alexametrics

Pandemi, Pesanan Tetap Tinggi, Diekspor ke Jepang

Saryono, Mantan Dosen yang Sukses Jadi Petani Alpukat Wina di Bandungan

Menarik

Cover Koreografi Blackpink, Pernah Tampil di Depan Dubes Korsel

RADARSEMARANG.ID, Musik K-Pop semakin ramai diminati generasi milenial Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Komunitas Dance Cover K-Pop pun...

Dianggap Ikan Anak SD, Ada yang Laku Rp 1,2 Juta

RADARSEMARANG.ID - Berlokasi di gang sempit, Arul Firmansyah, 21, membudidayakan ratusan ekor ikan cupang. Berbekal botol air mineral, ember es...

Transaksi Pakai Kirat, Pedagang Kenakan Pakaian Jawa

RADARSEMARANG.ID - Pasar Slumpring didirikan di bekas kebun bambu. Uniknya, di pasar ini uang konvensional tak digunakan sebagai alat tukar....

RADARSEMARANG.ID – Di Dusun Ngasem, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang terdapat budidaya pembibitan alpukat wina. Pencetusnya Saryono. Alpukat berukuran raksasa ini bahkan sudah diekspor ke Jepang.

Di ruang tamu rumah Saryono terpajang sejumlah penghargaan. Juga terpasang foto-foto Suryono saat menerima penghargaan dan mengikuti pameran alpukat wina yang dikembangkan. Salah satunya, foto Suryono bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Saryono dulunya merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Semarang. Selain menjadi dosen, ia juga menjadi petani buah kelengkeng. Namun setelah banyak kelengkeng impor masuk Indonesia, akhirnya kelengkeng lokal kalah. Ia pun banting stir menjadi petani alpukat.
Saryono berinisiatif untuk membudidayakan alpukat yang sebelumnya tidak pernah dilirik oleh masyarakat. Namanya alpukat wina. Nama ini berasal dari nama salah satu hotel yang dekat dengan tumbuhnya alpukat wina generasi pertama.

Menurut Ketua Asosiasi Petani Alpukat Wina Berkah Jaya ini, alpukat wina berbeda dengan alpukat lokal. Ciri-ciri dari alpukat wina ini bentuknya bulat, daging berwarna kuning, tanpa serat, kulitnya lebih tebal dan lebih tahan lama dibanding dengan alpukat lokal.
“Alpukat wina ini bisa tahan sampai dua minggu, berbeda dengan alpukat lokal yang hanya tahan tiga sampai empat hari saja,” jelasnya.

Alpukat wina ini dapat menjadi bisnis yang menjanjikan. Berat satu buahnya saja rata-rata 800 gram sampai 1,1 kg. Alpukat ini tidak mudah busuk, jika dibiarkan menggantung di pohon, maka beratnya pun akan bertambah. Untuk buah yang berukuran paling besar ia mengaku pernah mencatat angka sampai 2 kg. Rekor lain adalah buah dengan berat 1,8 kg dengan ketebalan buahnya mencapai tiga sentimeter. Buah yang dihargai Rp 40 ribu per kilo ini sudah dikirim sampai luar negeri.

“Banyak peminatnya, selain dikirim ke luar daerah, alpukat wina ini bahkan sampai dikirim ke luar negeri, biasanya ke Jepang,” ujarnya.

Saat ini, Saryono menjadi percontohan untuk petani lainnya. Bibit alpukat miliknya banyak dicari oleh petani lainnya. Banyak apresiasi yang diberikan kepadanya. Selain itu, ia pernah meraih juara III Kontes Calon Varietas Buah Alpukat 2016.

Dikatakan, budidaya alpukat wina sudah sampai di luar Kabupaten Semarang. Banyak tawaran yang masuk untuk menyuplai bibit serta buah alpukat wina ke berbagai daerah dan negara. Sudah lebih dari 25 ribu pohon alpukat wina dibudidayakan di Kabupaten Semarang. Namun saking banyaknya permintaan pasar, petani masih kewalahan.

“Setiap hari ada pesanan satu ton alpukat wina dari Surabaya. Ada juga pesanan yang lain, akan tetapi tidak saya terima karena stok buah yang tidak ada,” jelas Saryono.

Pria 53 tahun ini telah mendapat sertifikat mengenai pembibitan alpukatnya dari Dinas Pertanian. Setiap ada pesanan pembibitan alpukat dari dalam maupun luar daerah, pasti akan lewat dirinya. Selain itu, Saryono juga kerap melakukan pelatihan tentang pembibitan alpukat wina atau sekadar sosialisasi kepada petani lain yang masih pemula.

Ia mengaku, perhatian pemerintah mengenai alpukat wina sangat baik. Pemerintah sering melakukan kerja sama dengan Asosiasi Petani Alpukat Wina Berkah Jaya miliknya. Beberapa kali pemerintah membeli bibit alpukat wina darinya dan disumbangkan ke petani lain.

“Saat ini saya lebih fokus ke pembibitan, tapi juga tetap menangani apabila ada permintaan buah alpukat wina,” ujarnya.

Saryono mengaku, selama pandemi pesanan alpukat tidak terpengaruh. Namun untuk ekspor barang agak tersendat. Untuk bibit alpukat wina sampai dapat dipanen kurang lebih selama empat tahun. Saat disambung maupun dicangkok terkadang juga diserang hama, yaitu jamur. Sehingga menyebabkan penyambungan gagal dan harus mengulang dari awal. Akan tetapi, ia tidak pantang menyerah. Karena alpukat wina dapat memberikan hasil yang menjanjikan.

“Satu pohon alpukat wina dapat ditebas (dibeli) sampai lima orang saking banyaknya buah. Untuk itu, saya berharap petani tetap mempertahankan kualitas dari alpukat ini,” harapnya. (mg10/mg12/aro)

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Belajar Kimia dengan Menggunakan Jembatan Keledai

RADARSEMARANG.ID, KIMIA adalah mata pelajaran yang kurang diminati oleh siswa.Karena ilmu kimia bersifat abstrak dan banyak hafalan.Masalah pokok yang sering dihadapi dalam pembelajaran kimia...

Kuis Musik Tingkatkan Pemalahan Pembelajaran Tanda Tempo Lagu

RADARSEMARANG.ID, Musik tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Musik yang kita sukai dapat meningkatkan fokus, sementara musik yang tidak kita suka akan menghalangi konsentrasi....

Peran Guru BK dalam Masa Pandemi Covid-19

RADARSEMARANG.ID, Covid 19 saat ini menjadi pandemi yang serius di seluruh penjuru dunia. Pencegahan meluasnya virus corona kini telah menjadi prioritas utama di berbagai...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Terbaru

Empat Kecamatan Lunas PBB Tercepat

RADARSEMARANG.ID, Demak - Empat kecamatan di Kabupaten Demak berhasil menjadi kecamatan yang paling cepat terkait pelunasan pajak bumi dan...

Maju lewat Partai Lain, PDIP Resmi Pecat Mugiyono

RADARSEMARANG.ID, Demak - DPP PDIP secara resmi telah memberhentikan H Mugiyono selaku anggota dan kader partai berlambang Banteng mencorong tersebut. Pemberhentian ini tertuang dalam...

Curhat PR Sawah Besar dalam Kampanye Virtual

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, melontorkan harapan dan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan oleh Pemkot Semarang dalam kampanye...

Betonisasi Jalan di Kelurahan Kauman Rampung

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Betonisasi jalan sepanjang 214 meter di wilayah RW VI dan 75 meter di RW IV, Kelurahan Kauman, telah selesai. Pembangunan infrastruktur dalam...

Bantuan Langsung Buat Belanja dan Cicil Utang

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Magelang mencairkan bantuan dari Pemkot Magelang. Mereka mendapat tambahan modal usaha secara tunai Rp...

Random

Warga Batang Belum Berani Gelar Hajatan

RADARSEMARANG.ID, Batang - Aturan Pemkab Batang tentang kegiatan hajatan dan hiburan masih belum banyak diketahui warga. Edaran yang diterbitkan dengan nomor 556/1143/2020 tersebut padahal telah berlaku...

Asyik dan Mudah Belajar Aljabar dengan Dedaunan

RADARSEMARANG.ID, Aljabar merupakan salah satu cabang matematika dalam pemecahan masalah dengan menggunakan huruf – huruf untuk mewakili angka – angka. Berasal dari bahasa Arab,...

Peserta Diminta Isolasi Mandiri sebelum CAT SKB

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Sebanyak 533 peserta yang telah dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Salatiga, diminta melakukan isolasi mandiri sebelum mengikuti...

Sebelas Jabatan segera Dilelang

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Sebanyak 11 jabatan tinggi di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah akan dilelangkan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pendaftaran lelang jabatan ini akan...

Ingin Berangkatkan Ibu Naik Haji

RADARSEMARANG.ID, MENJADI anak sulung dan bergantung hanya dari pendapatan seorang ibu, membuat Citra Setiahati terlatih untuk hidup mandiri sejak belia. Jiwa wirausaha yang ia...

Lainnya