alexametrics

Hindari Hoaks saat Pemilu, Bisa Dimainkan oleh Pemilih Pemula

Tiga Mahasiswa Udinus dan Unnes Ciptakan Game TPS Run

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tiga mahasiswa dari dua kampus di Semarang menciptakan game Tempat Pemungutan Suara (TPS) Run agar bisa memberikan pemahaman dan menghindarkan masyarakat dari bahaya berita hoaks. Game tersebut belum lama ini meraih juara dalam Lomba Cipta Aplikasi Peraga Game Kepemiluan yang diadakan KPU Pusat.

ADENNYAR WYCAKSONO, Radar Semarang

TIGA mahasiswa kreatif itu adalah Risal Fajar Amiyardi dan Ahmad Abdul Hadi, keduanya mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), serta Krisno Febriyanto, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes). Meskipun berasal dari kampus yang berbeda, ketiganya mempu berkolaborasi menciptakan game yang unik, bahkan memiliki fungsi edukasi sekaligus menghibur. Ya, ketiganya tergabung di dalam satu tim bernama Tim Pacman. Mereka mencoba peruntungan dalam ajang Lomba Cipta Aplikasi Peraga Game Kepemiluan yang diadakan oleh KPU Pusat beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Bekali Tanggung Jawab lewat Pekerjaan Rumah

“Game ini bertujuan mengajarkan masyarakat untuk menghindari hoaks dan adu domba, serta menambah wawasan kepemiluan. Saat pemilu banyak berita hoaks yang beredar, bahkan membuat masyarakat pecah karena termakan hoaks ini,” kata Risal yang didaulat sebagai Ketua Tim Pacman.

Dalam tim tersebut, ketiganya memiliki peran masing-masing meski dari dua perguruan tinggi yang berbeda. Risal yang tercatat sebagai mahasiswa program Studi Teknik Informatika S-1 Udinus berperan sebagai programmer dan desain grafis. Ahmad Abdul Hadi yang berasal dari Progdi Animasi D-4 Udinus berperan sebagai asset environment. Sedangkan Krisno Febriyanto dari Unnes berperan sebagai asset karakter dan sketsa intro game.

“Game TPS Run merupakan game ber-genre arcade infinity runner. Para pemain hanya perlu menghindari rintangan sepanjang jalan dan menjawab pertanyaan yang muncul,” ujarnya.

Baca juga:  Inspirasi Penelitian Disertasi Doktor dari Hobi Memancing

Game TPS Run memiliki grafik 2D. Namun didesain agar memiliki penampilan seperti game 3D. Menu atau materi yang diangkat sengaja dibuat sederhana agar bisa dimainkan siapa saja, termasuk pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilih pada Pilkada tahun ini.

“Untuk prosesnya dari penyusunan konsep membutuhkan waktu sekitar sembilan hari, sementara pengembangan game-nya sekitar lima hari. Total game ini dibuat selama kurang lebih dua pekan. Penilaian dan presentasi dilakukan secara daring, karena perlombaan sempat mundur lantaran adanya pandemi,” tambahnya.

Risal menjelaskan, insipirasi game ini berasal dari game android Subway Surfers dan menggunakan software Gdevelop 5. Kemudian diaplikasikan ketiganya dengan ide yang berbeda, menyesuaikan dengan konsep banyaknya berita hoaks yang selalu muncul jelang Pemilu.

Baca juga:  Paparkan Data dan Fakta Historis Raden Fatah, Anggap Babe Ingkar Terhadap Sejarah Demak

“Mulanya saya menemukan informasi terkait lomba cipta aplikasi itu dari media sosial. Dari situ kami coba menyusun konsep dan mendaftar. Alhamdulillah berhasil juara, game para juara kemudian menjadi milik KPU dan dipasang di website milik KPU serta bisa di-download,” tuturnya bangga.

Risal berharap melalui game TPS Run dapat menginspirasi para pengembang game, untuk menciptakan game yang mampu mengedukasi masyarakat. Pelajaran ataupun pengalaman berharga menurut dia, selain juara adalah bisa berkolaborasi dengan teman dari luar Udinus.

“Banyak sekali pengalaman yang kami dapatkan dari lomba itu, mulai dari pembelajaran hingga berkenalan dengan para juara yang lain. Kami juga mendapat sertifikat dan uang tunai. Semoga game tersebut bisa mengedukasi masyarakat luas mengenai wawasan kepemiluan,” katanya. (*/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya