alexametrics

Melunturkan Minyak di Perabotan, Berfungsi sebagai Antibakteri

Klarisa Aulia, Mahasiswi Upgris Ubah Limbah Sekam Padi Jadi Sabun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sekam padi biasanya hanya digunakan sebagai media tanam atau bahan bakar. Jika tidak, maka sekam akan berakhir sebagai limbah percuma di pembuangan. Tapi di tangan Klarisa Aulia, sekam padi mampu diubah menjadi produk yang bermanfaat.

NORMA SARI YULIANINGRUM, Radar Semarang

USIANYA terbilang masih muda. Baru 20 tahun. Tapi siapa sangka mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang (Upgris) ini mampu memiliki inovasi yang berbeda.

Di tangan Klarisa Aulia, sekam padi diubah menjadi sabun cuci piring dapat melunturkan minyak yang menempel di perabotan. Ia pun mengaku terinspirasi dari melimpah limbah sekam padi yang ada di kampung halamannya. Bahkan dalam sebulan terdapat lima ton limbah padi dibuang percuma. Ia kemudian memulai eksperimen tersebut di laboratorium kampusnya.

Baca juga:  Jawa Pos Radar Semarang Siap Fasilitasi Inovasi Sekolah

“Ide awal berawal dari ketersediaan sekam yang melimpah. Biasanya kan sekam digunakan untuk media tanam dan sumber bahan bakar tapi selebihnya dibuang percuma. Setelah membaca literatur, ternyata fungsi dari sekam itu banyak. Salah satunya sebagai antibakteri,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (16/8).

Adapun di dalam pembuatannya, sabun dari sekam ini tak memerlukan bahan yang banyak. Hanya diperlukan sekam padi, air, minyak, daun pandan, dan bahan kimia. Proses pembuatannya pun juga terbilang mudah.

Sembari mempraktikan, Klarisa pun menjelaskan bahwa pertama-tama sekam padi dibakar terlebih dahulu kemudian dihaluskan bersama dengan air aquades. Setelahnya, ia mengolah daun pandan untuk dibuat menjadi ekstrak. Kemudian semua bahan tersebut dijadikan satu dan didiamkan selama enam jam.

Baca juga:  Inovasi Pelayanan Publik Belum Merata, Wali Kota Magelang: Tanpa inovasi, Yo Ming Ngono-Ngono Thok

Dari sejumlah literatur yang Klarisa pelajari, ia menerangkan bahwa sekam padi ini mengandung silika yang bersifat adsorben dan abrasif. Abrasif berfungsi menghilangkan plak atau kotoran. Sedangkan adsorben berfungsi menyerap minyak.

Di samping itu, Klarisa juga menambahkan ekstrak daun pandan karena daun pandan mengandung flafonoid dan kanin. Kedua kandungan tersebut berfungsi sebagai antibakteri.

Adapun menurut Praptining Rahayu, sang dosen pembimbing, eksperimen Klarisa tersebut perlu untuk didukung. Karena sebelumnya belum pernah ada eksperimen serupa dan dinilai punya prospek yang bagus. “Kami dukung karena prospeknya bagus. Jumlah bahan baku melimpah dan setelah diolah menjadi bernilai jual tinggi,” katanya bangga.

Ke depan, rencananya sabun colek ini akan disempurnakan dan dikembangkan menjadi sabun cair. Tentu setelah Klarisa melakukan uji coba kembali secara mendalam. (*/aro)

Baca juga:  Monitoring Pasien Cukup dari Gadget, Meminimalkan Tertular Covid

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya