alexametrics

Bisa Bertahan Kuncinya Sabar dan Terus Meningkatkan Kualitas

45 Tahun Nasida Ria, Luncurkan Album ke-36 “Kebaikan Tanpa Sekat”

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sejak 1975, Nasida Ria mewarnai musik Indonesia. Untuk tetap menjaga eksistensinya, grup kasidah yang memiliki ciri khas personel perempuan semua ini terus berkarya hingga turun temurun. Hingga kini, Nasida Ria sudah menelorkan 36 album dan 400-an lagu.

IDA FADILAH, Radar Semarang

Perdamaian perdamaian
Perdamaian perdamaian
Banyak yang cinta damai
Tapi perang makin ramai

ITULAH sepenggal lirik lagu Perdamaian ciptaan Nasida Ria yang paling terkenal. Grup musik kasidah ini termasuk tertua di Indonesia. Sudah 45 tahun, Nasida Ria mewarnai musik Islami negeri ini. Sejak dulu, grup kasidah ini selalu menciptakan pasar sendiri dan konsisten dengan konsepnya, berdakwah melalui seni. Karena itulah, meski semakin banyak kelompok band baru dan genre musik, Nasida Ria tetap eksis secara global.

Selain lagu Perdamaian, lagu lain yang juga eksis pada 2000-an, di antaranya Kota Santri dan Jilbab Putih. Sedangkan lagu pertamanya berjudul Alabaladilmahdu tidak begitu familiar di masyarakat.

Saat ini, Nasida Ria di bawah pimpinan Choliq Zain. Choliq adalah putra H. Mudrikah Zain, pendiri kelompok musik ini pada 1975 silam. Hingga saat ini, mereka masih mampu menunjukkan eksistensi ke publik. Lagu ciptaannya menghiasi radio, televisi, acara pengajian hingga pengeras suara hajatan pernikahan di pelosok kampung di Indonesia hingga era 1990-an.

Baca juga:  Saling Memotivasi dan Menyemangati, Kini Sudah Hasilkan 36 Buku

Sebuah perjalanan panjang hingga mampu bertahan sampai saat ini. Meski didirikan pada 1975, Nasida Ria baru dikenal masyarakat luas pada 1979-1980 lewat lagu Perdamaian.

Choliq mengaku tidak mudah mengurus Nasida Ria karena personelnya banyak, sehingga banyak problem juga. Tak heran, jika personelnya sudah beberapa kali ganti karena regenerasi. Untuk mengatasinya, lanjut dia, kuncinya ada di kesabaran. “Harus sabar mengatasi banyak orang. Kalau gak sabar, sudah bubar sejak dulu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela launching album ke-36 di Risen Sky Lounge Jalan Medoho Raya, Semarang, Sabtu (19/9).

Rien Jamain, senior Nasida Ria, mengungkapkan, meski formasi sempat berganti beberapa kali, namun selalu menjaga kerukunan, bermusyawarah, dan tetap menjalin komunikasi. Ia menjadi satu-satunya generasi pertama yang masih bertahan. “Itu yang membuat kami selalu kompak,” ujarnya.

Persaingan industri musik memang semakin ketat. Namun Choliq selalu berpegang teguh untuk tidak meninggalkan grup yang lama, dan justru harus terus meningkatkan kualitas. Buktinya, tak hanya manggung di Indonesia, Nasida Ria pernah konser di luar negeri diundang kedutaan besar (kedubes), seperti di Jerman dua kali, Hongkong, dan Malaysia.

Di usia ke-45 tahun, grup musik asli Semarang ini melaunching album ke-36 bertajuk Kebaikan Tanpa Sekat. Isinya, mengajak berbuat baik kepada siapapun tanpa memandang latar belakang suku, ras, dan agama.

Baca juga:  Terus Berkarya, Mochi Band Sudah Lahirkan Enam Lagu

Manager Nasida Ria Entertainment Zuhadi Mahdi mengatakan, album ke-36 Nasida Ria ini merupakan album yang paling cepat proses penggarapannya. Hanya tiga bulan untuk menggarap lagu dan video klip. Bahkan, terdapat lagu yang hanya diciptakan dalam waktu dua hari. “Untuk semua penggarapan video klip dan lagu terhitung hanya tiga bulan mulai Juni, Juli, hingga Agustus,” jelasnya.

Dalam proses pembuatannya, manajemen selalu mengingat pesan mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tentang Kebaikan Tanpa Sekat.

“Dari pesan Gus Dur itu, terlintas sebuah ide untuk membuat lagu yang mempunyai pesan kebaikan yang kita lakukan akan kembali ke kita. Itulah inti dari album Kebaikan Tanpa Sekat. Meski proses pembuatannya sangat cepat, saya merasa puas dengan hasil album ke-36 ini,” katanya.

Dikatakan, album kali ini pun mencerminkan pandemi Covid-19. Di mana, semua orang tengah kesulitan baik dari sisi finansial maupun yang lain. “Maka dari itu melalui lagu ini masyarakat harus sadar untuk saling tolong-menolong dan gotong-royong,” jelasnya.

Menyongsong era yang semakin maju, imbuhnya, musik yang diciptakan pun harus menyesuaikan dengan kondisi agar tetap digandrungi. Tak dipungkiri, grup musik ini telah memiliki lebih dari 400 lagu. Oleh karenanya untuk menjaga keeksisan harus terus di-anyarkan.

Baca juga:  Sweet All One Siapkan Lagu Penyemangat di Tengah Pandemi

Ia menambahkan, album Nasida Ria ke-36 secara resmi dirilis di platform digital seperti Spotify, Joox, iTune, Youtube Music dan Deezer mulai 19 September 2020. Album religi itu dirilis oleh label milik Nasida Ria, yaitu Nasida Ria Entertainment.

Untuk melestarikan musik kasidah, pihaknya juga mengenalkan generasi Nasida Ria, Qpop atau Qasidah Pop. Namanya Ezzura. Sebagai penerus, Ezzura mencoba kembali berevolusi atau mengembangkan musik kasidah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Untuk itu, konsep arransement music Ezzura dikemas sedemikian rupa agar mudah diterima oleh masyarakat, terutama kalangan anak muda,” harapnya.

Dalam album Kebaikan Tanpa Sekat itu terdapat sejumlah lagu yang bakal hits, antara lain Racun Rumah Tangga, Budi Pekerti, dan Jangan Tinggal Sholat. Sementara album Ezzura berisikan lagu Sosmed, Ujian, dan Wanita Tiang Negara.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir dalam launching sangat mendorong grup ini bisa terus eksis. “Lagu-lagunya juga milineal dan bisa kembali eksis tidak kalah dengan grup musik yang lain,” katanya didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya