alexametrics

Hanya Ada 6 Pohon Sukun, Produksi Satu Tahun Sekali

Kampung Keripik Sukun Peterongan, Hidup Segan Mati Tak Mau

Baca Lainnya

Sempat Mandek saat Pandemi, Bangkit Produksi Masker Batik

RADARSEMARANG.ID, Anindya Batik Art memberdayakan pekerja difabel dalam produksinya. Sempat berhenti karena pandemi, usaha konveksi ini bangkit dengan...

Ada Kegiatan Mayeng dan Sarasehan Barang Antik

RADARSEMARANG.ID - Barang antik kini menjadi salah satu benda yang menarik untuk dikoleksi. Bahkan sudah banyak kolektor yang menjadikannya sebagai...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID - Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini...

RADARSEMARANG.ID –Ada ratusan kampung tematik di Kota Semarang. Salah satunya Kampung Keripik Sukun di Kelurahan Peterongan RW VI, Kecamatan Semarang Selatan. Anehnya, di sini hanya ada enam pohon sukun. Kini, kondisi Kampung Keripik Sukun ini hidup segan mati tak mau.

Awal mula disebut Kampung Keripik Sukun karena di kampung ini terdapat beberapa pohon sukun. Jumlah tepatnya enam pohon. Bibit pohon sukun itu dulu didapatkan dari Blitar, Jawa Timur. Katanya, jenis pohon sukun dari Blitar ini rasanya sangat manis, dengan buah sukun yang besar berwarna kuning matang.

Oleh warga, buah sukun itu diolah menjadi keripik sukun. Tak salah, jika akhirnya kampung tersebut ditetapkan sebagai Kampung Keripik Sukun dalam program kampung tematik yang digulirkan Pemerintah Kota Semarang. Kampung ini digelontor dana Rp 200 juta. Dari dana itu, paling besar untuk memperbaiki infrastruktur. Memperbaiki jalan, mempercantik kampung, membuat taman, dan membangun dua gapura selamat datang di Kampung Keripik Sukun.

Koordinator Kampung Keripik Sukun Muhammad Breta Rahmadi mengaku, program kampung keripik sukun belum berjalan maksimal. Produksi keripik sukun belum bisa dilakukan setiap hari. Sebab, dari enam pohon sukun yang ada, hanya tiga yang sudah dipetik buahnya. Sedangkan tiga pohon sukun lainnya usianya baru satu tahun.

“Awalnya kami tidak tahu kalau buah sukun ini dapat diolah menjadi makanan dengan daya jual tinggi. Setelah ada pelatihan di Kelurahan Peterongan tentang pembuatan makanan dari buah sukun, kami langsung mempraktikkannya,” ucap Mamad, panggilan akrab Muhammad Breta Rahmadi.

Mamad menjelaskan, setelah mempraktikkan langsung pengolahan buah sukun, warga Kampung Keripik Sukun sudah dapat memproduksi secara langsung keripik sukun dan menjualnya.

Adapun bahan untuk pembuatan keripik sukun ini sangat sederhana. Bahan utamamya, tentu buah sukun yang sudah tua. Ditambah dengan bahan lain, seperti mentega, garam, bawang putih dan ketumbar. Meskipun sudah mulai produksi, ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam menjalankan Kampung Keripik Sukun ini.

“Adapun kendala utama kami dari pengolahan keripik sukun ini terbatasnya bahan baku buah sukun. Karena hanya ada tiga pohon yang bisa dipetik buahnya. Sehingga kami dapat mengolah keripik sukun ini hanya setahun sekali. Paling produktif ya setahun dua kali,” ucap Mamad.

Penyebab tidak adanya buah sukun ini, karena jika pada musim kemarau, buah sukun banyak yang gagal panen. Sehingga warga tidak bisa memproduksi keripik sukun.

Padahal omzet penjualan keripik sukun sangat menguntungkan, di mana sekali produksi keripik sukun dapat memperoleh omzet hingga Rp 3 juta.

“Biasanya kami sekali produksi keripik sukun bisa mencapai 100 bungkus. Kami menjual dengan harga Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu per bungkus,” tambahnya.

Ketua RW VI Kelurahan Peterongan Sudirman mengatakan, selain diolah menjadi keripik sukun, buah sukun di kampungnya diolah menjadi menu kuliner yang lain, seperti donat sukun, getuk sukun, brownis sukun, dan yang paling unik pizza sukun.

“Akan tetapi sampai saat ini yang baru bisa kami jual hanya olahan keripik sukun,” katanya.

Senada dengan Mamad, ia juga mengakui ketersediaan buah sukun yang terbatas menjadi kendala utama memproduksi keripik sukun.

“Seperti yang dikatakan oleh koordinator Kampung Keripik Sukun, kendala kami dalam memajukan Kampung Keripik Sukun ini adalah terkendala di buah sukun yang hanya bisa berbuah di musim penghujan. Jika musim kemarau, buah sukun akan mengalami gagal panen,” ujarnya. (cr1/aro)

Terbaru

Seruan Boikot Perancis, Umat Islam Jangan Sampai Jadi Alat Bentur

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA - Gelombang ajakan memboikot produk Perancis semakin ramai disuarakan. Direktur Jaringan Moderasi Indonesia Islah Bahrawi mengingatkan, dalam...

Baru Lima Hari, Cat Jalur Sepeda Sudah Luntur

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Baru lima hari diresmikan, cat jalur khusus sepeda di jalan protokol Kota Semarang sudah luntur, bahkan nyaris hilang. Itu membuktikan kualitas...

Siapkan Biaya Rujukan Pengobatan Rp 1,5 Miliar

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Pemerintah Kabupaten Semarang telah menyiapkan bantuan pengobatan warga kurang mampu sebesar Rp 1,5 miliar. Anggaran tersebut untuk membiayai pasien yang dirujuk...

Terjunkan Tim di Titik Kemacetan dan Objek Wisata

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Polres Semarang menerjunkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan dan area wisata. Untuk mengantisipasi kepadatan saat libur panjang dan mencegah penyebaran...

Cuti Bersama Dilarang Mudik atau Liburan

RADARSEMARANG.ID, Salatiga -  Wali Kota Salatiga mengeluarkan Surat Edaran (SE) berisi imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik dan liburan selama cuti bersama akhir Oktober...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

English For Ulama Batch II: Dakwah Keindahan Islam kepada Dunia

RADARSEMARANG.ID, Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil resmi menutup pelatihan bagi 20 ulama yang tergabung dalam English for Ulama Batch II di...

Anggi Tri M. Harahap, Berdayakan Perempuan Muda

RADARSEMARANG.ID, Pernah memiliki mimpi yang tidak didukung oleh orang-orang di sekitarnya, mendasari Anggi Tri M Harahap mendirikan sebuah komunitas young women empowerment bernama Hersphere....

Beldamas Metode Solutif dalam Pembelajaran Online

RADARSEMARANG.ID, COVID-19 (coronavirus desease 2019) oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dinyatakan sebagai pandemi internasional. Bencana non alam tersebut telah memaksa dunia masuk pada tatanan...

Banyak Siswa Ikut Demo, Sekolah-Sekolah Mulai Kencangkan Ikat Pinggang

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Unjuk rasa buruh dan mahasiswa menolak Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja banyak melibatkan para siswa SMA dan SMK. Bahkan, saat...

Fortuna untuk Memahami Frasa Konotasi

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi menentukan makna kalimat yang mengandung unsur denotasi dan konotasi agak menyulitkan siswa. Salah satu cara untuk memahami makna...

Lainnya