Patok Tarif hingga Rp 10 Juta, Pernah Alami Proyek Gagal

Javsoul Technology, Kelompok Mahasiswa USM Pembuat Aplikasi dan Website

466
LESEHAN: Personel Javsoul Technology saat berdiskusi dalam pembuatan proyek website. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LESEHAN: Personel Javsoul Technology saat berdiskusi dalam pembuatan proyek website. (KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – Delapan mahasiswa Universitas Semarang (USM) ini cukup kreatif. Mereka membuka usaha jasa pembuatan aplikasi dan website. Para mahasiswa ini tergabung dalam Javsoul Technology. Seperti apa?

Delapan mahasiswa itu adalah Subkhan Asro’i, Didi Okfendi, Affandy Ichsan, Asni Alviana, Nadila Larasati, Ryan Pradana, M. Nugroho Adhiyasa, dan Nanda Adisaputra. Mereka berasal dari fakultas yang sama, yakni jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi. Para mahasiswa ini membuka usaha jasa pembuatan aplikasi dan web. Sudah beberapa project berhasil diselesaikan.

Menurut Didi Okfendi, ide membuka usaha jasa pembuatan aplikasi dan website bermula saat ditawari project membuat aplikasi dari salah satu teman. Ia lantas mengajak tujuh temannya. Ternyata disambut dengan antusias. Akhirnya, berdirilah Javsoul Technology untuk membangun sebuah startup dengan modal nol rupiah.

Dijelaskan, pemilihan nama itu ada artinya. Jav berarti jawa dan soul berarti jiwa. “Jadi inti dari Javsoul adalah jiwanya jawa,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dari nama tersebut terciptalah logo dengan gambar bunglon. Filosofinya yaitu mimikri atau mengikuti perkembangan teknologi dari zaman ke zaman. Di kelompok ini, setiap personel mempunyai tanggung jawab dan tugas masing-masing. Ada yang mahir di bidang website, android, game dan lainnya.

Didi mengatakan, saat ditawari project, ia dan tujuh temannya sangat antusias. Sedangkan mahasiswa lain beralasan pulang kampung, sedang sakit dan sebagainya. “Sehingga hanya kami yang mengerjakan proyek tersebut,” imbuh Subkhan Asro’i, mahasiswa yang pernah meraih juara II lomba MAGE 5 di ITS Surabaya ini.

Menurut mahasiswa kelahiran 6 Oktober 1999 ini, Javsoul Technology telah mendapatkan project pembuatan website sistem jual beli ayam potong, sistem kepegawaian dari sebuah perusahaan, serta sistem penjualan di toko YOS.

Dikatakan, untuk pengerjaan setiap project berbeda-beda. Untuk pembuatan website sederhana dibutuhkan waktu satu bulan, sedangkan aplikasi yang kompleks waktu pengerjaannya bisa mencapai tiga bulan. Mereka mematok tarif sesuai dengan fitur permintaan klien. Website sederhana antara Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Sedangkan yang kompleks bisa mencapai Rp 10 juta.
“Project yang gagal juga pernah, karena waktu yang disediakan hanya satu hari. Sedangkan kami juga harus kuliah,” ujar marketing di Javsoul Technology ini.

Mereka mengaku kesulitan dalam membagi waktu. Seperti yang dikatakan Nadila Larasati. “Sekarang di antara kami sudah ada yang lulus, pasti akan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Untuk dapat berkumpul tentu dibutukan waktu yang pas, serta harus saling mengalah satu sama lain,” tutur gadis asal Semarang ini.

Project yang mereka buat biasanya datang dari para dosen, teman dan sebagainya. Mereka mempromosikan diri juga melalui akun Instagram javsoul.technology. Ketika berkumpul dan menyelesaikan suatu project banyak kendala yang dihadapi. Seperti sulit menyesuaikan sikap terhadap rekan kerja, saling mengedapankan ego sendiri, berbeda pendapat, dan kurangnya kesadaran bekerja secara tim.

Diakui, project gagal tidak membuat perkumpulan muda-mudi ini patah semangat. Mereka justru lebih giat dalam belajar, bertukar pikiran agar ke depannya Javsoul Technology bisa dibutuhkan oleh pasar, dan dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi lulusan IT, terutama alumni USM. “Harapan lain, segera mendapatkan NPWP yang sekarang masih dalam proses, kemudian mempunyai ruang kerja yang permanen agar dapat merekrut anggota baru,” harapnya. (mg12/aro)