alexametrics

Produksi Busana Muslim, Pasarnya sampai Hongkong

Kisah Khoiriyah, Menjadi Jutawan setelah Resign dari Pabrik

Menarik

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini...

Cover Koreografi Blackpink, Pernah Tampil di Depan Dubes Korsel

RADARSEMARANG.ID, Musik K-Pop semakin ramai diminati generasi milenial Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Komunitas Dance Cover K-Pop pun...

Dianggap Ikan Anak SD, Ada yang Laku Rp 1,2 Juta

RADARSEMARANG.ID - Berlokasi di gang sempit, Arul Firmansyah, 21, membudidayakan ratusan ekor ikan cupang. Berbekal botol air mineral, ember es...

RADARSEMARANG.ID, Khoiriyah pernah menjadi karyawan swasta selama delapan tahun. Mulai bagian operator, administrasi hingga Human Resource Departement (HRD). Setelah memutuskan resign dari pabrik, kini ia sukses berbisnis busana muslim.

MUHAMMAD WILDAN MUSTOFA, Radar Semarang

PUNYA pengalaman bekerja di pabrik garmen membuat Khoiriyah memiliki keterampilan dalam menjahit. Setelah berhenti bekerja di pabrik, Khoir –sapaan akrabnya—mengembangkan keahliannya itu. Dengan modal Rp 3 juta, ia membeli alat dan bahan seadanya. Ia membuka jahitan di rumahnya. Tak disangka banyak orang yang ingin belajar menjahit. Dari situ, ia membuka pelatihan menjahit yang diikuti sejumlah warga. Sebagai praktiknya, mereka membuat celemek. “Kami bikin celemek, mulai yang mudah terlebih dahulu,” ujar Khoiriyah kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Setelah celemek, Khoir juga menjahit seragam sekolah, mulai TK, SD, SMP dan SMA. Selanjutnya, ia memproduksi busana muslimah, terutama baju gamis. “Awalnya, saya hanya membuat satu model dan dijahit sendiri. Hasilnya saya posting di media sosial. Ternyata banyak yang berminat,” kenangnya.

Usaha yang dirintisnya itu terus berkembang dan banyak peminatnya. Dari sini, ia membuat brand bernama Griya Busana Khoir. Griya Busana Khoir berada di Tengaran RT 20 RW 5 Kecamatan tengaran, Kabupaten Semarang. Selain memproduksi untuk brand miliknya, Khoir juga memproduksi untuk brand lain. Harga satu set gamis kisaran Rp150 ribu sampai Rp 300 ribu.

“Untuk brand lain harganya lebih mahal dari harga normal, dan juga dibatasi minimal pembelian satu kodi atau 20 pcs untuk satu model gamis,” ungkap istri dari Ansori ini.

Wanita kelahiran 1980 ini menambahkan, untuk pemasaran produknya dilakukan melalui media sosial, seperti Instagram, Facebook, Shoope dan WhatsApp Group. Selain pasar dalam negeri, lanjut dia, produknya juga sudah menembus pasar luar negeri. Seperti Malaysia, Taiwan dan Hongkong.

“Setiap seminggu sekali, saya pasti mengirim produk ke Hongkong minimal pengiriman 40 pcs,” tandasnya.

“Saya pernah mengikuti pameran di Salatiga Project, dan setiap setahun sekali diundang dalam acara pameran di provinsi,” kata wanita lulusan Diploma akuntansi ini.

Dari bisnisnya ini, Khoir mengaku bisa mengantongi omzet hingga Rp 40 juta per bulan. Bahkan, untuk membantu produksinya yang terus meningkat, saat ini ia dibantu enam karyawan tetap yang bekerja di rumahnya.

“Juga ada lima karyawan tidak tetap. Mereka bekerja dengan membawa pulang bahan untuk dijahit di rumah masing-masing. Dan untuk sementara ini memiliki lima mesin jahit,” tambahnya.
Menurut putri pasangan Masrukhin dan Muti’atun ini, karyawannya digaji dengan sistem borongan. Semakin banyak produksi yang dihasilkan, kata dia, maka semakin banyak pula gaji yang diperoleh. “Bahkan hingga melebihi UMK,” katanya.

“Pada awal pandemi, bisnis saya mengalami kemrosotan yang lumayan banyak. Tapi, Alhamdulillahnya waktu itu dapat pesanan masker dari Pak Ganjar yang merupakan program untuk membantu UKM,” paparnya

Saat ini, lanjut dia, banyak pesanan dari luar untuk membuatkan masker. Maskernya dikirimkan ke toko-toko yang menjual masker di daerah salatiga. Kadang ada beberapa anggota Polsek Tengaran yang mampir untuk membeli masker produksinya.

“Pekerjaan itu harus diiringi dengan ikhlas, tawakal dan istiqomah, dan kalau bisa itu kita menjemput bola. Agar pekerjaan yang kita lakukan berkah dan banyak manfaat untuk orang lain,” pesannya. (*/aro)

Terbaru

Tantang Kreativitas Pelajar lewat Kompetisi Video Belajar

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG– PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak seluruh pelajar di 682 SMK mitra binaan untuk berkreasi membuat konten video yang menarik...

Perkuat Penjualan, Citra Grand Gandeng IKEA

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Perumahan premium, Citra Grand Semarang kini menggandeng IKEA untuk mendongkrak penjualan. Furniture kenamaan tersebut dipilih sebagai jawaban model hunian berkelas. Marketing Manager Citra...

Sekolah Vokasi Undip Genjot SDM melalui Pusat Pelatihan Otomasi Industri

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Masih rendahnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, dalam menguasai teknologi otomasi industri, khususnya aplikasi praktis Programmable Logic Controller (PLC),...

Priska Lydia S Pulungan, Raga di Taiwan, Hati di Salatiga

RADARSEMARANG.ID, Dosen UKSW Priska Lydia S Pulungan MM PhD (Cand) masih dalam tahap penulisan disertasi di jurusan Educational Leadership and Management Development (ELMD), National...

Melakukan Edukasi hingga Rescue Satwa Liar

RADARSEMARANG.ID, Satwa reptil masih dinilai menakutkan bagi sebagian kalangan. Reptil bak satwa aneh. Tidak lazim dipelihara. Stigma semacam ini pun menjadi pelecut Komunitas Satwa...

Populer

Sabar atas Cobaan, Tafsir Surah Al-Baqoroh 153-157

“YĀ ayyuhallażīna āmanusta'īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn (Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar) (QS Al...

Pendaftaran Banpres UMKM Diperpanjang

RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – Pemerintah memperpanjang waktu pendaftaran Bantuan Presiden (Banpres) Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pendaftaran  tahap II dibuka hingga akhir November 2020....

Wanita Perlu Berkarir

RADARSEMARANG.ID, Wanita perlu berkarir. Itu bukan tabu. Setidaknya itu yang dijalani Anis Setyaningrum saat ini. Anis - sapaan akrabnya—mengatakan, jika era emansipasi wanita haruslah...

Bangga Menjadi Agen Koran

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saat didatangi, Nuriyanto tengah sibuk menyiapkan laporan akhir bulan penjualan koran. Rumahnya di Jalan Gaharu Utara 74 A, Kelurahan Srondol Wetan...

Usir Bosan ke Toko Buku

RADARSEMRANG.ID, Banyak hal yang bisa dilakukan ketika mood seseorang sedang tidak stabil. Misalnya, dengan makan coklat, olahraga hingga traveling. Salah satu dara muda yang...

Random

Peringati Katina Puja, Bhikkhu Lakukan Pindapata

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG—Puluhan bhikkhu dan Samanera Vihara Mahabodi Jalan Taman Seroja Semarang melakukan ritual Pindapata di kawasan Pecinan, Minggu (20/10) kemarin. Ritual tersebut diawali dari...

Suami Mata Keranjang, Istri Mana yang Tahan

RADARSEMARANG.ID, John Dori memang tukang rayu ulung. Banyak wanita yang klepek-klepek digombali pria mata keranjang ini. Salah satunya Lady Sandi. Bahkan, keduanya akhirnya menikah....

Dengan Kopsis Media Smart, Siswa Belajar Menjurnal

RADARSEMARANG.ID, KOPSIS merupakan koperasi yang berada dalam lingkungan sekolah. Anggotanya adalah siswa dari sekolah tersebut yang dapat melakukan kegiatan ekonomi tanpa badan hukum....

Meningkatkan Kepedulian Siswa dengan Teks Persuasi

RADARSEMARANG.ID, BEBERAPA tahun terakhir ini kita dihadapkan dengan pesatnya kemajuan teknologi. Bukan lagi hal yang asing ketika kita menyaksikan banyak anak kecil yang bermain...

Membangun Kemampuan Berpikir Kritis Melalui PBL

RADARSEMARANG.ID, Pengembangan pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan program yang dikembangkan oleh Kemendikbud melalui Ditjen GTK...

Lainnya