Hadir Setiap Jumat, Pengunjung Dibatasi Dua Barang

Pandemi Covid-19, Pasar Gratis Marak di Wonosobo

373
PEDULI SOSIAL: Istri Bupati Wonosobo Fairuz Eko Purnomo saat melihat pasar gratis warga Kampung Jaraksari, Wonosobo. (ISTIMEWA)
PEDULI SOSIAL: Istri Bupati Wonosobo Fairuz Eko Purnomo saat melihat pasar gratis warga Kampung Jaraksari, Wonosobo. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 meningkatkan kesadaran sosial warga. Salah satunya ditunjukkan oleh warga Kecamatan Wonosobo dengan menggelar pasar gratis.

SIGIT RAHMANTO, Radar Semarang

DI Kecamatan Wonosobo, setidaknya ada empat kelurahan yang membuka pasar gratis. Yakni, di Kelurahan Jaraksari, Wonosobo Timur, Wonosobo Barat, dan Kelurahan Kramatan. Misalnya, di Kampung Kauman Utara, Wonosobo. Setiap Jumat pagi, warga menggelar lapak sayuran di depan Masjid Almansyur. Setiap warga boleh mengambil sayuran tanpa harus membayar.

“Alhamdulillah progam belanja gratis ini mendapat respon positif warga,” ujar salah satu warga RW 14 Kampung Kauman Utara, Ahmad Baehaqi.

Dikatakan, belanja gratis itu menyediakan berbagai sayuran segar. Mulai kubis, kangkung, daun singkong, wortel, tomat, dan sayuran lainnya. Semuanya dipajang di lapak. Acaranya sengaja digelar di sekitar kompleks masjid di Jalan Kauman Raya yang memiliki halaman cukup luas, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

Kegiatan dimulai pukul 06.30 pagi dengan menata sayuran. Setelah itu, warga diperbolehkan mengambilnya. Tak sampai satu jam, seluruh dagangan ludes diserbu warga.

“Biasanya yang datang tidak hanya warga Kauman, malah kebanyakan warga luar kampung sini, Mas,” terang budayawan ini.

Dijelaskan, ide belanja gratis ini bermula dari salah satu warga yang menaruh sayuran di depan rumahnya. Dibagikan kepada warga yang memang membutuhkan untuk keperluan dapur. Baru berjalan kali pertama, ide tersebut ditangkap oleh warga lainnya. Sehingga berencana melibatkan lebih banyak warga.

“Siapapun boleh menaruh sayuran, dan siapapun boleh mengambilnya. Bahkan ke depan, apapun boleh disumbangkan, dan apapun boleh dimabil,” katanya.

Diakui, di masa pandemi ini justru membawa hikmah bagi warga. Sebab, hal ini bisa menumbuhkan kesadaran warga untuk saling berbagi. “Manfaatnya bukan hanya bagi masyarakat yang membutuhkan saja. Juga bagi para pedagang sayur keliling itu,” lanjutnya.

Ke depan, ia akan mengembangkan program belanja gratis ini. Bukan hanya sayuran yang dibagikan. Juga berencana untuk menyediakan daging dan pakaian yang masih layak. Dengan ketentuan semuanya akan digratiskan.
“Jika ini bertahan, ke depan kita akan menambah jumlah ini dari hasil sumbangan yang diberikan warga,” katanya.

Camat Wonosobo Suratman mengakui ada empat kelurahan yang saat ini mengembangkan program Jogo Tonggo dengan menggelar pasar gratis bagi warga yang membutuhkan. Pasar gratis tersebut memang tidak dibuka setiap hari. Hanya ada setiap Jumat pagi.

“Biasanya setiap warga hanya diperbolehkan mengambil dua macam barang saja. Ambil yang benar-benar dibutuhkan. Tapi ya begitu dibuka pada pagi itu langsung habis,” ujarnya. (*/aro)





Tinggalkan Balasan