alexametrics

“Kado Istimewa” Bagi UMKM Rembang, Angkat Produk Lokal

Dari Peresmian Rumah BUMN Rembang (1)

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Peresmian Rumah BUMN Rembang ibarat “kado istimewa” bagi kalangan pelaku UMKM di Kabupaten Rembang saat HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Kehadiran Rumah BUMN Rembang yang diinisiasi serta dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan didukung PT Semen Gresik ini diproyeksikan mampu mempercepat peningkatan kapasitas ribuan UMKM dan sekaligus menggerakkan laju roda perekonomian daerah.

ANGKAT PRODUK LOKAL: Rumah BUMN yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman No 83 Rembang ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UMKM, program kemitraan dan bina lingkungan, co-working space hingga basecamps millenials. (ISTIMEWA)
ANGKAT PRODUK LOKAL: Rumah BUMN yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman No 83 Rembang ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UMKM, program kemitraan dan bina lingkungan, co-working space hingga basecamps millenials. (ISTIMEWA)

Karena alasan itu pula, Bupati H Abdul Hafidz dan Forum UMKM Rembang memberikan apresiasi seiring beroperasinya Rumah BUMN Rembang.

Nada penuh optimisme disampaikan Bupati Rembang H Abdul Hafidz saat sambutan kegiatan peresmian Rumah BUMN Rembang, Senin pekan lalu (17/8). Menurutnya, Rumah BUMN Rembang akan mampu mengangkat kesejahteraan pelaku UMKM. Optimisme ini beralasan. Sebab, sarana prasarana dan berbagai fasilitas yang ada di Rumah BUMN Rembang memang mendukung peningkatan kapasitas industri kecil menengah. Mulai tempat workshop UMKM hingga ruang seminar untuk menyemai berbagai inovasi dan ide mereka. Hingga kini, menurut Abdul Hafidz, fasilitas itu memang masih minim di Rembang. Tak hanya itu, urusan permodalan hingga akses pemasaran produk barang maupun jasa yang dihasilkan UMKM juga bisa difasilitasi melalui Rumah BUMN Rembang nantinya.

“Ini menjadi salah satu bukti jika BUMN tidak semata-mata mencari keuntungan, namun juga mampu menggerakkan masyarakat ke arah yang positif dan lebih baik,” kata Abdul Hafidz.

Selain dihadiri Bupati Abdul Hafidz dan sejumlah kepala dinas di Rembang, kegiatan peresmian itu juga diikuti oleh Direksi Semen Gresik dan General Manager of CSR Semen Indonesia Grup (SIG) Edy Saraya. Juga dihadiri oleh perwakilan UMKM, komunitas lokal Rembang, segenap industri kreatif, dan tentunya millennials.

Baca juga:  Dorong UMKM Urus Sertifikasi Halal

Rumah BUMN yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No 83 Rembang ini memang diproyeksikan menjadi pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UMKM, program kemitraan dan bina lingkungan, co-working space hingga basecamps millenials. Selain itu, Rumah BUMN Rembang juga memiliki fungsi sebagai Kantor Satgas Bencana BUMN.

Rumah BUMN Rembang memang memiliki berbagai sarana prasarana yang lengkap dan mengakomodasi pengembangan UMKM. Berbagai fasilitas yang representative dan fungsional mulai dari zona pengembangan UMKM yang terdiri atas tempat workshop (pelatihan) dan ruang meeting VIP, zona display (ruang pamer), zona coworking space (ruang untuk berkarya dan bekerja bersama), zona satgas BUMN, hingga pojok seni budaya dan coffe shop.

Melalui Rumah BUMN, pelaku UMKM didorong agar bisa naik kelas, melalui pelatihan, pendampingan, inkubasi bisnis, networking, bahkan hingga perluasan akses pasar. Oleh karena itu, satu zona saling berhubungan dengan zona lainnya. Zona display misalnya menentukan pelatihan (tempat workshop) yang dibutuhkan oleh UMKM. Sedang area pojok seni budaya merupakan zona khusus untuk mendukung eksistensi pegiat seni budaya di Kabupaten Rembang. Di zona ini, mereka bisa menampilkan kreativitas baik seni budaya tradisional maupun kontemporer. Rumah BUMN Rembang juga memiliki studio yang bisa dimaksimalkan berbagai kalangan.

