Usung Tagline Hari-Hari Penuh Berkah, Satu Jam Ludes

Yang Unik dari Canthelan Berbagi Warga Gayamsari, Semarang

339
PEDULI SOSIAL: Canthelan Berbagi yang disediakan warga Gayamsari RT 06-07 RW 02, Kota Semarang.(NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI SOSIAL: Canthelan Berbagi yang disediakan warga Gayamsari RT 06-07 RW 02, Kota Semarang.(NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Selama pandemi Covid-19, kepedulian sosial warga cenderung meningkat. Warga saling bantu, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. Ini ditunjukkan warga RT 06 dan 07 RW 02 Kelurahan/Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Mereka membuat program Canthelan Berbagi. Seperti apa?

NUR WAHIDI, Radar Semarang

CANTHELAN Berbagi itu didirikan di lahan kosong di tepi jalan kampung. Dibuat dari balok kayu Kalimantan ukuran 3/5 cm. Tingginya sekitar 3 meter, lebar sekitar 2 meter. Dibuat canthelan berderet bersusun empat. Setiap deret terdiri atas 11 canthelan dari paku. Sehingga total ada 44 canthelan. Plastik kresek berisi kebutuhan masak digantung di canthelan itu. Bungkusan bahan olahan itu berasal dari warga mampu yang ingin berbagi. Sebaliknya, warga yang membutuhkan tinggal mengambil. Satu orang, satu plastik.

Ketua RW 02 Gayamsari Aroto mengatakan, apa yang dilakukan warga di wilayah RT 06 dan 07 ini merupakan bentuk kepedulian kepada warga yang membutuhkan. Terutama bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19. Sebab, tak sedikit warga yang kehilangan pekerjaan. Ada yang di-PHK, di rumahkan, maupun usahanya gulung tikar. Praktis, tidak ada pemasukan lagi bagi keluarga. “Ini hasil kesepakatan warga. Sebagai bentuk kepedulian sosial,” kata Aroto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Untuk pengelolaan Canthelan Berbagi ini dilakukan oleh ibu-ibu PKK setempat. Agar tidak terjadi rebutan, maka dicantumkan aturan mainnya di Canthelan Berbagi ini. Dalam MMT yang dipasang di bagian atas canthelan itu dituliskan: GRATIS…! Yang mampu silakan sedekah/nyumbang secara ikhlas. Yang merasa tidak mampu silakan ambil secukupnya. Anak-anak dilarang mengambil.

“Warga dengan suka rela mencanthelkan tas kresek berisi bahan masakan. Selanjutnya warga yang membutuhkan bisa mengambil satu tas kresek per orang,” ujarnya didampingi Ketua RT 06 RW 02 Dodi Tri Haryono.

Bahan masakan yang dicanthelkan beragam. Ada sayur bayam, tauge, kol, daun bawang, gula, kelapa, tempe, tahu, minyak goreng, mi instan, dan sebagainya. Canthelan Berbagai itu hanya berlangsung sekitar satu jam, yakni mulai pukul 07.00 sampai 08.00. “Biasanya tidak sampai satu jam sudah ludes,” kata Dodi.

Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, maka protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Warga yang datang akan dilakukan pemeriksaan suhu badan dengan thermogun. Warga juga wajib pakai masker. “Yang tidak pakai masker, disuruh pulang. Nggak boleh ambil,” tegasnya.

Tak hanya melayani warga yang datang. Pengelola canthelan berbagi ini juga akan mengantarnya ke rumah warga yang sedang sakit.

Aroto menambahkan, canthelan berbagi yang memiliki tagline “Hari-Hari Penuh Berkah” ini tidak sampai mengganggu warga yang berjualan sayuran, baik pedagang keliling maupun pedagang setempat. Justru ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk berbagi. Selain itu, warga yang hendak berbagi di canthelan itu biasanya juga berbelanja terlebih dahulu di pedagang sayuran tersebut.

“Apa yang dilakukan warga ini saling membutuhkan dan bukan saling mematikan. Justru di sinilah kepedulian sosial warga diuji. Mereka yang memiliki harta lebih bisa menyumbangkan, entah itu minyak goreng, mi intan atau yang lainnya tanpa ada paksaan kepada warga yang membutuhkan,” katanya. (*/aro)