalan setiap hari untuk dua RT saja. Yakni RT 6 dan RT 7. Yang memang menjadi lokasi tempat papan cantelan berbagi berada. Warga dapat menyumbang dan mengambil setiap hari. Namun seiiring berjalannya waktu, hal ini dirasa kurang efektif. Pasalnya warga yang membutuhkan mengaku bahan bantuan mereka menumpuk. Malah membusuk tidak termanfaatkan dengan baik. Sehingga esensi berbagi justru berbalik menjadi membuang-buang makanan. Alhasil evaluasi pun dilakukan. Pengurus akhirnya memutuskan untuk menyelenggarakan seminggu sekali. Yakni tiap Jumat sore.

“Karena menumpuk mereka tidak mengambil bantuan lagi. Lalu bantuan yang terus berdatangan mau diambil siapa. Inilah yang memutuskan kami dengan melakukan cantelan berbagi pada hari Jumat sore saja,” ujarnya.

Baca juga:  Olah Sampah Kain jadi Pot Cantik

Pun dengan kepesertaan. Pandemi yang bekepanjangan membuat warga terdampak semakin banyak. Dan ia melihat di RT lainnya pun ada warga terdampak. Yang memang membutuhkan bantuan. Alhasil, Bu Win pun berinisatif meluaskan program ini ke tingkat RW. Sehingga saat ini tidak hanya dua RT yang berpartisipasi. Tapi semua RT di RW 2 boleh menyumbang dan mengambil sembako dari cantelan berbagi.

Sementara itu, terkait jenis bantuan, Win mengaku bentuknya bermacam-macam. Warga mampu dapat menyumbang apapun seikhlasnya. Bisa barang seperti sembako dan sayuran atau bisa juga uang. Semua dikumpulkan kepada pengurus. Nantinya untuk jenis uang, pengurus akan membelanjakannya untuk bahan bantuan ke toko warga sekitar. Sehingga sekalian dapat membantu roda bisnis warga sekitar. Ketika dibagikan pun tidak semua besek berisi bantuan yang sama. Satu sama lain berbeda. Meskipun nilai ekonomisnya tetap sama. “Jadi kadang besek satu ada sayuran, yang lain tidak. Intinya bagi warga yang ingin memilih ya mereka harus datang gasik (lebih awal dari lainnya),” tuturnya.

Baca juga:  Kirab Sam Poo Tay Djien Ditiadakan

Tiga, empat besek dibawa tiap orang secara bolak-balik menuju sebuah papan dari balok kayu berukuran 3/5 sentimeter. Dengan tinggi sekitar tiga meter dan lebar dua meter. Di salah satu sisinya tertanam sekitar 50 paku. Di atas papan itu tertulis “Siapapun silahkan sedekah, Bagi yang membutuhkan boleh ambil satu paket, Cantelan RW 2 Kelurahan Gayamsari” katanya.

Setelah selesai terlihat ada total 50 besek yang dibawa. 35 di antaranya dicentelkan (dipasang pada paku). Sisanya diletakkan berjejer di bawah. Sedikit mengintip di dalamnya terdapat bahan sembako. Seperti beras, minyak, teh, gula, mie instan, garam dan sayur.

Melihat hal tersebut warga pun antusias. Mereka mulai berkumpul dan berbaris. Para pengurus langsung memberikan imbauan agar warga dapat merenggangkan barisan. Guna menjamin pelaksanaan jaga jarak untuk menghindari persebaran Covid-19. Setelahnya, warga pun mulai dipanggil sesuai barisan. Mereka lalu diberikan hand sanitizer. Diperkenankan untuk memilih besek pilihan mereka. Setelah itu, bahan pokok yang ada pada besek pilihan dipindahkan ke tas belanja mereka. Biasanya dari plastik kresek. Begitu seterusnya. Pembagian sembako dalam besek pun berjalan lancar. Warga tidak saling berebut. Ketika selesai, mereka mengucapkan terimakasih kepada para pengurus yang mengakomodasi bantuan untuk mereka.

Baca juga:  Outbond Tidak Sekadar Bersenang-Senang

Dengan adanya cantelan berbagi, pihaknya mengaku banyak nilai yang diberikan pada warga. Selain menumbuhkan tenggang rasa antar warga, program ini juga mengajarkan mereka untuk bekerja keras dan ikhlas. Ingin yang terbaik ya harus datang awal. Kalau tidak ya harus ikhlas menerima bantuan apa saja yang tersisa. Begitupun dengan jenis bantuan yang diberikan dalam bentuk mentah. Ini semua tak lepas dari niat agar warga dapat memasak sendiri. Sehingga lebih menghargai rezeki yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa. “Besek pun kita ada nilainya. Agar warga tidak menggunakan lagi sampah plastik yang selama ini selalu jadi bahan pencemar lingkungan di Indonesia,” katanya.

“Ya saya berharap cantelan berbagi ini dapat merekatkan masyarakat. Kalau bisa dilanjutkan meskipun pandemi sudah berlalu. Tapi jangan sering-sering juga. Biar masyarakat tidak njagakke (ketergantungan, red) terus,” pungkasnya. (bas) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya