alexametrics

Permudah Pemasaran UMKM, Radius 500 Meter Gratis Ongkir

Mahasiswa Undip Ciptakan Aplikasi “Mbantu Tonggo” Gets.id

Baca Lainnya

Sempat Mandek saat Pandemi, Bangkit Produksi Masker Batik

RADARSEMARANG.ID, Anindya Batik Art memberdayakan pekerja difabel dalam produksinya. Sempat berhenti karena pandemi, usaha konveksi ini bangkit dengan...

Ada Kegiatan Mayeng dan Sarasehan Barang Antik

RADARSEMARANG.ID - Barang antik kini menjadi salah satu benda yang menarik untuk dikoleksi. Bahkan sudah banyak kolektor yang menjadikannya sebagai...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID - Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini...

RADARSEMARANG.ID – Pandemi bukan berarti hanya berpangku tangan, apalagi hanya menunggu bantuan. Justru saatnya bergerak kreatif dan inovatif untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Seperti yang dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini. Mereka berhasil menciptakan bisnis rintisan atau starup bernama Gets.id.

Aplikasi Gets.id.dibuat untuk mempermudah pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya di Kota Semarang. Aplikasi ini diciptakan oleh sejumlah mahasiswa Undip dari berbagai fakultas dan angkatan. Gets.id memiliki keunggulan, salah satunya menjamin ongkos kirim (ongkir) gratis untuk konsumen yang berada dalam radius 500 meter dari produsen.

Bisnis rintisan ini kali pertama diluncurkan pada 1 September 2020 lalu. Aplikasi Gets.id diinisiasi oleh Meira Dwi Primanto, alumni D3 Teknik Elektro Undip; Dwi Aji Prasetyo, mahasiswa program studi instrumentasi dan elektronika pada sekolah vokasi; Sulistyo dari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Undip, serta Wista dan Iko.

“Kami ingin menumbuhkan ekonomi antartetangga. Kalau Pemprov Jateng punya program Jogo Tonggo (menjaga tetangga, Red), kami berharap ini bisa jadi pola Mbantu Tonggo (membantu tetangga, Red),”kata founder Gets.id Meira Dwi Primanto kepada Radar Semarang, Senin (12/10/2020).

Pilihan memberi layanan ongkos kirim gratis ini merupakan komitmen antara penyedia aplikasi dengan mitra.

Menurut Meira, secara prinsip, aplikasi yang dibuat timnya memang tidak berbeda dengan aplikasi lain. Fungsinya menjembatani transaksi antara produsen dan konsumen. Hanya saja, aplikasi Gets.id berbasis jasa pengantaran dan pembayaran.

Untuk pembedanya, lanjutnya, di sisi transaksi. Dalam radius 500 meter, Mitra Gets berkomitmen mengirim sendiri pesanannya kepada konsumen tanpa memungut biaya.
“Ini yang kami sebut Mbantu Tonggo. Kami bersyukur sampai sekarang termonitor di playstore sudah 100 lebih user dan seller yang download,”katanya.

Pihaknya menyakini bisnis tersebut mampu memperkuat ekonomi lingkungan. Juga mendorong kembali semangat gotong royong di masyarakat. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19. Menurutnya, komitmen Mbantu Tonggo itu juga menguatkan tali silaturahmi saat pandemi melanda. Apalagi di tengah kegiatan umum dan interaksi antarwarga yang sudah dibatasi.

“Komoditas yang kami tawarkan sebagian besar barang-barang kebutuhan primer, termasuk sayuran, barang kebutuhan sehari-hari dan jasa umum,”jelasnya.

Founder Gets.id lainnya, Dwi Aji Prasetyo, menambahkan, dalam aplikasi bisnis yang dibuatnya memiliki empat jenis layanan. Yakni, Gets Food untuk mempermudah pemesanan makanan, Gets Daily untuk memesan kebutuhan sehari-hari, Gets Service untuk terhubung dengan penyedia jasa, dan Gets Cook untuk kebutuhan bahan memasak.

“Kami sampaikan pula, untuk penyedia barang jasa yang ingin menjadi mitra bisa mengunduh aplikasi Gets Seller di playstore atau website gets.id. Kalau untuk konsumen bisa mengunduh Gets id,”imbuh Dwi.

Menurutnya, untuk era saat ini, tuntutan digitalisasi tidak dapat dielakkan. Ia melihat dari DataBoks 2018, terdapat 60 juta unit UMKM di Indonesia. Dari jumlah itu, baru 18 persen yang sudah memanfaatkan platform digital. Dengan begitu, masih ada 51 juta unit UMKM yang membutuhkan platform digital untuk usahanya.

“Untuk itulah kami memilih platform baru ini, yang bertujuan untuk mewadahi pelaku UMKN. Karena kami melihat tidak cukup kalau hanya mengandalkan platform yang sudah ada,” sebutnya.
Namun demikian, diakuinya, aplikasi tersebut masih dalam batas rintisan mencari investor. Dengan begitu, ke depan bisa lebih kuat.

“Kami masih cari-cari investor, tapi aplikasinya sudah jalan. Karena aplikasi ini sudah dirancang sejak April lalu, cuma launching-nya aja baru 1 September lalu,”ungkapnya. (jks/aro)

Terbaru

Seruan Boikot Perancis, Umat Islam Jangan Sampai Jadi Alat Bentur

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Gelombang ajakan memboikot produk Perancis semakin ramai disuarakan. Direktur Jaringan Moderasi Indonesia Islah Bahrawi mengingatkan, dalam...

Baru Lima Hari, Cat Jalur Sepeda Sudah Luntur

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Baru lima hari diresmikan, cat jalur khusus sepeda di jalan protokol Kota Semarang sudah luntur, bahkan nyaris hilang. Itu membuktikan kualitas...

Siapkan Biaya Rujukan Pengobatan Rp 1,5 Miliar

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang telah menyiapkan bantuan pengobatan warga kurang mampu sebesar Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut untuk membiayai pasien yang dirujuk...

Terjunkan Tim di Titik Kemacetan dan Objek Wisata

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Polres Semarang menerjunkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan dan area wisata. Untuk mengantisipasi kepadatan saat libur panjang dan mencegah penyebaran...

Cuti Bersama Dilarang Mudik atau Liburan

RADARSEMARANG.ID, Salatiga -  Wali Kota Salatiga mengeluarkan Surat Edaran (SE) berisi imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik dan liburan selama cuti bersama akhir Oktober...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

Ajari Baca Tulis Warga Sepuh dan Anak Putus Sekolah

  Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) cabang Semarang menyediakan perpustakaan yang berlokasi di Tambak Mulyo RT 4 RW 14, Semarang Utara. Perpustakaan yang dikelola langsung...

Kampung Ragam Warna jadi Inspirasi

RADARSEMARANG.ID, KENDAL - Bupati Kendal, Mirna Annisa mengapresiasi Festival Drumblek yang digelar di Kampung Ragam Warna oleh warga Mranggen, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu. Menurut...

Delapan Rumah Roboh, Tersebar di Lima Kelurahan

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Beberapa kejadian bencana alam robohkan delapan rumah di Kota Pekalongan. Prihatin atas hal tersebut, Pemkot memberikan bantuan uang tunai untuk pembangunan...

Maksimalkan Pembelian Tembakau

RADARSEMARANG.ID, Temanggung - DPRD Kabupaten Temanggung dampingi perwakilan kepala desa yang tergabung paguyuban Mangku Praja mengunjungi perwakilan pabrik rokok di Temanggung, Jumat (18/9/2020). Mereka...

Adu Glamor di Pesta

Pesta glamor itu bertema The Samba Wedding. Empat hari empat malam. Di Hotel Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali. Rabu hingga Sabtu (14-17/8). Pesta yang benar-benar...

Lainnya