alexametrics

Cover Koreografi Blackpink, Pernah Tampil di Depan Dubes Korsel

Lebih Dekat dengan Komunitas Dance Cover K-Pop Dancing Girls Semarang

Baca Lainnya

Sebulan Sekali Mendaki, Sudah Sambangi Semua Gunung di Jateng

RADARSEMARANG.ID, Sejumlah pemuda yang hobi mendaki gunung di Kota Magelang tergabung dalam Komunitas Mager. Komunitas yang berdiri tiga tahun...

Bidik Konsumen Milenial, Ada Es Krim Jamu

RADARSEMARANG.ID, Selama ini jamu identik dengan kalangan tua. Namun Makuta Jamu Kafe mencoba membidik konsumen milenial. Di kafe ini,...

Hilangkan Jenuh, para Relawan Mendongeng

RADARSEMARANG.ID - Relawan di lokasi pengungsian Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, mengisi kegiatan trauma healing dengan cara mendongeng. Kegiatan ini...

RADARSEMARANG.ID – Musik K-Pop semakin ramai diminati generasi milenial Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Komunitas Dance Cover K-Pop pun bermunculan. Salah satunya Dancing Girls Semarang.

Dulu dance cover K-Pop kerap dianggap sebelah mata. Namun Komunitas Dancing Girls Semarang berhasil menampik cap negatif tersebut dengan terus berkarya.

Andi, koordinator sekaligus kakak dari salah satu founder Dancing Girls bercerita, komunitas ini terbentuk karena keisengan semata. Mulanya, tiga gadis remaja tanggung bernama Ayu, Ratna, dan Destria mengikuti kompetisi dance di Mal Ciputra Semarang pada 2013. Setelah kompetisi selesai, Andi melihat ada potensi yang dapat dikembangkan dari kelompok dance tersebut.

“Waktu itu tiga founder-nya masih SMP. Mereka satu sekolah. Memang dari dulu mereka suka menari dan suka K-Pop. Saya rasa, sayang banget kalau tidak dikembangkan jadi komunitas yang lebih besar,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di basecamp latihannya di GOR Tri Lomba Juang.

Ia mengaku, dirinya dahulu pernah tergabung dalam komunitas dance cover juga. Dari pengalamannya itu, ia ingin membantu mengembangkan Dancing Girls menjadi komunitas yang lebih profesional.

“Komunitas ini memang awalnya cuma untuk seru-seruan aja. Buat mewadahi adik-adik perempuan yang suka K-Pop dan nge-dance. Alhamdulillah sekarang nggak cuma nge-dance buat hobi aja, tapi buat perform, konten media sosial, dan kompetisi juga,” ungkap pria 27 tahun ini.

Seiring berjalannya waktu, anggota komunitas ini terus bertambah. Kini, total anggotanya sebanyak 15 orang. Ia menerangkan, kegiatan utama para member adalah latihan dance cover bersama. Mereka sering meng-cover koreografi lagu beberapa girlband asal Korea Selatan, seperti SNSD, Twice, ITZI, hingga Blackpink. Tak jarang mereka meng-cover koreografi boyband juga.

Andi menjelaskan, semua anggota Dancing Girls sudah memiliki basic dance. Jadi, tidak perlu belajar teknik menari dari nol.

“Semisal mau meng-cover lagunya Blackpink. Kami membentuk tim kecil terdiri atas empat orang, karena anggota Blackpink ada empat. Kemudian berlatih sendiri-sendiri melalui video sesuai dengan peran yang dipilih. Semisal milih jadi Lisa (anggota Blackpink), ya nanti ngikutin gerakannya. Nanti pas ketemu, tinggal menyamakan detail gerakan aja,” paparnya.

Komunitas Dancing Girls, lanjutnya, awalnya mulai tampil di depan publik untuk lomba-lomba saja. Menurutnya, kala itu Dancing Girls tidak selalu menjadi juara. Seusai kompetisi, mereka selalu mengadakan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan.

“Kami punya motto ‘pantang menyerah’. Kalau pas lomba ternyata kalah, kami selalu evaluasi. Apakah dance-nya kurang, kostumnya kurang, atau materinya kurang. Alhamdulillah penampilan berikutnya bisa jadi lebih baik,” bebernya.

Lambat laun, permintaan job pun berdatangan. Mereka diminta untuk tampil dalam berbagai acara. Tentunya mendapatkan honor secara profesional. Baginya, peran media sosial sangatlah berpengaruh bagi karir Dancing Girls.

“Kami mulai dikenal masyarakat terutama Semarang pas meng-cover koreo dance lagu milik Blackpink berjudul Kill This Love 2019. Waktu itu saya upload di Instagram Dancing Girls. Saya tag beberapa akun Instagram dengan followers banyak. Nggak nyangka, postingan kami di-repost sana-sini. Sejak itu, kami mulai mendapat banyak tawaran job,” ujarnya.

Dancing Girls, sambungnya, juga mulai berkiprah di media Youtube. Andi mengaku, video penampilan Dancing Girls meng-cover koreografi girlband Twice telah mencapai 80 ribu viewers. Mereka pun dilirik oleh Komunitas K-Pop dance cover asal Jakarta dengan akun Instagram @kpopdancecover_id untuk melakukan project bersama.

“Awal tahun ini, kami diberi project untuk mengumpulkan dancer dan K-popers Semarang. Kami diminta melakukan dance cover masal koreo milik girlband Everglow dan direkam. Dancing Girls diperbolehkan memublikasi video project tersebut di media sosial kami. Nggak nyangka, konten kami di-posting ulang di feeds Instagram milik Wali Kota Semarang Pak Hendi. Ini menjadi suatu apresiasi bagi kami,” katanya bangga.

Lebih dari itu, mereka pernah diundang untuk tampil di depan Duta Besar (Dubes) Korea Selatan untuk Indonesia. Semua itu berawal dari undangan jamuan makan siang bersama sang dubes saat mengunjungi Kota Semarang. Salah satu member menghadiri acara tersebut. “Setelah itu, hubungan kami dengan pihak kedutaan masih berlanjut,” ujarnya.

Pascapertemuan itu, lanjut dia, Dancing Girls dihubungi kembali dan diminta untuk tampil dalam acara pembukaan pabrik tekstil baru asal Korea Selatan di Brebes. “Di sana ada Pak Dubes dan staf-stafnya. Kami juga bertemu Jang Hansol, pemilik channel Youtuber Korea Reomit,” ujarnya.

Bagi mereka, berkesempatan untuk tampil di hadapan Duta Besar Korsel menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Andi mengatakan, Dancing Girls berharap ke depannya mereka dapat terus berkarya, mengukir prestasi, dan membanggakan nama Semarang. (mg4/aro)

Lainnya

Sebulan Sekali Mendaki, Sudah Sambangi Semua Gunung di Jateng

RADARSEMARANG.ID, Sejumlah pemuda yang hobi mendaki gunung di Kota Magelang tergabung dalam Komunitas Mager. Komunitas yang berdiri tiga tahun...

Bidik Konsumen Milenial, Ada Es Krim Jamu

RADARSEMARANG.ID, Selama ini jamu identik dengan kalangan tua. Namun Makuta Jamu Kafe mencoba membidik konsumen milenial. Di kafe ini,...

Hilangkan Jenuh, para Relawan Mendongeng

RADARSEMARANG.ID - Relawan di lokasi pengungsian Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, mengisi kegiatan trauma healing dengan cara mendongeng. Kegiatan ini...

Orang Tua Tak Setuju, Main Bola Sembunyi-Sembunyi

RADARSEMARANG.ID - Gadis ini melalui masa kecil dengan bermain sepak bola. Kenangan bola plastik, sepasang sandal penanda gawang, serta kumandang...

Manfaatkan Bahan Pangan Lokal, Diklaim Bergizi Tinggi

RADARSEMARANG.ID - Dua tim mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga memenangkan kompetisi inovasi di bidang pertanian, Panah Merah Innovation...

Usung Konsep Mural Simbolik Keluarga, Hasilnya Dipamerkan Virtual

RADARSEMARANG.ID - Kolektif Hysteria membuat mural setinggi lebih dari lima meter di tembok Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Bandarharjo. Tak hanya...

Terbaru

Ketika Guru harus Bersiasat di Tengah Pandemi

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Deswita Supriyatni MPd, adalah seorang Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).  Perempuan peraih...

Rekomendasi Daily Driver di Bawah Rp 2 Juta dari Samsung

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Seiring penerapan tatanan normal baru, masyarakat telah menyesuaikan gaya hidup dan rutinitas sehari-hari dengan lebih banyak melakukan aktivitas seperti belajar dan bekerja...

74,8 Persen Pasien Covid Sembuh

RADARSEMARANG.ID, Kajen - Tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan mencapai 74,8 persen. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengimbau masyarakat tidak lengah. Terlebih, Kabupaten Pekalongan...

Vaksin Covid-19 Dalam Proses Uji Klinis

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengaku berupaya melakukan riset untuk...

Pemkot Magelang Sediakan Hotel Isolasi

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Pemkot Magelang menyiapkan salah satu hotel sebagai tempat isolasi mandiri warga. Fasilitas ini disediakan untuk pasien Covid-19 bergejala ringan atau tanpa gejala. Plt...

Populer

Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru PPPK, Gaji Rp 4,06 Juta

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA  – Pemerintah akan menambah jumlah guru di sekolah-sekolah negeri. Caranya, membuka rekrutmen guru kontrak berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kuota...

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Jelajahi Kotamu dan Abadikan Momen Akhir Tahun 2020

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Liburan dalam kota menjadi salah satu aktivitas yang popularitasnya sedang naik daun saat ini. Dengan keterbatasan traveling ke luar negeri, banyak masyarakat...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Random

Genjot Keterampilan Operator Arung Jeram

RADARSEMARANG.ID, Mungkid - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tidar (Untidar) mengadakan kegiatan “Peningkatan Daya Saing Wisata Arung Jeram Sungai Elo Berbasis Ekowisata Berkelanjutan” di Paradise Arung Jeram Sungai...

Pencairan Bantuan Subsidi Upah Masih Ada Kendala Teknis

RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Bantuan subsidi upah BPJS Ketenagakerjaan pegawai nonpemerintah di Temanggung sudah mulai dicairkan. Sebanyak 560 dari 570 pekerja PT Putra Tama Jaya...

Kenyamanan Belajar Online menjadi Penentu Efektivitas Kegiatan Pembelajaran

RADARSEMARANG.ID, Dalam perkembangan dunia pendidikan saat ini sudah akrab dengan istilah pembelajaran online. Ini menjadi semakin marak dalam beberapa bulan terakhir karena keadaannya memang...

Bupati Beli Batik di batikpekalongan .com

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Keberadaan batik Pekalongan sudah diakui luas di Indonesia. Bahkan di dunia internasional, batik asal Pekalongan sudah melegenda dan dikenal. Batik Pekalongan menguasai...

Pabrik Kayu Dilalap Api

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO - Sebuah gudang pabrik pengepresan kayu lapis di Dusun Timbang RT 08 RW 04, Desa Sumberwulan, Kecamatan Selomerto hangus dilalap si jago...
%d blogger menyukai ini: