alexametrics

Jalani Terapi Mandi Malam hingga Dimasukkan Kamar Taubat

Lebih Dekat dengan Pondok Pesantren Rehabilitasi Narkoba At-Tauhid Semarang.

Menarik

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini...

Cover Koreografi Blackpink, Pernah Tampil di Depan Dubes Korsel

RADARSEMARANG.ID, Musik K-Pop semakin ramai diminati generasi milenial Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Komunitas Dance Cover K-Pop pun...

Dianggap Ikan Anak SD, Ada yang Laku Rp 1,2 Juta

RADARSEMARANG.ID - Berlokasi di gang sempit, Arul Firmansyah, 21, membudidayakan ratusan ekor ikan cupang. Berbekal botol air mineral, ember es...

RADARSEMARANG.ID – Umumnya pondok pesantren (ponpes) hanya sebagai tempat menimba ilmu agama saja. Tapi tidak dengan Pondok Pesantren At-Tauhid di Jalan Gayamsari Selatan, Kota Semarang ini. Ponpes tersebut juga menjadi tempat rehabilitasi pecandu narkoba melalui metode psiko religius.

Pondok Pesantren At-Tauhid secara resmi menjadi pondok rehabilitasi narkoba sejak 2004. Diresmikan oleh Wali Kota Semarang saat itu Sukawi Sutarip. Ponpes ini digandeng oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Semarang.

Pendiri Ponpes At-Tauhid adalah KH Muhammad Sastro Sugeng Al Haddad yang meninggal pada 2018 lalu. Saat ini, pengelolaannya dilanjutkan oleh ketiga anaknya, Singgih Aris Nugroho, Singgih Yonkki Nugroho, dan Singgih Pradipta.

Saat Jawa Pos Radar Semarang berkunjung ke Ponpes At- Tauhid, Selasa (6/10), disambut hangat oleh Singgih Pradipta yang menjadi manajer program Ponpes At- Tauhid. Saat itu, ia baru selesai berolahraga bersama santri rehabilitasi narkoba.

Ia bercerita awal mula almarhum ayahnya mulai merehabilitasi santri narkoba sejak 1998. Namun ponpes ini resmi menjadi tempat rehabilitasi pengguna narkoba pada 2004. “Dulu santrinya bapak ternyata banyak yang pecandu narkoba, kemudian kok akhirnya pada sembuh. Lalu, tempat ini diresmikan sebagai pondok rehabilitasi tahun 2004,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Di Pondok At-Tauhid, kata dia, untuk terapi santri pecandu narkoba ada beberapa proses, seperti assessment untuk mengetahui tingkat kecanduan pada narkoba. Kemudian dimasukkan dan dikarantina di sebuah tempat yang diberi nama “kamar taubat” untuk diberi pengarahan tentang ibadah.

Apabila sudah selesai proses karantina, lanjut dia, pasien diberikan beberapa terapi lagi, seperti mandi malam, serta manaqiban maupun dzikir yang diharapkan bisa menyadarkan dan membebaskan mereka dari belenggu narkoba. Tak sampai di situ, menurut Singgih, untuk santri dengan ketergantungan narkoba berat, juga diberikan terapi detok magnetik untuk mengeluarkan racun dalam tubuh.

“Kami memberikan beberapa terapi tersebut tanpa paksaan, karena pasti lama-kelamaan mereka akan mengikuti kebiasaan di lingkungan pondok pesantren, tapi tetap kami berikan bimbingan dan pengarahan,” kata Dipta, panggilan akrabnya.

Dipta menjelaskan, saat ini ada 25 pecandu narkoba yang menjadi santri di ponpes ini. Rata-rata berusia remaja. Mereka berasal dari Kota Semarang, Tarakan, Majalengka, dan lainnya. Biasanya santri pecandu narkoba pulih dari ketergantungan setelah tiga sampai enam bulan mengikuti program. Agar pasien rehabilitasi tidak jenuh, setiap sore diadakan olahraga bersama seperti bola volly maupun tenis meja.

“Sebelum terjadi pandemi Covid-19, biasanya setiap satu bulan sekali para santri rehabilitasi juga diajak jalan-jalan untuk sekadar refreshing,” ujarnya.

Selain direhabilitasi, kata dia, para santri pecandu narkoba juga diberikan keterampilan, seperti di bidang otomotif maupun kewirausahaan. Sehingga kelak setelah pulih dari kecanduan narkoba mempunyai soft skill dan siap untuk bekerja.

“Kita nggak hanya asal rehabilitasi saja, tapi kita juga memberikan bimbingan sosial serta keterampilan kepada para pecandu narkoba setelah pulih,” katanya.

Risa Destiawan, santri yang sudah pulih dari kecanduan narkoba mengungkapkan, program di Pondok Pesantren At-Tauhid sangat membantunya terlepas dari belenggu narkoba “Dulu saya mengonsumsi narkoba, bahkan pernah menjadi penjual pil koplo dan masuk penjara, tapi Alhamdulillah bisa sembuh dari ketergantungan,” ujarnya.

Setelah pulih dari kecandungan narkoba, Risa kini memilih mengabdi di Pondok Pesantren At-Tauhid dengan menjadi konselor yang membimbing dan mendampingi para santri yang sedang menjalani rehabilitasi.

“Saya selalu memberikan pemahaman, jangan sampai narkoba menghancurkan masa depan, apalagi untuk yang masih muda,” pesannya. (cr2/aro)

Terbaru

DPR: Penangkapan Gus Nur Sudah Berdasarkan Bukti-Bukti Jelas‎

RADARSEMARANG.ID, Jakarta - Polemik penangkapan Sugi Nur Rahardja ‎(Gus Nur) yang diduga melecehkan kaum Nahdlatul Ulama (NU), menuai sorotan banyak...

Latih Kemandirian dengan Bisnis Makanan

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Bisnis makanan merupakan salah satu tiang perekonomian. Bahkan 31 persen usaha di Kota Salatiga adalah olahan makanan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian...

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik melalui Vacational Video Challenge 2020....

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Masa Depan Pesantren

RADARSEMARANG.ID - Jika semua yang berasrama mendefinisikan dirinya sebagai pesantren, maka akan datang suatu masa di mana pesantren akan dianggap sama dengan lembaga pendidikan...

Random

Kampung Teraman Dapat Penghargaan

RADARSEMARANG.ID, Pemalang – Desa Lodaya, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang dinobatkan sebagai juara 3 bidang keamanan tingkat Polda Jawa Tengah. Atas prestasi tersebut, Polres Pemalang...

Masih Ada Dewan Gaptek

LEGISLATIF   IST Sukirman     SEMARANG, Radar Semarang - Semua anggota DPRD Jateng diharapkan bisa memanfaatkan kemajuan teknologi. Aspirasi masyarakat bisa diserap dengan turun langsung atau memanfaatkan teknologi seperti...

Pool-test Hafidz

Saya harus meminta maaf. Kok saya telat mengetahui ide besar ini: pool test Covid-19. Coba sejak awal tahu ini maka sebenarnya lockdown tidak penting. PSBB tidak penting. Social distancing tidak penting....

Kembalikan Kebesaran Bank Salatiga

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Warga Salatiga dan Kabupaten Semarang berhasil mendapatkan hadian utama undian tabungan yang digelar BPR Bank Salatiga, kemarin sore. Hadiah tabungan arisan (Tarsan)...

JEC Distribusikan 275.000 Masker Bedah ke Enam RS dan 55 Puskesmas

RADARSEMARANG.ID, Semarang - JEC Eye Hospitals & Clinics memberikan donasi berupa 275.000 masker bedah, yang difokuskan bagi enam rumah sakit dan 55 puskesmas di...

Lainnya