alexametrics

Awalnya Sehari hanya Tiga Ekor, Kini Habiskan150 Ekor

Melongok Warung Iwak Manuk di Sawojajar, Krobokan, Semarang Barat

Menarik

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini...

Cover Koreografi Blackpink, Pernah Tampil di Depan Dubes Korsel

RADARSEMARANG.ID, Musik K-Pop semakin ramai diminati generasi milenial Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Komunitas Dance Cover K-Pop pun...

Dianggap Ikan Anak SD, Ada yang Laku Rp 1,2 Juta

RADARSEMARANG.ID - Berlokasi di gang sempit, Arul Firmansyah, 21, membudidayakan ratusan ekor ikan cupang. Berbekal botol air mineral, ember es...

RADARSEMARANG.ID – Rumah Makan Iwak Manuk Pak No sudah berdiri sejak 1998 atau sudah 22 tahun. Lokasinya di dekat rel daerah Sawojajar, Krobokan, Semarang Barat. Meski lokasinya berada di gang sempit, pengunjungnya selalu membeludak. Mulai warga biasa hingga pejabat dan tokoh terkenal.

Rumah Makan Iwak Manuk Pak No lokasinya menyatu dengan rumah pribadi pemiliknya, Subiono. Tepatnya di Jalan Sawojajar I No 44 Krobokan, Semarang Barat. Ketika Jawa Pos Radar Semarang datang, Subiono alias Pak No tidak berada di tempat. Hanya ada karyawan dan istrinya, Suyatmi. Beruntung, istrinya mau memberi kesempatan untuk berbincang ringan.

“Dulu jualannya masih di dekat tempat pembuangan sampah, Mbak. Tapi sudah lima tahunan pindah di Sawojajar I No 4 ini,”kata Suyatmi atau biasa disapa Yatmi memulai cerita kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (22/9).

Suyatmi pun meneruskan ceritanya. Pada 22 tahun silam, ia dan suaminya memutuskan berjualan iwak manuk. Alasannya, Yatmi ingin menyajikan kuliner langka dan berbeda. Pasangan suami istri ini pun lantas memilih nama iwak manuk atau daging manuk (burung). “Karena kalau jualan penyetan itu kan sudah biasa, banyak yang jual. Kalau iwak manuk jelas jarang,”ujarnya.

Memang penuh perjuangan ketika memulai usaha. Ia mengaku, saat awal berjualan sehari hanya habis tiga ekor. Itupun dibeli oleh tetangganya dan orang yang tak sengaja lewat. Yatmi saat itu tidak menyetok iwak manuk banyak. Ada rasa ketakutan jika iwak manuknya tak laku.

“Karena kulakannya sudah mahal dan langka juga. Sering kami bilang ke pelanggan: sudah habis. Padahal memang stoknya cuma tiga ekor saja,”kenangnya sembari tertawa.

Suyatmi mengaku, ia bersama suaminya tidak pernah melakukan promosi. Sejak dulu hanya bermodalkan obrolan dari mulut ke mulut alias getok tular. Satu orang mencicipi, kemudian memberi tahu yang lain. Lama-lama kenikmatan iwak manuknya terdengar. Warungnya semakin ramai. “Dulu sempat dipaksa untuk promosi masuk ke acara televisi, tapi saya ndak mau, karena malu,”ungkapnya.

Tekad keduanya untuk mengembangkan bisnisnya patut diacungi jempol. Suyatmi mengaku, mengambil burung langka itu dari peternak. Ada penangkarannya sendiri, tak berburu secara bebas. Ada penyetor alias pengepul burung. Suyatmi hanya tinggal mengolah dan memasak. “Kita tinggal masak pakai bumbu. Ada burung belibis, kuntul, puyuh, dan bebek alaska,”jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, warung Suyatmi selalu ramai. Apalagi jika jam istirahat makan siang, siap-siap saja mengantri. Menu favorit di Iwak Manuk Pak No adalah burung kuntul. Suyatmi berujar, tekstur burung kuntul lebih empuk dibandingkan yang lain. Menu burung kuntul selalu cepat habis dibandingkan menu yang lain. “Di sini dari dulu ada empat jenis iwak manuk, yakni kuntul, belibis, puyuh dan bebek alaska,”katanya.

Di deretan parkir mobil pengunjung tampak sejumlah mobil pelat merah mendominasi. Mobil diparkir rapi di pinggir jalan. Mereka sengaja mampir untuk mengisi perut sebelum kembali beraktivitas. “Yang pernah makan di sini ada Pak Hendi, Pak Ganjar, jajaran Kapolda Jateng, DPRD Kota Semarang dan para dokter RSUP dr. Kariadi. Katanya iwaknya empuk dan sambalnya maknyus,”beber Yatmi.

Koran ini sempat melongok ke dapur rumah makan iwak manuk. Terlihat para karyawan sibuk menyiapkan menu untuk segera dihidangkan. Dengan komposisi nasi hangat, timun, lalapan, sambal, dan iwak manuk. “Supaya tekstur daging bisa lembut dan tidak bau amis, maka sebelum digoreng, burung dimasak terlebih dahulu bersama bumbu rempah selama dua jam,”jelasnya.

Menurut Suyatmi, harga menu iwak manuk cukup terjangkau. Misalnya, untuk burung belibis seharga Rp 30 ribu setengah badan untuk satu orang. Burung kuntul setengah badan Rp 40 ribu, bebek alaska satu ekor komplet Rp 80 ribu, dan burung puyuh Rp 30 ribu berisi dua potong. “Kalau ramai bisa menjual sampai 150 ekor. Itu sudah sama pesanan di luar warung makan,”bebernya. (avi/aro)

Terbaru

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik...

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Priska Lydia S Pulungan, Raga di Taiwan, Hati di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Dosen UKSW Priska Lydia S Pulungan MM PhD (Cand) masih dalam tahap penulisan disertasi di jurusan Educational Leadership and Management Development (ELMD), National...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini pun menjadi pelecut Komunitas Satwa...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

SMPN 3 Bojong Luncurkan ABT Offline

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – SMP Negeri 3 Bojong Kabupaten Pekalongan meluncurkan ABT Offline Kamis (21/11) lalu. Kegiatan ABT di SMPN 3 Bojong dimulai sejak September...

Ganjar Suapi Carica Ketua Kwarda Jateng

RADARSEMARANG.ID, BLORA - Usai acara orientasi kepramukaan bagi Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dan pengurus Kwarda Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo yang juga merupakan Ketua...

Gagal Bobol Ruang Guru, Pengamen Dibui

RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Pemuda berinisial ES, 29 warga Dusun Dompang, Desa Nglahar, Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati harus kembali mendekam di dalam jeruji besi. Ia...

Wuling Perkuat Pasar Jateng

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pabrikan mobil asal China, Wuling Motors terus memperkuat pasar di Jawa Tengah. Salah satunya dengan menggelar Wuling Experience Weekend (WEW) Sabtu...

Tingkatkan Kreativitas Siswa melalui Pembuatan Film Pendek

RADARSEMARANG.ID, KUALITAS pembelajaran sosiologi saat ini menurun karena masih minimnya pengembangan kurikulum. Ilmu-ilmu sosial sudah dianggap membosankan karena banyak guru menekankan penguasaan keilmuan...

Lainnya