Bantu Korban Pandemi, Sehari Habiskan 80-100 Porsi

Kedai Jawara Kendal, Menikmati Makan-Minum Bayar Suka-Suka

275
BAYAR SEMAMPUNYA: Pemilik Kedai Jawara Asep Saipudin saat melayani pembelinya. (Alvi Nur Janah / Jawa Pos Radar Semarang)
BAYAR SEMAMPUNYA: Pemilik Kedai Jawara Asep Saipudin saat melayani pembelinya. (Alvi Nur Janah / Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi Covid-19, warga dituntut saling berbagi. Salah satunya ditunjukkan Ahmad Saipudin, pemilik Kedai Jawara Kendal. Ia membantu sesama dengan membebaskan konsumennya membayar semampunya.

ALVI NUR JANAH, Kendal, Radar Semarang

Kedai Jawara berlokasi di pertigaan Pasar Sukodono, Kecamatan Kendal. Di kedai ini, pengunjung bisa menikmati menu kuliner dengan membayar suka-suka. Ada menu soto, mi rebus, mi goreng, dan lainnya. Juga minuman dingin dan panas.

Pemilik Kedai Jawara Ahmad Saipudin mengatakan, menu kuliner itu bisa dinikmati oleh pelanggan sepuasnya dengan membayar suka-suka. Tak hanya itu, Asep juga memberikan jajanan gratis setelah pelanggan memesan minuman.

“Namun ada pengecualian, khusus untuk menu tengkleng tetap membayar Rp 33 ribu lengkap dengan nasi dan minuman,”kata Asep kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (28/7).

Asep menceritakan, awal mula memberlakukan tarif suka-suka saat kedainya terkena imbas pandemi Covid-19. Ia mengurangi jam operasional dan stok makanan yang disajikan. “Dari situ, kami berunding untuk mengubah konsep. Dengan mengubah jam operasional dan target sasaran. Karena waktu itu jam operasional untuk berjualan juga dibatasi,”tuturnya.

Akhirnya, ia tetap membuka kedai dengan strategi baru. Bagi pembeli yang memesan tengkleng, maka wajib membayar. Dikarenakan bahan baku tengkleng agak sulit dicari. Namun bagi pembeli yang memesan menu biasa, membayar semampunya saja.

“Awalnya karena takut mubadzir, jadi kita buat sistem sedekah. Kalau disinggung untung dan rugi, ya memang rugi. Tapi kita setiap hari menyediakan porsi yang dikira-kira pas untuk pembeli,”jelas Asep.

Ia mengatakan, bayar suka-suka dari pelanggan adalah bentuk ikhtiarnya untuk beramal atau sedekah. Ia berdoa agar pandemi Covid-19 segera hilang dari bumi pertiwi. Selain itu, bayar suka-suka ini juga menjadi pembeda di antara kedai atau warung yang lain.

“Kita sediakan satu kotak di tempat kasir untuk pengunjung yang bayar semampunya. Kita mencoba membuka image positif di lingkungan sekitar untuk selalu saling bantu sesama,”imbuh Asep.

Pria keturunan Sunda ini membuka kedainya dari pukul 09.00-21.00. Sedekah dalam bentuk bayar suka-suka itu dimulainya awal Juli lalu. Justru hasilnya jumlah pengunjung meningkat. Ia juga tetap bisa terus beroperasi. Karena itu, ia berencana untuk memperpanjang sampai Agustus.

“Bebas untuk siapa saja yang datang. Kalau keadaan memungkinkan, kita rencana perpanjang hingga Agustus,”katanya.

Kabar Kedai Jawara menggratiskan menu makanan sudah tersebar luas. Dari situ, banyak pelanggan yang berdatangan. Dalam sehari, Asep mampu menghabiskan 80-100 porsi.

Kedai Jawara sendiri berkonsep kekinian. Para pelanggan dimanjakan dengan tempat duduk yang nyaman. Cocok untuk nongkrong tak kalah dengan kedai-kedai ternama. Tak cukup sampai di situ. Di Kedai Jawara juga dilengkapi wifi gratis yang bisa diakses 24 jam.

“Semoga apa yang saya lakukan bisa berdampak baik untuk masyarakat Kendal,”harapnya

Salah satu pengunjung, Lativ Shaykhoni, 28, mengaku senang dengan program Kedai Jawara. Apalagi saat ini banyak warga yang membutuhkan uluran tangan dengan budget seadanya. Menurut Lativ, makanan yang disajikan pun tak mengecewakan.

“Kuah soto sapi dan soto ayamnya tetap enak. Meski sebenarnya tidak perlu bayar, tapi kita tetap bayar kok,”kata Lativ.

Ia mengaku sudah tiga kali menyambangi Kedai Jawara miliki Asep. Dengan membawa serta keluarganya untuk mencicipi makanan yang disuguhkan. “Ini kebetulan pas lewat dan mampir lagi,”ujarnya.

Harga menu makanan dan minuman di Kedai Jawara dinilainya sangat terjangkau. “Menu sotonya bisa dinikmati banyak orang dan tengklengnya cocok di lidah siapa saja,” katanya sambil tersenyum. (*/aro)