alexametrics

Bisa Bertahan Kuncinya Sabar dan Terus Meningkatkan Kualitas

45 Tahun Nasida Ria, Luncurkan Album ke-36 “Kebaikan Tanpa Sekat”

Menarik

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini...

Cover Koreografi Blackpink, Pernah Tampil di Depan Dubes Korsel

RADARSEMARANG.ID, Musik K-Pop semakin ramai diminati generasi milenial Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Komunitas Dance Cover K-Pop pun...

Dianggap Ikan Anak SD, Ada yang Laku Rp 1,2 Juta

RADARSEMARANG.ID - Berlokasi di gang sempit, Arul Firmansyah, 21, membudidayakan ratusan ekor ikan cupang. Berbekal botol air mineral, ember es...

RADARSEMARANG.ID, Sejak 1975, Nasida Ria mewarnai musik Indonesia. Untuk tetap menjaga eksistensinya, grup kasidah yang memiliki ciri khas personel perempuan semua ini terus berkarya hingga turun temurun. Hingga kini, Nasida Ria sudah menelorkan 36 album dan 400-an lagu.

IDA FADILAH, Radar Semarang

Perdamaian perdamaian
Perdamaian perdamaian
Banyak yang cinta damai
Tapi perang makin ramai

ITULAH sepenggal lirik lagu Perdamaian ciptaan Nasida Ria yang paling terkenal. Grup musik kasidah ini termasuk tertua di Indonesia. Sudah 45 tahun, Nasida Ria mewarnai musik Islami negeri ini. Sejak dulu, grup kasidah ini selalu menciptakan pasar sendiri dan konsisten dengan konsepnya, berdakwah melalui seni. Karena itulah, meski semakin banyak kelompok band baru dan genre musik, Nasida Ria tetap eksis secara global.

Selain lagu Perdamaian, lagu lain yang juga eksis pada 2000-an, di antaranya Kota Santri dan Jilbab Putih. Sedangkan lagu pertamanya berjudul Alabaladilmahdu tidak begitu familiar di masyarakat.

Saat ini, Nasida Ria di bawah pimpinan Choliq Zain. Choliq adalah putra H. Mudrikah Zain, pendiri kelompok musik ini pada 1975 silam. Hingga saat ini, mereka masih mampu menunjukkan eksistensi ke publik. Lagu ciptaannya menghiasi radio, televisi, acara pengajian hingga pengeras suara hajatan pernikahan di pelosok kampung di Indonesia hingga era 1990-an.

Sebuah perjalanan panjang hingga mampu bertahan sampai saat ini. Meski didirikan pada 1975, Nasida Ria baru dikenal masyarakat luas pada 1979-1980 lewat lagu Perdamaian.

Choliq mengaku tidak mudah mengurus Nasida Ria karena personelnya banyak, sehingga banyak problem juga. Tak heran, jika personelnya sudah beberapa kali ganti karena regenerasi. Untuk mengatasinya, lanjut dia, kuncinya ada di kesabaran. “Harus sabar mengatasi banyak orang. Kalau gak sabar, sudah bubar sejak dulu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela launching album ke-36 di Risen Sky Lounge Jalan Medoho Raya, Semarang, Sabtu (19/9).

Rien Jamain, senior Nasida Ria, mengungkapkan, meski formasi sempat berganti beberapa kali, namun selalu menjaga kerukunan, bermusyawarah, dan tetap menjalin komunikasi. Ia menjadi satu-satunya generasi pertama yang masih bertahan. “Itu yang membuat kami selalu kompak,” ujarnya.

Persaingan industri musik memang semakin ketat. Namun Choliq selalu berpegang teguh untuk tidak meninggalkan grup yang lama, dan justru harus terus meningkatkan kualitas. Buktinya, tak hanya manggung di Indonesia, Nasida Ria pernah konser di luar negeri diundang kedutaan besar (kedubes), seperti di Jerman dua kali, Hongkong, dan Malaysia.

Di usia ke-45 tahun, grup musik asli Semarang ini melaunching album ke-36 bertajuk Kebaikan Tanpa Sekat. Isinya, mengajak berbuat baik kepada siapapun tanpa memandang latar belakang suku, ras, dan agama.

Manager Nasida Ria Entertainment Zuhadi Mahdi mengatakan, album ke-36 Nasida Ria ini merupakan album yang paling cepat proses penggarapannya. Hanya tiga bulan untuk menggarap lagu dan video klip. Bahkan, terdapat lagu yang hanya diciptakan dalam waktu dua hari. “Untuk semua penggarapan video klip dan lagu terhitung hanya tiga bulan mulai Juni, Juli, hingga Agustus,” jelasnya.

Dalam proses pembuatannya, manajemen selalu mengingat pesan mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tentang Kebaikan Tanpa Sekat.

“Dari pesan Gus Dur itu, terlintas sebuah ide untuk membuat lagu yang mempunyai pesan kebaikan yang kita lakukan akan kembali ke kita. Itulah inti dari album Kebaikan Tanpa Sekat. Meski proses pembuatannya sangat cepat, saya merasa puas dengan hasil album ke-36 ini,” katanya.

Dikatakan, album kali ini pun mencerminkan pandemi Covid-19. Di mana, semua orang tengah kesulitan baik dari sisi finansial maupun yang lain. “Maka dari itu melalui lagu ini masyarakat harus sadar untuk saling tolong-menolong dan gotong-royong,” jelasnya.

Menyongsong era yang semakin maju, imbuhnya, musik yang diciptakan pun harus menyesuaikan dengan kondisi agar tetap digandrungi. Tak dipungkiri, grup musik ini telah memiliki lebih dari 400 lagu. Oleh karenanya untuk menjaga keeksisan harus terus di-anyarkan.

Ia menambahkan, album Nasida Ria ke-36 secara resmi dirilis di platform digital seperti Spotify, Joox, iTune, Youtube Music dan Deezer mulai 19 September 2020. Album religi itu dirilis oleh label milik Nasida Ria, yaitu Nasida Ria Entertainment.

Untuk melestarikan musik kasidah, pihaknya juga mengenalkan generasi Nasida Ria, Qpop atau Qasidah Pop. Namanya Ezzura. Sebagai penerus, Ezzura mencoba kembali berevolusi atau mengembangkan musik kasidah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Untuk itu, konsep arransement music Ezzura dikemas sedemikian rupa agar mudah diterima oleh masyarakat, terutama kalangan anak muda,” harapnya.

Dalam album Kebaikan Tanpa Sekat itu terdapat sejumlah lagu yang bakal hits, antara lain Racun Rumah Tangga, Budi Pekerti, dan Jangan Tinggal Sholat. Sementara album Ezzura berisikan lagu Sosmed, Ujian, dan Wanita Tiang Negara.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir dalam launching sangat mendorong grup ini bisa terus eksis. “Lagu-lagunya juga milineal dan bisa kembali eksis tidak kalah dengan grup musik yang lain,” katanya didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari. (*/aro)

Terbaru

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik...

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Priska Lydia S Pulungan, Raga di Taiwan, Hati di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Dosen UKSW Priska Lydia S Pulungan MM PhD (Cand) masih dalam tahap penulisan disertasi di jurusan Educational Leadership and Management Development (ELMD), National...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini pun menjadi pelecut Komunitas Satwa...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

Cek Tes IVA lewat Apel Cantik

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Masyarakat Kota Semarang yang ingin melakukan tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), kini lebih mudah. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana...

Ingin Jadi Presenter TV Nasional

RADARSEMARANG.ID, MEWUJUDKAN mimpi bisa dengan berbagai cara, bahkan dari hal yang tidak disengaja sekalipun. Seperti yang dialami oleh Rhetta Sunarto atau akrab disapa Rhetta...

Hamil dengan Warga Tegal, Anak Nyaris Dijual Mertua

RADARSEMARANG.ID - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang saat ini masih menampung 12 deteni atau orang asing penghuni Rudenim. Dua di antaranya Chen Shih Tsuan dan...

Lestarikan Tembang Dolanan

RADARSEMARANG.ID - Melestarikan kebudayaan juga jadi tugas generasi muda. Karena masih banyak anak muda yang belum mengenal kebudayaan di negerinya sendiri. Arsifi Amanah mencoba...

Bentuk Balakar di Tiap Desa

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG, Radar Kedu--Satpol PP dan Damkar Temanggung kini telah membentuk Barisan Relawan kebakaran (Balakar) di setiap desa. Balakar menjadi kepanjangan tangan dari Damkar...

Lainnya