Baca juga:  Respons UU HPP, Pemprov Jateng Perkuat Literasi Keuangan UKM

Menurut Abdul Hafidz, kehadiran Rumah BUMN Rembang ini menjadi mitra strategis jajarannya untuk memajukan UMKM. Sinergi seperti ini, diakui Abdul Hafidz, penting dilakukan. Sebab, pemerintah memang tidak bisa jalan sendiri tanpa keterlibatan aktif berbagai pihak lainnya. “Saya juga pesan untuk pelaku UMKM. Dorongan dan berbagai fasilitas ini harus dimaksimalkan pemanfataannya. Tapi UMKM juga harus punya komitmen untuk maju,” pesannya.

Pembina Forum UMKM Rembang Setyo Hariyadi mengatakan, kehadiran Rumah BUMN Rembang sudah lama ditunggu oleh para pelaku UMKM. Karena selama ini belum ada fasilitas tersebut, maka ada sejumlah anggota Forum UMKM Rembang yang menjadi “member” di Rumah BUMN Jogjakarta.

Menurut Tyo – panggilan akrab Setyo Hariyadi- selain beragam fasilitas yang komplit dan mendukung peningkatan kapasitas UMKM, letak Rumah BUMN Rembang juga sangat strategis. Sebab, berada di kawasan perkotaan, tepi jalur pantura, dekat dengan destinasi wisata andalan Rembang yang mudah dijangkau.

“Ini ibarat kado istimewa untuk UMKM. Kami sangat mengapresiasi sekali, memang ini yang selama ini kita tunggu. Kami optimis bisa lebih maju dan naik kelas seiring hadirnya Rumah BUMN Rembang ini,” ucap Tyo.

Direktur Keuangan dan SDM PT Semen Gresik Muchammad Supriyadi mengatakan, UMKM memang harus disemangati dan difasilitasi agar terus tumbuh dan berkembang, terlebih saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Sebab, UMKM terbukti tahan banting dan tetap menjadi pilar penyangga perekonomian daerah bahkan negara. Ketangguhan UMKM itu sudah terbukti. Supriyadi mencontohkan saat krisis ekonomi menerjang Indonesia tahun 1998 dan 2008. “Saat perusahaan besar banyak yang jatuh, UMKM tetap kokoh. Oleh karena itu UMKM wajib kita bantu. Bahkan Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara) juga siap membantu,” ujar Muchammad Supriyadi.

Baca juga:  UMKM dan Pertunjukan Seni Budaya di Salatiga Mulai Bangkit

Kabupaten Rembang memiliki sejumlah produk UMKM andalan. Beberapa di antaranya seperti Batik Lasem, kopi, produk olahan berbahan dasar ikan, sirup kawista, kerajinan akar kayu jati dan lain sebagainya.

Kehadiran Rumah BUMN Rembang juga sekaligus untuk lebih mengangkat berbagai produk lokal khas Rembang. Meskipun, selama ini Semen Gresik juga sudah melakukan sejumlah upaya terkait hal itu. Salah satunya dengan memfasilitasi pelaku UMKM lokal unggulan ikut dalam berbagai ajang pameran. Seperti event Jateng Fair. Selain untuk mempromosikan dan mengangkat berbagai potensi UMKM, Semen Gresik juga ingin menjaga eksistensi produk berbasis kearifan lokal khas Rembang tersebut. Upaya ini tak hanya bermanfaat secara ekonomi, namun juga sekaligus nguri-nguri kekayaan budaya khas Kota Garam.

“Semen Gresik selalu berkomitmen tumbuh berkembang bersama masyarakat serta berkontribusi positif untuk daerah,” tandas Muchammad Supriyadi. (*/bersambung/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya