alexametrics

Dikira Gersang dan Panas, Ternyata Banyak Pohon Rimbun

Bripka Muhammad Nur Arifin, Anggota Pasukan Perdamaian PBB di Afrika Tengah

Menarik

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini...

Cover Koreografi Blackpink, Pernah Tampil di Depan Dubes Korsel

RADARSEMARANG.ID, Musik K-Pop semakin ramai diminati generasi milenial Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Komunitas Dance Cover K-Pop pun...

Dianggap Ikan Anak SD, Ada yang Laku Rp 1,2 Juta

RADARSEMARANG.ID - Berlokasi di gang sempit, Arul Firmansyah, 21, membudidayakan ratusan ekor ikan cupang. Berbekal botol air mineral, ember es...

RADARSEMARANG.ID – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat Bripka Muhammad Nur Arifin, 35, mengawal perdamaian dunia. Ia terpilih bersama dua anggota Polres Batang lainnya bergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Proses tidak membohongi hasil. Begitu kiranya perjuangan keras yang telah dilalui Bripka Muhammad Nur Arifin. Adanya pandemi Covid-19 tak menghalangi niat tulus pria religius tersebut bergabung dalam pasukan perdamaian PBB.

Kepada Jawa Pos Radar Semarang, Muhammad Nur Arifin mengaku mengikuti seleksi jauh-jauh hari sebelum pandemi. Perjuangannya dimulai saat pembukaan pendaftaran pada Februari 2019. Saat itu terbit surat telegram tentang seleksi anggota peacekeeper PBB. Ia mendaftar bersama dua rekannya, yakni Briptu Gondomono, 26, anggota Unit Propam Polres Batang, dan Bripka Dodi Handoko, 34, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Limpung.

Pada April 2019, turunlah panggilan seleksi. Seleksi berjalan sangat ketat dan keras. Mulai dari fisik, menembak, mengemudi, kesehatan, kesamaptaan, psikologi dan kompetensi bidang. Tak ketinggalan penilaian kemampuan bahasa asing, yakni bahasa Inggris dan Perancis.

Sekitar empat bulan kemudian atau Agustus 2019, hasil seleksi diumumkan, dan ia dan dua temannya dinyatakan lolos. Staf Bag Ops Polres Batang ini pun berhak mengikuti latihan pra penugasan atau Lat Pra Gas.

“Alhamdulillah saya bersama kedua rekan saya diterima. Tapi, kami menjalani misi di negara yang berbeda. Saya di Minusca, sedangkan dua rekan saya di Unamid,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang via pesan WhatsApp, Senin (21/9).

Arifin –sapaan akrabnya– tergabung dalam Peleton Charlie bersama 140 personel dari berbagai daerah. Warga Dracik, Kelurahan Proyonanggan, Kecamatan Batang ini bertugas sebagai Staf Food and Beverage. Ia berangkat pada 4 September 2020 lalu. Beruntung, pandemi Covid-19 di Minusca tidak berdampak banyak terhadap tugasnya.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 di Indonesia jauh lebih banyak. Ia pun paham konsekuensi yang akan dihadapi selama menjadi peacekeeper di tengah pandemi. “Kesan tiba di sini (Minusca) kali pertama, saya sangat senang sekaligus agak heran ternyata tidak seperti yang saya bayangkan, saya lihat iklimnya sama persis seperti di Indonesia, iklim tropis,” ujarnya.

Bayangannya dulu, kata dia, Afrika itu panas, dipenuhi dataran gersang dengan bentangan padang pasirnya. Namun kenyataannya berbalik 180 derajat. Pepohonan ternyata tumbuh rimbun. Arifin sudah dua minggu meninggalkan istri dan ketiga anaknya bertugas menjaga perdamaian.

Kelompoknya bertanggungjawab atas perlindungan warga sipil dari konflik yang terjadi. Membantu otoritas Republik Afrika Tengah untuk mempersiapkan dan mengelola pemilihan presiden, legislatif, dan pemilihan kepala daerah pada 2020 dan 2021. Tugas yang diembannya akan dilakukan selama satu tahun. Pasukan perdamaian PBB ini memfasilitasi terciptanya lingkungan aman, guna pendistribusian bantuan kemanusiaan.

“Masyarakat sini sangat senang dengan keberadaan peacekeeper dari Formed Police Unit (FPU) Indonesia, menurut mereka orang Indonesia ramah-ramah,” ujarnya.

Selain membawa nama Indonesia, ia juga memperkenalkan budaya-budaya lokal. Bersamaan dengan tugas berat perlindungan personel dan aset-aset PBB. Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bisa bergabung dengan pasukan PBB. Menjalankan misi internasional membawa nama baik bangsa Indonesia.

Di tengah kepungan pandemi, ia berharap bisa menjalankan misi dengan lancar. Covid-19 tidak menjadi halangan, melainkan sebagai tantangan yang harus dihadapi sampai akhir misi dan kembali lagi ke Indonesia.

Suami dari Fatimah itu termotivasi rekan-rekannya yang telah sukses. Menjalani misi PPB di area konflik. Suatu kebanggaan tersendiri bisa bergabung dengan peacekeeper dan bertugas di kancah internasional. “Alhamdulillah keluarga mendukung pelaksanaan tugas di sini, terutama doa kedua orang tua, juga istri dan anak-anak sangat penting bagi setiap personel peacekeeper yang bertugas di sini,” katanya. (yan/aro)

Terbaru

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik...

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Priska Lydia S Pulungan, Raga di Taiwan, Hati di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Dosen UKSW Priska Lydia S Pulungan MM PhD (Cand) masih dalam tahap penulisan disertasi di jurusan Educational Leadership and Management Development (ELMD), National...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini pun menjadi pelecut Komunitas Satwa...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

Persibat Kehilangan Poin di Kandang

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Persibat Batang tidak mampu meraih poin penuh di kandang sendiri, saat menjamu Perserang Serang Kamis (12/9). Banyak kesempatan emas yang tidak...

Bagikan Ilmu Dasar Merawat Kendaraan

RADARSEMRANG.ID, SALATIGA, - Dealer Mitsubishi PT Bumen Redja Abadi (BRA) menggelar klinik mengemudi (driving clinic) belum lama ini. Kegiatan ini dilakukan peserta agar bisa...

Kenalkan Jati Diri dan Budaya Sendiri

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Ratusan mahasiswa Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (Unnes) berebut gunungan sayur dan buah. Hal tersebut mewarnai rangkaian acara Gebyar...

Kaji Bantuan Penajaga Rumah Ibadah

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian kepada para ustadz/ustadzah dengan memberikan insentif. Selanjutnya, pemerintah akan membahas bantuan untuk para penjaga rumah ibadah. ”Untuk...

Alarm Motor Berbunyi, Pencuri Tertangkap Basah

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Agus Supriyanto, 28, harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Genuk. Warga Kabupaten Pasuruan yang tinggal indekos di Penggaron Kidul Kecamatan Pedurungan...

Lainnya