Sekolah Daring Lancar, sekaligus Belajar Mengaji

Masjid An Nur Bulu Lor Semarang Sediakan Internet Gratis Bagi Siswa

385
INTERNET GRATIS: Para siswa belajar secara daring di Masjid An Nur yang menyediakan internet gratis. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INTERNET GRATIS: Para siswa belajar secara daring di Masjid An Nur yang menyediakan internet gratis. (NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Takmir Masjid An Nur Bulu Lor, Semarang Utara cukup tanggap. Mereka menyediakan wifi gratis bagi para siswa sekitar untuk kegiatan pembelajaran secara daring.

NUR WAHIDI, Radar Semarang

Selama pandemi Covid-19, hampir semua pembelajaran sekolah dilakukan secara online. Yang jadi kendala, tak sedikit siswa yang kesulitan mengakses internet. Hal itu menjadi perhatian Takmir Masjid An Nur yang terletak di wilayah RW II Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara.

Pengelola tempat ibadah ini pun memberikan akses internet gratis kepada siswa di wilayah tersebut. “Siswa bisa sekolah secara daring di masjid ini yang dimulai pagi sampai sore hari,” kata Ketua Takmir Masjid An Nur Fredy Sadiki kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (7/8).

Fredy mengaku, ide tersebut muncul bermula ketika pengurus masjid mendatangi salah satu rumah warga yang merasa keberatan dengan kuota internet untuk proses belajar-mengajar. Sebab, dalam seminggu harus mengeluarkan biaya pembelian paket internet hingga Rp 30 ribu.

“Siswa sini banyak yang orangtuanya sebagai tukang ojek, berjualan dan pekerja pabrik. Mereka merasa keberatan membeli paket internet,” ujarnya.

Bermula dari situ, pengurus masjid sepakat memasang wifi gratis. Hanya saja, dibatasi untuk 30 siswa agar tidak lemot. Internet gratis ini bisa dinikmati para siswa dengan datang ke masjid. Mereka bisa belajar bersama didampingi marbot masjid. Selain pelajaran sekolah, para siswa juga belajar mengaji.

“Marbot di masjid sini hampir semua menguasai pelajaran umum hingga mengaji. Sehingga ketika kurang jelas, bisa langsung ditanyakan kepada marbot,” ujarnya.

Fredy mengatakan, agar tidak diakses orang lain, maka setiap siswa diberikan password. Internet gratis ini hanya untuk kepentingan belajar. Khusus, setiap Jumat untuk kepentingan mengaji dan pelajaran tajwid.

Yang menarik, pihak masjid akan memberikan hadiah uang apabila siswa yang belajar di masjid itu meraih ranking di sekolahnya.

“Agar siswa memiliki semangat belajar yang tinggi, maka kami akan memberikan hadiah uang bagi siswa yang berprestasi,” katanya.

Salah seorang siswa kelas 8 SMP, Agus Tyo, mengaku cukup terbantu adanya internet gratis dari Masjid An Nur. Pasalnya, penggunaan internet untuk belajar daring membutuhkan biaya yang tidak kecil. Sebulan, paling sedikit menghabiskan biaya Rp 78 ribu. “Ini sangat besar bagi keluarga kami. Adanya internet gratis ini sangat membantu kami,” ujarnya. (*/aro)