alexametrics

Persingkat Pengambilan Barang Bukti, Hindari Praktik Pungli

Terobosan Kejari Kendal dengan Aplikasi Si Jempol Andal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Kendal atau Si Jempol Andal sudah setahun diterapkan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal. Sistem ini menerapkan penggunaan barcode untuk memudahkan akses ke barang bukti dan barang rampasan.

ALVI NUR JANAH, Kendal, Radar Semarang

Kejari Kendal terus berbenah. Tak hanya omong kosong. Tapi, diwujudkan dalam aplikasi yang memudahkan masyarakat.
Setahun belakangan ini, alur pengambilan barang bukti sudah menggunakan sistem scanner atau barcode. Pemohon cukup menyetorkan nomor handphone dalam Aplikasi QQ Scanner. Nomor tersebut nanti diverifikasi oleh petugas yang berhubungan langsung dengan pengambilan barang bukti.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kendal Muhammad Ilham Samudah menjelaskan, Si Jempol Andal adalah satu di antara aplikasi unggulan yang dimiliki Kejari Kendal. Si Jempol Andal itu inisiatif mantan pegawai terdahulu. Pada saat itu, aplikasi berupa barcode barang bukti dibentuk oleh bagian Kepala Seksi (Kasi) Barang Bukti.

“Aplikasi dibuat setelah ada imbauan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Di mana Kemenpan RB mengutamakan zona integritas. Institusi dan instansi wajib berbenah dan memperbarui sistem di dalamnya,”jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (21/7).

Baca juga:  Perlakukan Bonsai Penuh Rasa, Karyanya Jadi Buruan Kolektor

Dikatakan, aplikasi ini dibuat April 2019. Berupa aplikasi yang memudahkan pengambilan barang bukti. Baik barang bukti perkara pidana umum maupun pidana khusus.

Dijelaskan, ketika barang bukti sudah banyak, maka butuh manajemen agar bukti vital tersebut tak tercecer. Jika tidak diurus lebih detail dan tercantum, maka akan amburadul. Menurut Ilham, di Kejaksaan Agung sendiri sudah dibentuk Pusat Pemulihan Aset (PPA). Maka, dibentuknya Si Jempol Andal ini sebagai inovasi baru untuk penataan sistem barang bukti secara online.

“Dulu awal mula dibentuk, server kita masih menumpang di instansi lain. Karena untuk memiliki aplikasi secara utuh butuh dana Rp 30 juta. Ya, harus menumpang dulu,”katanya.

Pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) ini dinilainya sebagai langkah transparan. Hal tersebut tentunya berdampak pada jenis barang bukti ketika maju ke tahap putusan inkrah atau keputusan akhir. Baik pada tingkat putusan di Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi maupun Mahkamah Agung. Ketika sudah masuk putusan akhir, maka sistem secara otomatis memberi tahu.

Baca juga:  Kolonel Harry Setyawan Dikenal Pintar dan Penyayang

“Rentang seminggu, barang bukti yang tercatat di aplikasi ketika sudah inkrah itu bisa diambil. Nanti kita serahkan kepada pemilik BB (barang bukti), mau diambil langsung atau diantar oleh petugas ke rumahnya. Sistem memberi tahu langsung kepada pemilik BB, jaksa penuntut umum dan Kajari,”bebernya.

Nantinya ketika Kajari sudah menerima pemberitahuan, maka akan dicek. Dengan memakai sistem aplikasi QQ Scanner di Playstore akan terlihat jelas. Putusan selama tujuh hari akan otomatis keluar.

“Memudahkan kita tidak usah pusing-pusing, karena semua yang bekerja aplikasi terintegrasi satu pintu secara transparan. Cukup dengan nomor handphone pemilik dan scan barcode barang buktinya. Nanti akan diverifikasi oleh petugas kejaksaan,”jelasnya.

Si Jempol Andal dinilai memudahkan pekerjaan jaksa penuntut umum. Pun sebagai sistem untuk memperbaiki birokrasi dan layanan.

Ilham menambahkan, di Kejari lain belum tentu ada. “Berkat sistem aplikasi ini, kita mendapat juara II se-Indonesia. Menurut sekretaris badan diklat, nanti akan dikenalkan ke ranah Kejari lain. Sebagai contoh bagi yang lain, termasuk di Jawa Tengah aplikasi kami satu-satunya yang ada,”ujarnya bangga.

Baca juga:  Sirup Lanceng Ampuh Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Dalam pengaplikasiannya, keunggulan Si Jempol Andal beragam. Di antaranya, memudahkan untuk mendata barang bukti. Baik pidana umum maupun pidana khusus secara online lewat aplikasi. Tidak lagi manual dengan dicatat.

“Begitu putusan hakim keluar, kita ambil perkara barang buktinya. Apakah barang bukti menjadi kewenangan negara, untuk dimusnahkan atau dikembalikan kepada pemilik. Sistem bekerja untuk penindakan barang bukti pidana umum dan pidana khusus,”ungkapnya.

Barang bukti yang masuk beragam. Mulai narkoba, kendaraan bermotor curian, dan barang bukti yang dibedakan berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Yang bisa mengakses adalah pemilik yang bersangkutan. Dengan mengakses di QQ Scanner itu bisa langsung masuk ke sistem. Syaratnya cukup nomor handphone di Android, nanti akan ada pemberitahuan kapan barang bukti bisa diambil melalui pesan SMS. Itu semata-mata agar tidak ada pungli di ranah Kejari dan jaminan pengambilan segala macam,”jelas Ilham. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya